Author: hadianto

  • CDC-Forestry UGM Rayakan 1st Anniversary melalui Talkshow: From Satellite to Policy: Global Career Pathways for Forestry Graduates

    Yogyakarta, 21 April 2026 β€” Dalam rangka memperingati satu tahun berdirinya Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM), diselenggarakan Talkshow bertajuk β€œFrom Satellite to Policy: Global Career Pathways for Forestry Graduates” di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 120 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi kehutanan.

    Acara ini secara resmi dibuka melalui rangkaian Opening Ceremony 1st Anniversary CDC-Forestry UGM yang diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU., yang menyampaikan pentingnya penguatan kapasitas lulusan kehutanan agar mampu bersaing di tingkat global.

    Ketua CDC Forestry UGM, Hermudananto, turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa CDC Forestry UGM hadir sebagai jembatan antara dunia akademik dan dunia profesional, khususnya dalam mempersiapkan lulusan kehutanan menghadapi tantangan global. Kegiatan dilanjutkan dengan menampilkan video kompilasi kegiatan CDC selama satu tahun terakhir dan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Imron Rosyadi.

    Turut hadir dalam kegiatan ini juga yaitu ketua atau wakil dari Program Studi S1, S2, S3, serta  Program Profesi Insinyur Kehutanan, serta Kepala Kantor Administrasi, dan beberap dosen kehutanan lainnya.

    Seremonial Potong Tumpeng: Simbol Syukur dan Harapan

    Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan satu tahun CDC Forestry UGM, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan seremonial potong tumpeng. Prosesi dilakukan oleh Ketua CDC Forestry UGM dan secara simbolis potongan tumpeng diserahkan kepada Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

    Tradisi potong tumpeng dalam budaya Indonesia memiliki makna yang mendalam, yakni sebagai simbol ungkapan syukur atas pencapaian yang telah diraih, sekaligus doa dan harapan untuk keberkahan, keberlanjutan, serta kesuksesan di masa yang akan datang. Bentuk tumpeng yang mengerucut ke atas juga melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa serta semangat untuk terus berkembang menuju arah yang lebih baik.

    Momentum Hari Kartini: Semangat Perempuan dalam Kehutanan

    Menariknya, kegiatan ini juga diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, yang diperingati setiap tanggal 21 April. Momentum ini menjadi refleksi penting akan peran perempuan dalam berbagai sektor, termasuk kehutanan.

    Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan memberikan inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk terus berkontribusi dalam pengelolaan hutan, kebijakan lingkungan, serta pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

    Mengupas Karier Global: Dari Satelit hingga Kebijakan Internasional

    Talkshow ini menghadirkan dua narasumber yang memberikan perspektif komprehensif mengenai peluang karier global di bidang kehutanan yaitu Andreas Rahutomo (Liaison Southeast Asia – Satelligence B.V.) dan Anita Permatasari (Forest Governance and Trade Policy Adviser – UK Foreign, Commonwealth & Development Office).Diskusi dipandu oleh moderator Dr. Hairi Cipta, yang mengarahkan dialog interaktif antara pembicara dan peserta.

    Dalam pemaparannya, Andreas Rahutomo menjelaskan bagaimana teknologi satelit dan analisis rantai pasok kini menjadi alat penting dalam memantau risiko lingkungan dan memastikan keberlanjutan sektor kehutanan. Pendekatan ini mencakup tiga tahapan utama, yaitu monitor, report, dan act, yang memungkinkan perusahaan dan pemangku kepentingan untuk mengelola risiko deforestasi secara lebih efektif serta berbasis data .

    Sementara itu, Anita Permatasari memaparkan peran kebijakan global dalam pengelolaan hutan melalui program Forest Governance, Markets, and Climate (FGMC) yang didukung oleh pemerintah Inggris. Program ini berfokus pada penguatan tata kelola hutan, perdagangan komoditas berkelanjutan, serta integrasi isu perubahan iklim dalam kebijakan kehutanan global .

    Beliau juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai aktor, termasuk masyarakat lokal dan komunitas adat, dalam memastikan keberlanjutan pengelolaan hutan di tingkat global.

    Mendorong Lulusan Kehutanan Go Global

    Kegiatan ini memberikan wawasan strategis bagi mahasiswa kehutanan mengenai berbagai jalur karier global, mulai dari Teknologi penginderaan jauh dan data satelit, Sertifikasi dan rantai pasok berkelanjutan, Kebijakan internasional dan diplomasi kehutanan, dan juga Program pembangunan global dan perubahan iklim. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi. Selain itu, panitia juga memberikan doorprize menarik kepada 10 peserta yang aktif bertanya selama kegiatan berlangsung.

    Menutup Satu Tahun Perjalanan CDC Forestry UGM

    Melalui kegiatan ini, CDC Forestry UGM tidak hanya merayakan satu tahun perjalanannya, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam mendukung pengembangan karier mahasiswa kehutanan agar mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global.

    Dengan mengusung semangat kolaborasi dan inovasi, CDC Forestry UGM terus berupaya menjadi pusat pengembangan karier yang relevan, adaptif, dan berdampak bagi masa depan sektor kehutanan.

    Penulis: Hermudananto

  • Strategi Menembus Karier Global di Negeri Sakura bersama Praktisi Langsung

    Yogyakarta, 11 April 2026 – Dalam rangkaian perayaan 1st Anniversary CDC Forestry UGM, Career Development Center Fakultas Kehutanan UGM sukses menyelenggarakan kegiatan Sharing Session: Goes to Japan! pada Sabtu, 11 April 2026 secara daring. Kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dan alumni yang memiliki minat untuk berkarier di Jepang, khususnya di sektor kehutanan dan bidang terkait.

    Acara ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman yang saat ini berkarier di Jepang, yaitu Andreas Ade Kristian dari Sumitomo Forestry Co., Ltd. dan Imaduddin Yusuf Hanif dari Asia Skill Exchange Association. Keduanya membagikan wawasan komprehensif mengenai peluang kerja, sistem rekrutmen, hingga tantangan bekerja di Jepang.

    Mengenal Sistem Rekrutmen dan Peluang Karier di Jepang

    Dalam pemaparannya, Andreas menjelaskan bahwa sistem rekrutmen di Jepang memiliki karakteristik yang sangat terstruktur dan terjadwal. Proses job hunting bahkan dimulai sekitar satu tahun sebelum kelulusan, di mana mahasiswa sudah dapat memperoleh job offer sebelum wisuda. Sistem ini dikenal dengan konsep mass recruitment untuk fresh graduate (shinsotsu), yang menekankan pada potensi, kepribadian, dan kesesuaian dengan perusahaan, bukan semata-mata keterampilan teknis.

    Ia juga menyoroti bahwa sektor kehutanan di Jepang memiliki cakupan luas, mulai dari traditional forestry, industri hasil hutan seperti pulp dan kertas, hingga riset dan konsultansi. Hal ini membuka peluang besar bagi lulusan kehutanan Indonesia untuk berkarier secara global.

    Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang perlu dipersiapkan, antara lain kemampuan bahasa Jepang (minimal JLPT N2/N1), kemampuan komunikasi, serta adaptasi terhadap budaya kerja Jepang yang dikenal disiplin dan terstruktur.

    Jalur Specified Skilled Worker (SSW): Peluang Alternatif

    Sementara itu, Imaduddin menjelaskan tentang program Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW) yang mulai diperkenalkan sejak 2019 untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Program ini memberikan peluang bagi tenaga kerja asing untuk bekerja di berbagai sektor, termasuk kehutanan dan industri kayu.

    Program SSW terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

    • SSW Tipe 1: Masa tinggal maksimal 5 tahun tanpa membawa keluarga
    • SSW Tipe 2: Dapat diperpanjang tanpa batas dan memungkinkan membawa keluarga

    Untuk mengikuti program ini, peserta harus memenuhi beberapa persyaratan seperti lulus ujian keterampilan, memiliki kemampuan bahasa Jepang (minimal JLPT N4), serta berusia minimal 18 tahun.

    Imaduddin juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan budaya, termasuk memahami prinsip kerja Jepang seperti hourensou (komunikasi, laporan, dan konsultasi), serta menjaga kedisiplinan dan profesionalisme dalam bekerja.

    Tips Sukses Berkarier di Jepang

    Beberapa poin penting yang dibagikan oleh narasumber sebagai kunci sukses antara lain:

    • Konsisten meningkatkan kemampuan bahasa Jepang
    • Aktif membangun jaringan (networking) melalui alumni dan dosen
    • Memanfaatkan platform pencarian kerja dan career center
    • Memiliki sikap disiplin, tepat waktu, dan bertanggung jawab
    • Terbuka terhadap budaya baru dan siap beradaptasi

    Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan

    Kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang tinggi, tercatat lebih dari 50 peserta mendaftar dan mengikuti kegiatan secara daring. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mengembangkan karier di tingkat global, khususnya menuju Jepang sebagai salah satu negara dengan sistem industri kehutanan yang maju.

    Melalui kegiatan ini, CDC Forestry UGM berharap dapat terus memfasilitasi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja internasional serta memperluas jejaring profesional lintas negara.

    Penulis: Hermudananto

  • Menimba Ilmu di DLHK DIY: Cerita Magang Mahasiswa Kehutanan UGM dalam Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan

    Yogyakarta,  07 April 2026 – Magang mahasiswa merupakan kegiatan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan akademik yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas praktik kerja di lapangan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung di instansi yang dituju. Kegiatan magang mahasiswa dilaksanakan di DLHK DIY selama satu bulan, mulai 5 Januari hingga 5 Februari 2026, atas dukungan Career Development Center (CDC) Forestry UGM yang berperan dalam memfasilitasi pengembangan karier dan peningkatan kompetensi mahasiswa melalui berbagai program, salah satunya magang mandiri. Empat mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM ditempatkan pada dua bidang berbeda yang saling melengkapi, yaitu Bidang Perhutanan Sosial dan Penyuluhan yang diikuti oleh Syahla Yasmine Nabila dan Wanda Illyasa Rizqi serta Bidang Produksi dan Pemasaran Hasil Hutan yang diikuti oleh Najla Kamilah Salim dan Pinto Tungga Muhammad. Keterlibatan di kedua bidang memberikan gambaran utuh tentang tata kelola kehutanan dari aspek pemberdayaan masyarakat hingga administrasi peredaran hasil hutan.

    Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DLHK DIY) adalah instansi pemerintah daerah yang bertanggung jawab atas pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya hutan di Provinsi DIY. Dinas ini menjalankan fungsi strategis dalam merumuskan kebijakan perlindungan lingkungan, rehabilitasi lahan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. DLHK DIY juga berperan sebagai fasilitator dan pengawas bagi kelompok tani hutan, penyuluh kehutanan, dan pelaku industri hasil hutan agar pemanfaatan sumber daya hutan berjalan sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan. Dalam perkembangannya, dinas ini aktif mendorong inovasi melalui program perhutanan sosial, pengembangan hasil hutan non-kayu, dan digitalisasi penatausahaan kayu rakyat demi terwujudnya pembangunan kehutanan yang modern dan akuntabel. Pada Bidang Perhutanan Sosial dan Penyuluhan, mahasiswa magang berkesempatan mengikuti empat kegiatan utama, yaitu Bimbingan Teknis PKSM Gunungkidul, Rakorluh Tingkat Provinsi DIY 2026, Bimbingan Teknis PKSM Bantul, dan Bimbingan Teknis KTH Sido Rahayu. Dari Bimtek PKSM Gunungkidul, mahasiswa memperoleh pemahaman nyata tentang pengelolaan hutan tanaman rakyat melalui sistem tumpangsari berbasis MPTS dengan komoditas unggulan kopi, alpukat, kemiri, dan petai yang bernilai ekonomi sekaligus ekologis. Melalui Rakorluh yang berkolaborasi dengan BP2SDM Kementerian Kehutanan, mahasiswa mendapat wawasan tentang tantangan nyata peran penyuluhan kehutanan di lapangan, termasuk pentingnya pencatatan dan analisis Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) sebagai indikator kinerja di mana DIY sendiri menempati peringkat ke-8 nasional dengan NTE mencapai Rp11,2 miliar. Bimtek PKSM Bantul membuka perspektif mahasiswa bahwa diversifikasi hutan rakyat menjadi agrowisata terpadu, seperti yang dicontohkan Wanadelima Orchard, mampu menciptakan multi-income secara berkelanjutan. Adapun Bimtek KTH Sido Rahayu yang berkolaborasi dengan BPDAS Opak Serayu mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya rehabilitasi lahan kritis melalui penghijauan, konservasi tanah, dan penguatan kelembagaan kelompok tani sebagai fondasi keberlanjutan hutan rakyat. Dari keseluruhan kegiatan tersebut, mahasiswa menyadari bahwa kerja penyuluhan kehutanan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses panjang membangun kepercayaan, mengubah perilaku, dan menghidupkan harapan di tengah masyarakat tani hutan yang selama ini menjadi garda terdepan penjaga kelestarian hutan.

    Pada Bidang Produksi dan Pemasaran Hasil Hutan, mahasiswa magang terlibat langsung dalam tiga kegiatan utama yang memberikan pengalaman teknis berharga, yaitu Stock Opname dan Monitoring Industri, Penilaian Hasil Inventarisasi HKm Sedyo Makmur, dan Sosialisasi SIKARYO. Melalui kegiatan stock opname di sejumlah industri pengolahan kayu di DIY, mahasiswa belajar menginput dan mengolah data stok kayu bulanan 2025 ke dalam spreadsheet terstruktur sebagai bagian dari persyaratan RPBBI, sekaligus menghasilkan Berita Acara kondisi stok kayu per perusahaan. Kegiatan penilaian inventarisasi tegakan jati di HKm Sedyo Makmur melatih mahasiswa dalam menerapkan inventarisasi di lapangan, dan dari sini mahasiswa memahami bahwa jika terdapat perbedaan signifikan antara volume LHC dan hasil penilaian aktual, maka dapat berdampak besar pada pengambilan keputusan, sehingga verifikasi data lapangan menjadi sangat krusial. Sosialisasi Sistem Informasi Kayu Rakyat Yogyakarta (SIKARYO) yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Sleman, dan Gunungkidul bertujuan meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan tentang penatausahaan kayu rakyat secara tertib dan transparan melalui sistem berbasis web. Kegiatan ini memperkenalkan SIKARYO sebagai sistem untuk pencatatan, pelaporan, dan pelacakan asal usul kayu, dengan output utama berupa Surat Angkutan Kayu Rakyat (SAKR). Efektivitas sosialisasi diukur melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Pengalaman ini menegaskan kepada mahasiswa bahwa di balik selembar dokumen angkutan kayu, terdapat sistem panjang yang menuntut ketelitian, integritas data, dan komitmen bersama. Peran mahasiswa kehutanan kelak bukan hanya di hutan, tetapi juga dalam memastikan setiap pohon yang ditebang tercatat, legal, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    Magang di DLHK DIY membuktikan bahwa pembangunan kehutanan yang efektif memerlukan keterpaduan antara penguatan sosial-kelembagaan dan ketertiban administrasi hasil hutan. Bidang Perhutanan Sosial dan Penyuluhan menegaskan peran strategis penyuluh dan inovasi agribisnis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani hutan, sedangkan Bidang Produksi dan Pemasaran Hasil Hutan mempertegas pentingnya verifikasi data, kepatuhan hukum, dan adaptasi dengan teknologi digital dalam pengawasan kayu rakyat. Kedua bidang terbukti saling melengkapi dan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja kehutanan. 

    Penulis: Syahla Yasmine Nabila, Wanda Illyasa Rizqi, Najla Kamilah Salim, Pinto Tungga Muhammad

  • Kupas Tuntas Carbon Management Bersama Praktisi Global Dari Control Union

    Yogyakarta, 02 April 2026 – Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC Forestry UGM) kembali menyelenggarakan kuliah umum bertajuk β€œCarbon Management for Businesses: Ensuring Credible Action through Validation and Verification Body” pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Gayan Ranasinghe dari Control Union.

    Bertempat di Dome IFFLC Lantai 7 Fakultas Kehutanan UGM, acara ini berlangsung dengan antusiasme tinggi. Tercatat lebih dari 50 peserta mengikuti kegiatan ini, baik secara luring (offline) maupun daring (online).

    Dalam kuliah umum ini, peserta diajak memahami secara komprehensif konsep carbon management dalam dunia bisnis, termasuk bagaimana mekanisme carbon credit bekerja serta pentingnya proses validasi dan verifikasi oleh lembaga independen. Materi yang disampaikan menekankan bahwa aksi lingkungan perusahaan tidak hanya perlu dilakukan, tetapi juga harus dapat dibuktikan secara kredibel sesuai standar internasional.

    Gayan Ranasinghe menjelaskan bahwa keberadaan Validation and Verification Body (VVB) menjadi kunci dalam memastikan bahwa klaim pengurangan emisi yang dilakukan perusahaan benar-benar terukur, transparan, dan dapat dipercaya. Hal ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

    Kegiatan ini juga membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang karier di bidang karbon dan keberlanjutan, yang saat ini berkembang pesat di tingkat global. Diskusi interaktif yang terjadi selama sesi tanya jawab menunjukkan tingginya minat peserta terhadap isu perubahan iklim dan implementasinya di sektor kehutanan maupun industri.

    Melalui kegiatan ini, CDC Forestry UGM berharap dapat terus menjembatani mahasiswa dengan dunia profesional, khususnya dalam isu-isu strategis seperti climate action dan sustainability. SDG 13: Climate Action – melalui peningkatan pemahaman terkait mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan karbon

    Dengan semakin berkembangnya pasar karbon dan meningkatnya kebutuhan akan tenaga ahli di bidang ini, kegiatan seperti ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi rimbawan yang siap menjadi carbon expert di masa depan.

    Penulis: Hermudananto

  • Penandatanganan MoU Fakultas Kehutanan UGM dan PT PCU Indonesia (Control Union) Perkuat Kolaborasi Pengembangan SDM Kehutanan

    Yogyakarta, 02 April 2026  β€“ Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada melalui Career Development Center (CDC-Forestry UGM) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT PCU Indonesia pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini berlangsung di Ruang Sidang Dekanat, Fakultas Kehutanan UGM.

    Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU., serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM.. Turut hadir pula Ketua CDC-Forestry UGM, Ir. Hermudananto, S.Hut., M.Sc., IPM, ASEAN Eng., dan Wakil Ketua CDC-Forestry UGM, Dr. Hairi Cipta, S.Hut., M.Agr.

    Dari pihak Control Union Indonesia, kegiatan ini dihadiri oleh Gayan Wejesiriwardana selaku Managing Director, Arif Pamungkas selaku Business Development Manager, Gayan Ranasinghe selaku Scheme Manager of Assurance Services, serta Muhamad Rifki selaku Senior Business Development Executive.

    Kerja sama ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan pelatihan di sektor kehutanan dan lingkungan, sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Implementasi kerja sama akan mencakup berbagai kegiatan, seperti penyelenggaraan pelatihan profesional, kuliah tamu (guest lecture), serta program kolaboratif lainnya yang relevan dengan kebutuhan industri kehutanan dan lingkungan yang terus berkembang.

    Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kehutanan UGM menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab tantangan global, khususnya terkait isu keberlanjutan, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Sementara itu, Gayan Wejesiriwardana selaku Managing Director Control Union Indonesia, menyampaikan komitmennya untuk mendukung peningkatan kapasitas mahasiswa dan tenaga profesional kehutanan melalui standar internasional dan praktik terbaik di bidang sertifikasi dan verifikasi.

    Sebagai bentuk realisasi awal dari kerja sama ini, pada hari yang sama setelah penandatanganan MoU, diselenggarakan kegiatan kuliah umum bertajuk β€œCarbon Management for Businesses: Ensuring Credible Action through Validation and Verification Body”.

    Kuliah umum ini menghadirkan Gayan Ranasinghe dari Control Union, yang membahas secara komprehensif pentingnya pengelolaan karbon bagi sektor bisnis serta peran lembaga validasi dan verifikasi dalam memastikan aksi iklim yang kredibel dan terukur.

    Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dan civitas akademika Fakultas Kehutanan UGM, serta menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat sinergi antara akademisi dan praktisi dalam menghadapi tantangan keberlanjutan global.

    Melalui kerja sama ini, diharapkan lulusan Fakultas Kehutanan UGM semakin siap menghadapi dunia kerja dengan kompetensi yang relevan, sekaligus berkontribusi dalam pengelolaan hutan dan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

    Penulis: Hermudananto

  • Belajar Rehabilitasi Hutan dari Lapangan: Pengalaman Magang di PT Tectona Alas Makmur

    Yogyakarta, 16 Maret 2026 – Program Magang menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung di dunia kerja. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperdalam pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengasah keterampilan praktis di bidang kehutanan.

    Salah satu mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Muhammad Suryanto, mahasiswa Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) semester 7. Ia berkesempatan melaksanakan kegiatan magang di PT Tectona Alas Makmur, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang rehabilitasi hutan dan lahan. Kegiatan magang ini berlangsung selama empat bulan, yaitu dari 10 September 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan lokasi kegiatan di wilayah operasional perusahaan di Kalimantan Timur.

    Kesempatan mengikuti magang di PT Tectona Alas Makmur diperoleh melalui dukungan Career Development Center Forestry UGM (CDC Forestry UGM) yang secara aktif membagikan informasi terkait peluang magang bagi mahasiswa. Informasi mengenai open recruitment magang pertama kali diketahui melalui media sosial Instagram CDC Forestry UGM. Setelah melihat informasi tersebut, Muhammad Suryanto tertarik untuk mendaftar dan mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan.

    Setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi, Muhammad Suryanto menerima kabar melalui email konfirmasi bahwa dirinya dinyatakan lolos untuk mengikuti program magang di PT Tectona Alas Makmur. Pengumuman tersebut menjadi momen yang membahagiakan sekaligus membuka kesempatan berharga untuk belajar langsung di lingkungan kerja profesional.

    Sebelum memulai kegiatan magang, Muhammad Suryanto melakukan koordinasi awal dengan pihak PT Tectona Alas Makmur dan CDC Forestry UGM untuk melengkapi berbagai persyaratan administrasi serta mempersiapkan keberangkatan menuju lokasi kegiatan di Kalimantan Timur. Selama menjalani program magang di PT Tectona Alas Makmur, Muhammad Suryanto memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran yang berharga, khususnya dalam bidang rehabilitasi dan reklamasi hutan. Ia berkesempatan untuk mempelajari berbagai kegiatan teknis, mulai dari perencanaan rehabilitasi hutan, pengelolaan lahan rehabilitasi, perawatan dan pemeliharaan tanaman rehabilitasi hutan di lapangan dan kegiatan evaluasi tanaman rehabilitasi, yang bertujuan untuk menilai perkembangan dan keberhasilan program rehabilitasi hutan.

    Melalui pengalaman ini, Muhammad Suryanto dapat memahami secara langsung bagaimana konsep pengelolaan hutan yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam praktik di lapangan. Kegiatan magang ini juga memberikan wawasan baru mengenai pentingnya rehabilitasi hutan dalam menjaga kondisi lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

    Di akhir kegiatan magang, Muhammad Suryanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Tectona Alas Makmur yang telah memberikan kesempatan belajar serta pengalaman berharga selama magang. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada CDC Forestry UGM yang telah memfasilitasi mahasiswa dalam memperoleh informasi dan kesempatan magang.

    Penulis: Muhammad Suryanto

  • |

    Forest Empowerment and Sustainability Intern at Asia Pulp & Paper (APP)

    Are you a final-year student or fresh graduate majoring in Forestry / Natural
    Resources or related fields? Looking to start your career in APP? This opportunity is
    for you!
    Job Responsibility:

    1. Internal Documentation & Evidence Support
    2. Data Management & Internal Project Support
    3. Research & Knowledge Support
    4. Administrative & Coordination Support
      Job Requirements:
    5. Final year students and Fresh Graduates with a minimum Bachelor’s degree in
      Forestry or any related fields are welcome to apply
    6. Strong interest in sustainability, forest governance and FSC certification
    7. Good in English, both writing and speaking (is a must)
    8. Excellence skills in Excel, Word and PowerPoint
      Working Arrangement:
      Work From Office (WFO), Monday-Friday, 08:00-17:00 WIB
      Contract Duration: 6-8 months
      Location: Alam Sutera
      If you are interested, please send your CV to Noviana_I_Sari@app.co.id and cc it to
      @Irena_Fortunata@app.co.id and Sisca_Pratama@app.co.id with the subject: ” FES
      Intern – Name – Domicile”
      Start your journey with us!

  • |

    Kesempatan Magang Periode Agustus 2026 di PT Bumitama Gunajaya Agro

    MAGANG DI INDUSTRI PERKEBUNAN? WHY NOT!

    PT Bumitama Gunajaya Agro membuka kesempatan Magang Mandiri 2026 untuk kamu yang ingin mendapatkan pengalaman nyata di dunia kerja.

    πŸ“ Penempatan: Kalimantan Barat / Kalimantan Tengah
    πŸ“… Durasi: Juli – Desember 2026 (min. 5 bulan)

    πŸŽ“ Untuk mahasiswa minimal semester 5 dari jurusan:
    Agronomi β€’ Agroteknologi β€’ Ilmu Tanah β€’ Teknik Pertanian β€’ Kehutanan β€’ Agribisnis β€’ Teknik Mesin / Elektro

    πŸ“² Daftar sekarang:
    bit.ly/BGAMagangMandiri2026
    atau scan QR pada poster.

    ✨ Saatnya belajar langsung dari industri dan memperluas pengalamanmu!

  • Pererat Silaturahmi Ramadan, CDC-Forestry UGM Gelar Buka Bersama dan Ramah Tamah Bersama Volunteer Mahasiswa

    Yogyakarta, 6 Maret 2026 β€” Dalam suasana bulan suci Ramadan, CDC-Forestry UGM menyelenggarakan kegiatan Buka Bersama dan Ramah Tamah yang dilaksanakan di rumah makan Lombok Idjo Jogja Adisoetjipto.

    Acara ini dihadiri oleh tim serta para volunteer yang selama ini terlibat aktif dalam berbagai kegiatan dan program CDC-Forestry UGM. Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh anggota tim yang telah berkontribusi dalam berbagai program pengembangan karier mahasiswa di Fakultas Kehutanan UGM.

    Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM tidak hanya menghadirkan momen berbuka puasa bersama, tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kekompakan tim, serta mencairkan suasana formal yang selama ini terbentuk dalam aktivitas kerja sehari-hari. Suasana santai dan penuh keakraban memungkinkan setiap anggota tim untuk saling berinteraksi lebih dekat, berbagi cerita, serta mempererat hubungan emosional antaranggota.

    Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan buka bersama ini juga menjadi kesempatan bagi seluruh tim untuk melepas penat setelah menjalankan berbagai kegiatan dan program CDC-Forestry UGM, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan motivasi dalam mendukung berbagai inisiatif pengembangan karier mahasiswa kehutanan. Interaksi yang hangat dalam suasana Ramadan turut memperkuat rasa kebersamaan serta membangun kerja sama tim yang lebih solid ke depannya.

    Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan keberkahan Ramadan melalui momen berbagi makanan serta kebahagiaan bersama. Dengan terjalinnya hubungan yang semakin erat antaranggota tim, diharapkan semangat kolaborasi dalam mengembangkan berbagai program CDC-Forestry UGM dapat terus meningkat.

    Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, CDC- Forestry UGM berharap kebersamaan yang terbangun dapat menjadi fondasi kuat dalam menjalankan berbagai program yang mendukung pengembangan kompetensi serta kesiapan karier mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM di masa mendatang.

    Penulis: Hermudananto

  • Magang Mandiri di Kawasan Konservasi: Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM Perkuat Pembelajaran Berbasis Praktik di Taman Nasional Gunung Merbabu

    Yogyakarta, 06 Maret 2026 β€” Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program Magang Mandiri memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan magang sebagai sarana penguatan kompetensi dan pengalaman praktis di bidang kehutanan. Kegiatan magang tersebut dilaksanakan oleh tiga mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM, yaitu Nasywa Anindya Fauzi, Najwa Aulia Luthfi Safira, Khoeirien Riedha Faaza, di Balai Taman Nasional Gunung Merbabu pada periode 05 Januari – 06 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pengelolaan kawasan konservasi serta memperdalam pemahaman mengenai praktik pengelolaan hutan di lapangan.

    Pelaksanaan kegiatan magang ini juga mendapatkan dukungan dari Career Development Center Forestry UGM (CDC-Forestry UGM) yang berperan dalam memfasilitasi pengembangan karier mahasiswa melalui penyediaan informasi peluang magang, penguatan jejaring dengan berbagai institusi mitra, serta pendampingan mahasiswa dalam pelaksanaan program magang. Melalui dukungan CDC Forestry UGM, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman profesional yang relevan dengan bidang keilmuan kehutanan sekaligus memperluas wawasan mengenai dunia kerja di sektor kehutanan dan konservasi. Kegiatan magang mandiri ini dilaksanakan di wilayah kerja Balai Taman Nasional Gunung Merbabu tepatnya pada Resort Wonolelo yang berada di SPTN II Wilayah Krogowanan. Selama pelaksanaan magang, mahasiswa mendapatkan bimbingan dari staf dan pengelola kawasan serta terlibat dalam berbagai kegiatan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan konservasi.

    Dalam kegiatan magang ini, terdapat dua tema utama yang menjadi fokus pembelajaran, yaitu estimasi cadangan karbon dan inventarisasi sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Pada kegiatan estimasi cadangan karbon, mahasiswa melakukan pengambilan data lapangan untuk mendukung pendugaan cadangan karbon pada vegetasi hutan. Sementara itu, kegiatan inventarisasi sosial ekonomi dilakukan untuk memahami kondisi serta keterkaitan masyarakat sekitar dengan kawasan hutan, termasuk pemanfaatan sumber daya dan dinamika sosial yang berkembang di tempat wisata Top Selfie Pinusan Kragilan yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

    Selain kegiatan utama tersebut, mahasiswa juga berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Resort Wonolelo, salah satunya adalah patroli kawasan. Kegiatan patroli ini bertujuan untuk memantau kondisi kawasan serta menjaga kelestarian hutan dari berbagai potensi gangguan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung peran penting patroli dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi.

    Mahasiswa juga diperkenalkan dengan kegiatan pengelolaan persemaian yang ada di kawasan, termasuk proses pembibitan serta teknik penanaman beberapa jenis tanaman kehutanan. Salah satu kegiatan yang dipelajari adalah praktik penanaman bibit pulai sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pengayaan vegetasi di kawasan hutan. Kegiatan ini memberikan pemahaman praktis mengenai tahapan pembibitan hingga penanaman yang menjadi bagian penting dalam kegiatan rehabilitasi hutan.

    Melalui kegiatan magang mandiri ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif mengenai pengelolaan kawasan konservasi, mulai dari aspek ekologi hingga sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan. Pengalaman ini juga diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa dalam mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik pengelolaan hutan di lapangan.

    Kedepannya, kegiatan magang seperti ini diharapkan dapat terus mempererat hubungan kerja sama antara Fakultas Kehutanan UGM dengan pengelola kawasan konservasi seperti Taman Nasional, sehingga dapat mendukung pengembangan pendidikan kehutanan yang aplikatif serta berkontribusi pada pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Indonesia.

    Penulis: Nasywa Anindya Fauzi, Najwa Aulia Luthfi Safira, Khoeirien Riedha Faaza