CDC-Forestry UGM Rayakan 1st Anniversary melalui Talkshow: From Satellite to Policy: Global Career Pathways for Forestry Graduates

Yogyakarta, 21 April 2026 — Dalam rangka memperingati satu tahun berdirinya Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM), diselenggarakan Talkshow bertajuk “From Satellite to Policy: Global Career Pathways for Forestry Graduates” di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 120 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi kehutanan.

Acara ini secara resmi dibuka melalui rangkaian Opening Ceremony 1st Anniversary CDC-Forestry UGM yang diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU., yang menyampaikan pentingnya penguatan kapasitas lulusan kehutanan agar mampu bersaing di tingkat global.

Ketua CDC Forestry UGM, Hermudananto, turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa CDC Forestry UGM hadir sebagai jembatan antara dunia akademik dan dunia profesional, khususnya dalam mempersiapkan lulusan kehutanan menghadapi tantangan global. Kegiatan dilanjutkan dengan menampilkan video kompilasi kegiatan CDC selama satu tahun terakhir dan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Imron Rosyadi.

Turut hadir dalam kegiatan ini juga yaitu ketua atau wakil dari Program Studi S1, S2, S3, serta  Program Profesi Insinyur Kehutanan, serta Kepala Kantor Administrasi, dan beberap dosen kehutanan lainnya.

Seremonial Potong Tumpeng: Simbol Syukur dan Harapan

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan satu tahun CDC Forestry UGM, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan seremonial potong tumpeng. Prosesi dilakukan oleh Ketua CDC Forestry UGM dan secara simbolis potongan tumpeng diserahkan kepada Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Tradisi potong tumpeng dalam budaya Indonesia memiliki makna yang mendalam, yakni sebagai simbol ungkapan syukur atas pencapaian yang telah diraih, sekaligus doa dan harapan untuk keberkahan, keberlanjutan, serta kesuksesan di masa yang akan datang. Bentuk tumpeng yang mengerucut ke atas juga melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa serta semangat untuk terus berkembang menuju arah yang lebih baik.

Momentum Hari Kartini: Semangat Perempuan dalam Kehutanan

Menariknya, kegiatan ini juga diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, yang diperingati setiap tanggal 21 April. Momentum ini menjadi refleksi penting akan peran perempuan dalam berbagai sektor, termasuk kehutanan.

Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan memberikan inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk terus berkontribusi dalam pengelolaan hutan, kebijakan lingkungan, serta pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Mengupas Karier Global: Dari Satelit hingga Kebijakan Internasional

Talkshow ini menghadirkan dua narasumber yang memberikan perspektif komprehensif mengenai peluang karier global di bidang kehutanan yaitu Andreas Rahutomo (Liaison Southeast Asia – Satelligence B.V.) dan Anita Permatasari (Forest Governance and Trade Policy Adviser – UK Foreign, Commonwealth & Development Office).Diskusi dipandu oleh moderator Dr. Hairi Cipta, yang mengarahkan dialog interaktif antara pembicara dan peserta.

Dalam pemaparannya, Andreas Rahutomo menjelaskan bagaimana teknologi satelit dan analisis rantai pasok kini menjadi alat penting dalam memantau risiko lingkungan dan memastikan keberlanjutan sektor kehutanan. Pendekatan ini mencakup tiga tahapan utama, yaitu monitor, report, dan act, yang memungkinkan perusahaan dan pemangku kepentingan untuk mengelola risiko deforestasi secara lebih efektif serta berbasis data .

Sementara itu, Anita Permatasari memaparkan peran kebijakan global dalam pengelolaan hutan melalui program Forest Governance, Markets, and Climate (FGMC) yang didukung oleh pemerintah Inggris. Program ini berfokus pada penguatan tata kelola hutan, perdagangan komoditas berkelanjutan, serta integrasi isu perubahan iklim dalam kebijakan kehutanan global .

Beliau juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai aktor, termasuk masyarakat lokal dan komunitas adat, dalam memastikan keberlanjutan pengelolaan hutan di tingkat global.

Mendorong Lulusan Kehutanan Go Global

Kegiatan ini memberikan wawasan strategis bagi mahasiswa kehutanan mengenai berbagai jalur karier global, mulai dari Teknologi penginderaan jauh dan data satelit, Sertifikasi dan rantai pasok berkelanjutan, Kebijakan internasional dan diplomasi kehutanan, dan juga Program pembangunan global dan perubahan iklim. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi. Selain itu, panitia juga memberikan doorprize menarik kepada 10 peserta yang aktif bertanya selama kegiatan berlangsung.

Menutup Satu Tahun Perjalanan CDC Forestry UGM

Melalui kegiatan ini, CDC Forestry UGM tidak hanya merayakan satu tahun perjalanannya, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam mendukung pengembangan karier mahasiswa kehutanan agar mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global.

Dengan mengusung semangat kolaborasi dan inovasi, CDC Forestry UGM terus berupaya menjadi pusat pengembangan karier yang relevan, adaptif, dan berdampak bagi masa depan sektor kehutanan.

Penulis: Hermudananto

Similar Posts

  • Guest Lecture Forest Stewardship Council (FSC): Menggagas Masa Depan Hutan Indonesia yang Lestari dan Bertanggung Jawab

    Yogyakarta, 14 Januari 2026 — Career Development Center (CDC) Forestry Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan kegiatan akademik melalui Guest Lecture bertajuk “Hutan Masa Depan Indonesia: Antara Kelestarian, Sertifikasi, dan Tanggung Jawab Global”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Ruang Multimedia Fakultas Kehutanan UGM, dan diikuti oleh 50 peserta baik secara luring maupun daring.

    Guest lecture ini menghadirkan Hartono Prabowo, Direktur Teknis Forest Stewardship Council (FSC) Indonesia sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau mengulas secara komprehensif peran sertifikasi kehutanan internasional dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan, sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam konteks tanggung jawab global terhadap kelestarian hutan.

    Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Hermudananto, selaku Ketua CDC Forestry UGM, yang menekankan pentingnya forum diskusi strategis antara mahasiswa kehutanan dan praktisi internasional.

    Peserta yang hadir berasal dari seluruh jenjang pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM dan beberapa peserta dari luar sivitas akademik Fakultas Kehutanan UGM. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung selama sesi tanya jawab, khususnya terkait implementasi sertifikasi FSC di Indonesia dan implikasinya bagi masa depan sektor kehutanan nasional.

    Sebagai penutup kegiatan, Dr. Hairi Cipta, selaku wakil ketua CDC Forestry UGM menyerahkan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pemikiran yang telah dibagikan. Seluruh peserta juga memperoleh sertifikat dari CDC Forestry UGM.

    Melalui kegiatan ini, CDC Forestry UGM berharap dapat terus menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan, kritis, dan berorientasi global, guna membekali mahasiswa kehutanan dengan perspektif yang kuat dalam menghadapi tantangan pengelolaan hutan di masa depan.

    Penulis: Hermudananto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *