Kupas Tuntas Carbon Management Bersama Praktisi Global Dari Control Union

Yogyakarta, 02 April 2026 – Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC Forestry UGM) kembali menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Carbon Management for Businesses: Ensuring Credible Action through Validation and Verification Body” pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Gayan Ranasinghe dari Control Union.

Bertempat di Dome IFFLC Lantai 7 Fakultas Kehutanan UGM, acara ini berlangsung dengan antusiasme tinggi. Tercatat lebih dari 50 peserta mengikuti kegiatan ini, baik secara luring (offline) maupun daring (online).

Dalam kuliah umum ini, peserta diajak memahami secara komprehensif konsep carbon management dalam dunia bisnis, termasuk bagaimana mekanisme carbon credit bekerja serta pentingnya proses validasi dan verifikasi oleh lembaga independen. Materi yang disampaikan menekankan bahwa aksi lingkungan perusahaan tidak hanya perlu dilakukan, tetapi juga harus dapat dibuktikan secara kredibel sesuai standar internasional.

Gayan Ranasinghe menjelaskan bahwa keberadaan Validation and Verification Body (VVB) menjadi kunci dalam memastikan bahwa klaim pengurangan emisi yang dilakukan perusahaan benar-benar terukur, transparan, dan dapat dipercaya. Hal ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

Kegiatan ini juga membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang karier di bidang karbon dan keberlanjutan, yang saat ini berkembang pesat di tingkat global. Diskusi interaktif yang terjadi selama sesi tanya jawab menunjukkan tingginya minat peserta terhadap isu perubahan iklim dan implementasinya di sektor kehutanan maupun industri.

Melalui kegiatan ini, CDC Forestry UGM berharap dapat terus menjembatani mahasiswa dengan dunia profesional, khususnya dalam isu-isu strategis seperti climate action dan sustainability. SDG 13: Climate Action – melalui peningkatan pemahaman terkait mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan karbon

Dengan semakin berkembangnya pasar karbon dan meningkatnya kebutuhan akan tenaga ahli di bidang ini, kegiatan seperti ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi rimbawan yang siap menjadi carbon expert di masa depan.

Penulis: Hermudananto

Similar Posts

  • |

    Enam Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Vokasi UGM Terseleksi Magang di PT. Royal Lestari Utama (Michelin)

    Career Development Center Fakultas Kehutanan UGM (CDC-Forestry UGM) kembali mencatat prestasi membanggakan dengan terpilihnya enam mahasiswa untuk mengikuti program magang di PT. Royal Lestari Utama (Michelin) dari total sepuluh pendaftar. Program magang ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam dunia industri, tetapi juga menjadi ajang untuk memperdalam keilmuan melalui pengambilan data penelitian.

    Para mahasiswa yang terseleksi akan terlibat dalam berbagai proyek strategis, mulai dari praktik dan produktivitas petani karet, analisis kesehatan perkebunan karet, pemanfaatan kayu karet, hingga studi tantangan dan manfaat bagi petani, penelusuran rantai pasok karet rakyat, serta penelitian keberagaman dan pertumbuhan tanaman restorasi. Kegiatan ini akan berlangsung di berbagai unit bisnis (BU) perusahaan yang tersebar di Jambi dan Kalimantan, dengan durasi magang antara September 2025 hingga Januari 2026, dibimbing langsung oleh mentor profesional di masing-masing bidang.
    Keenam mahasiswa tersebut adalah Galuh Ramadhan, Fatchu Rahman, Naufal Ozora, Safiera Anindya, Rosalia Belle Islamae, dan Ardhian Sri Hermawan. Mereka akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah keterampilan teknis, memperluas jejaring profesional, serta memperkuat kompetensi dalam menghadapi tantangan nyata di dunia kerja. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen CDC-Forestry UGM dalam memfasilitasi mahasiswa agar siap bersaing di level nasional maupun internasional melalui pengalaman kerja lapangan yang relevan dan berbobot.

    Penulis: Hermudananto

  • Belajar Rehabilitasi Hutan dari Lapangan: Pengalaman Magang di PT Tectona Alas Makmur

    Yogyakarta, 16 Maret 2026 – Program Magang menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung di dunia kerja. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperdalam pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengasah keterampilan praktis di bidang kehutanan.

    Salah satu mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Muhammad Suryanto, mahasiswa Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) semester 7. Ia berkesempatan melaksanakan kegiatan magang di PT Tectona Alas Makmur, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang rehabilitasi hutan dan lahan. Kegiatan magang ini berlangsung selama empat bulan, yaitu dari 10 September 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan lokasi kegiatan di wilayah operasional perusahaan di Kalimantan Timur.

    Kesempatan mengikuti magang di PT Tectona Alas Makmur diperoleh melalui dukungan Career Development Center Forestry UGM (CDC Forestry UGM) yang secara aktif membagikan informasi terkait peluang magang bagi mahasiswa. Informasi mengenai open recruitment magang pertama kali diketahui melalui media sosial Instagram CDC Forestry UGM. Setelah melihat informasi tersebut, Muhammad Suryanto tertarik untuk mendaftar dan mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan.

    Setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi, Muhammad Suryanto menerima kabar melalui email konfirmasi bahwa dirinya dinyatakan lolos untuk mengikuti program magang di PT Tectona Alas Makmur. Pengumuman tersebut menjadi momen yang membahagiakan sekaligus membuka kesempatan berharga untuk belajar langsung di lingkungan kerja profesional.

    Sebelum memulai kegiatan magang, Muhammad Suryanto melakukan koordinasi awal dengan pihak PT Tectona Alas Makmur dan CDC Forestry UGM untuk melengkapi berbagai persyaratan administrasi serta mempersiapkan keberangkatan menuju lokasi kegiatan di Kalimantan Timur. Selama menjalani program magang di PT Tectona Alas Makmur, Muhammad Suryanto memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran yang berharga, khususnya dalam bidang rehabilitasi dan reklamasi hutan. Ia berkesempatan untuk mempelajari berbagai kegiatan teknis, mulai dari perencanaan rehabilitasi hutan, pengelolaan lahan rehabilitasi, perawatan dan pemeliharaan tanaman rehabilitasi hutan di lapangan dan kegiatan evaluasi tanaman rehabilitasi, yang bertujuan untuk menilai perkembangan dan keberhasilan program rehabilitasi hutan.

    Melalui pengalaman ini, Muhammad Suryanto dapat memahami secara langsung bagaimana konsep pengelolaan hutan yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam praktik di lapangan. Kegiatan magang ini juga memberikan wawasan baru mengenai pentingnya rehabilitasi hutan dalam menjaga kondisi lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

    Di akhir kegiatan magang, Muhammad Suryanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Tectona Alas Makmur yang telah memberikan kesempatan belajar serta pengalaman berharga selama magang. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada CDC Forestry UGM yang telah memfasilitasi mahasiswa dalam memperoleh informasi dan kesempatan magang.

    Penulis: Muhammad Suryanto

  • |

    CDC Forestry UGM Gelar Pelatihan “Carbon & Green Career” Bersama Form International

    Yogyakarta, 26 September 2025 – Career Development Center (CDC) Forestry UGM bersama Form International sukses menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Carbon & Green Career: Tren Global dan Peluang Karier di Sektor Kehutanan Hijau” pada Jumat, 26 September 2025 di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM.

    Pelatihan ini menghadirkan Nistia Sekar Ningati, Indonesia Country Director Form International, sebagai narasumber utama. Dalam sesi berdurasi dua jam (14.00–16.00 WIB), beliau berbagi wawasan mengenai tren global kehutanan berkelanjutan, peluang kerja, dan strategi membangun karier di sektor kehutanan hijau.

    Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa. Tercatat lebih dari 50 peserta hadir dan aktif berdiskusi, menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap isu dan profesi di bidang karbon dan kehutanan berkelanjutan.

    Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya CDC Forestry UGM dalam memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, khususnya pada sektor kehutanan yang terus berkembang mengikuti agenda global pembangunan berkelanjutan.

    Peserta yang belum sempat mendaftar diharapkan untuk mengikuti kegiatan serupa berikutnya melalui laman resmi dan media sosial CDC Forestry UGM.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    CDC-Forestry UGM Gelar Serangkaian Kegiatan Pengembangan Karier dan Kolaborasi Internasional di Bulan Juni 2025

    Pada bulan Juni 2025, Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni menghadapi dunia kerja melalui serangkaian kegiatan pengembangan karier dan kolaborasi internasional. Kegiatan ini meliputi berbagai program inspiratif yang bertujuan memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun jejaring strategis di tingkat nasional dan internasional.
     
    Salah satu kegiatan utama adalah Global Education Pathways yang diselenggarakan pada 14 Juni 2025. Dalam kegiatan ini, empat alumni UGM yang sedang menempuh studi di Australia, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat berbagi pengalaman mereka mendapatkan beasiswa internasional seperti LPDP, ADB-JSP, DAAD, dan Fulbright. Peserta yang mengikuti secara daring sebanyak 96 orang ini memperoleh wawasan lengkap mengenai peluang beasiswa, strategi aplikasi, serta pengalaman studi di luar negeri, sehingga dapat memotivasi dan mempersiapkan mereka untuk studi lanjutan di berbagai benua.
     
    Selain itu, CDC-Forestry UGM bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar kegiatan Knowledge Sharing bertajuk “Raih Peluang, Jemput Mimpi, dan Jadilah Generasi Emas Indonesia” pada 18 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta secara luring di Fakultas Kehutanan UGM dan bertujuan memotivasi generasi muda agar mampu mengembangkan potensi terbaiknya melalui berbagai peluang yang tersedia.
     
    Dalam rangka pengembangan talenta, CDC-Forestry UGM juga menyelenggarakan Talent Development Class: Collabora-talk – The Art of Networking pada 26 Juni 2025. Kerja sama dengan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM ini menghadirkan narasumber seperti Dr. Rangga Dachlan dan Hermudananto. Kegiatan daring ini membekali 35 peserta dari kelompok AGRO di UGM dengan strategi membangun jejaring profesional sejak masa kuliah, sehingga mereka dapat lebih siap bersaing di dunia kerja.
     
    Selain kegiatan pengembangan individu, CDC-Forestry UGM turut aktif dalam mendukung pelaksanaan Tracer Study UGM 2025. Program ini bertujuan memetakan relevansi pendidikan, kesiapan kerja, dan kontribusi alumni Fakultas Kehutanan di berbagai bidang profesi. Data yang terkumpul akan menjadi dasar untuk pengembangan kurikulum dan strategi peningkatan daya saing lulusan, memastikan bahwa pendidikan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
     
    Sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses informasi dan layanan karier, sejak 30 Juni 2025, situs resmi CDC-Forestry UGM dapat diakses di https://cdc-forestry.fkt.ugm.ac.id. Website ini menjadi pusat informasi mengenai peluang karier, pelatihan, lowongan pekerjaan, serta kegiatan kolaboratif yang relevan bagi mahasiswa dan alumni.
     
    Dalam rangka memperluas jejaring dan peluang kolaborasi, CDC-Forestry UGM menjalin komunikasi awal dengan berbagai mitra potensial, seperti MiriCanvas (platform desain grafis online berbasis AI), Beehive Drones (solusi pemetaan dan monitoring berbasis drone), Daemeter (konsultan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan), dan CarbonEthic (pengembang proyek karbon berbasis alam). Kemitraan ini diharapkan dapat membuka peluang magang, penelitian, kompetisi, dan program pengembangan kapasitas di bidang kehutanan dan lingkungan.
     
    Seluruh rangkaian kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13 tentang Aksi Iklim, SDG 15 terkait Kehidupan di Darat, dan SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Tujuan. Melalui berbagai program ini, CDC-Forestry UGM berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan kapasitas, memperkuat kesiapan karier mahasiswa dan alumni, serta memperluas jejaring kerjasama demi masa depan yang lebih berkelanjutan.
     
    Penulis: Hermudananto

  • |

    Workshop “From Paper to Career: Ubah CV, Ubah Nasib” membekali Mahasiswa dengan Keterampilan Menyusun CV Profesional

    Yogyakarta, 18 Oktober 2025 — Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) bekerja sama dengan Forestry Study Club (FSC) FKT UGM mengadakan workshop bertajuk “From Paper to Career: Ubah CV, Ubah Nasib” pada Sabtu (18/10) di ruang Multimedia, Gedung A Lantai 3 Fakultas Kehutanan UGM.
    Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Workshop bertujuan membekali peserta dengan keterampilan menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, profesional, dan kompetitif di dunia kerja maupun untuk pendaftaran beasiswa.

    Bedah Langsung CV Peserta oleh Narasumber
    Workshop menghadirkan Irenna Elizabeth, S.Ak., MBA sebagai narasumber. Dengan pengalaman profesional di bidang karier dan pengembangan sumber daya manusia, Irenna berbagi tips praktis tentang bagaimana menulis CV yang mampu menonjolkan potensi dan keunikan diri setiap mahasiswa.
    Menariknya, selama sesi berlangsung, Irenna juga melakukan review langsung terhadap beberapa CV peserta yang telah dikirim sebelumnya. Peserta mendapat masukan konkret mengenai format, konten, dan cara menyesuaikan CV dengan kebutuhan posisi kerja atau beasiswa yang diincar.
    “CV bukan sekadar dokumen, tapi cerminan profesionalisme dan arah karier kita,” ujar Irenna dalam sesi interaktif yang penuh antusiasme.

    Kolaborasi Positif untuk Pengembangan Karier Mahasiswa
    Ketua CDC-Forestry UGM, Hermudananto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara CDC dan FSC. Ia menilai workshop seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa sedini mungkin menghadapi dunia kerja.
    “Workshop ini menjadi contoh sinergi yang baik antara organisasi mahasiswa dan CDC dalam membangun kesiapan karier mahasiswa kehutanan, baik untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan studi dengan beasiswa,” ungkap Hermudananto.
    Sebagai bentuk apresiasi, CDC-Forestry memberikan suvenir narasumber, sementara narasumber Irenna Elizabeth turut memberikan cendera mata khusus dari Korea kepada tim panitia di akhir sesi.

    Pada kesempatan tersebut, turut dilaksanakan seremonial penandatanganan kerja sama antara Fakultas Kehutanan UGM dan MIRI DIH, perusahaan induk dari MiriCanvas. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia serta penyelenggaraan pelatihan di bidang kehutanan dan lingkungan, sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri teknologi kreatif.

    Antusiasme dan Manfaat Nyata bagi Peserta
    Selain mendapatkan e-sertifikat, peserta juga memperoleh merchandise menarik dan akses gratis satu tahun MiriCanvas Pro untuk menunjang pembuatan CV dan portofolio digital.
    Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan banyak peserta aktif bertanya dan berdiskusi. Melalui workshop ini, CDC-Forestry UGM berharap mahasiswa semakin siap dan percaya diri menghadapi persaingan karier di masa depan.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    CDC Forestry UGM Gelar Online Workshop “Mastering NVivo” untuk Perkuat Kapasitas Analisis Data Kualitatif

    Yogyakarta, 9 September 2026 — Career Development Center (CDC) Forestry, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan Online Workshop “Mastering NVivo: Mengubah Data Kualitatif Menjadi Wawasan Berkelanjutan” pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada pukul 15.30–17.00 WIB.
    Workshop menghadirkan Lutfiyyah Roihanah, S.Hut. sebagai narasumber. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis dalam mengelola, menganalisis, serta memvisualisasikan data kualitatif menggunakan perangkat lunak NVivo.

    Memperkuat Keterampilan Analisis Data Kualitatif

    Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep dasar qualitative data analysis dengan alur Data → Coding → Themes → Findings. NVivo diperkenalkan sebagai perangkat lunak yang dapat membantu peneliti mengorganisasi dan menganalisis data penelitian secara sistematis, termasuk transkrip, dokumen, PDF, catatan, audio/video, dan dataset.
    Penggunaan NVivo menjadi relevan terutama ketika peneliti menghadapi data yang beragam dan dalam jumlah besar. Melalui NVivo, proses pengorganisasian data, penelusuran kutipan, coding, serta eksplorasi pola dapat dilakukan secara lebih sistematis. Perangkat lunak ini juga membantu peneliti mengorganisasi literatur dan menghubungkan data dengan kategori, tema, hingga interpretasi.
    Pada sesi materi, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah konsep dasar dalam NVivo, antara lain Project, Files, Cases, dan Coding. Project menjadi ruang kerja utama penelitian, Files merupakan data atau dokumen yang dianalisis, Cases merepresentasikan unit analisis seperti informan, sedangkan Coding merupakan proses menghubungkan bagian data dengan node.

    Dari Coding Menuju Temuan Penelitian

    Workshop tidak hanya membahas proses memasukkan dan melakukan coding data, tetapi juga bagaimana hasil coding dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk menghasilkan wawasan penelitian.
    Setelah proses coding, NVivo menyediakan berbagai fitur untuk explore, visualize, dan interpret data. Peserta diperkenalkan pada fitur seperti Word Frequency, Text Search, Coding Query, dan Matrix Coding Query. Hasil analisis juga dapat divisualisasikan melalui Hierarchy Chart, Word Cloud, Project Map, dan Charts. Fitur-fitur tersebut dapat digunakan untuk membandingkan informan, melihat pola dan hubungan, serta menemukan perbedaan perspektif dalam data penelitian.
    Secara umum, tahapan pengolahan data dalam NVivo meliputi import data, organize sources, create code, coding, explore & query, visualize, hingga interpret. Dengan alur tersebut, data mentah dapat diolah secara sistematis hingga menghasilkan tema dan temuan penelitian.

    NVivo sebagai Alat, Peneliti Tetap Menjadi Pengambil Keputusan

    Salah satu pesan penting dalam workshop adalah bahwa NVivo hanyalah alat bantu dalam proses penelitian. Perangkat lunak ini dapat membantu mengorganisasi data, mengelola coding, menemukan pola, membandingkan data, serta memvisualisasikan hasil. Namun, keputusan ilmiah tetap berada pada peneliti, mulai dari menentukan research question, memilih data yang relevan, membuat keputusan coding, menafsirkan konteks, hingga menarik kesimpulan.
    Melalui kegiatan ini, CDC Forestry UGM mendorong peningkatan kapasitas mahasiswa, peneliti, akademisi, dan praktisi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses penelitian yang lebih sistematis dan berbasis data.
    Workshop “Mastering NVivo” sekaligus menjadi bagian dari upaya CDC Forestry UGM dalam menghadirkan kegiatan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan akademik dan profesional, khususnya dalam menghadapi data dan pendekatan penelitian yang semakin beragam di bidang kehutanan dan lingkungan.

    Penulis: Hermudananto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *