info

  • |

    Competency Training 2026 by Control Union Academy Indonesia × CDC Forestry UGM

    Join Competency Training 2026 by Control Union Academy Indonesia × CDC Forestry UGM and gain practical knowledge, industry insights, and globally relevant competencies.

    🌍 Learn from experts
    📚 Industry-focused training
    🤝 Expand your professional network
    🎓 Open for students & professionals

    Don’t miss the Early Bird & Special Price!

    Register link: http://ugm.id/CDCtrainingCUA2026

    #ControlUnionAcademy #CompetencyTraining #Sustainability #ProfessionalTraining #CareerDevelopment #ISO9001 #Forestry #SustainableTourism

  • |

    CDC-Forestry UGM Gelar Sharing Session “Explore Your Global Academic Journey”, Hadirkan Pengalaman Studi di Thailand dan Jepang

    Yogyakarta, 9 Juli 2026 – Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa melalui Sharing Session: Explore Your Global Academic Journey – Pengalaman Studi di Thailand & Jepang pada Kamis (9/7). Kegiatan yang berlangsung secara daring pukul 13.00–15.00 WIB ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari mahasiswa dan alumni yang berminat melanjutkan studi ke luar negeri.

    Acara dibuka oleh moderator, Farah, yang mengawali sesi dengan memperkenalkan tujuan kegiatan serta para narasumber. Selanjutnya, Ketua CDC-Forestry UGM, Hermudananto, menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

    Dalam sambutannya, Hermudananto menekankan bahwa kegiatan sharing session ini merupakan salah satu upaya CDC-Forestry UGM untuk memberikan inspirasi sekaligus motivasi kepada mahasiswa dalam mempersiapkan studi lanjut di luar negeri. Menurutnya, selain prestasi akademik, mahasiswa juga perlu memahami berbagai peluang, tantangan, serta strategi untuk mempersiapkan diri sebelum menempuh pendidikan di negara tujuan.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kehidupan akademik maupun non-akademik selama studi di luar negeri. Pengalaman langsung dari para narasumber diharapkan dapat membantu mahasiswa menyusun rencana studi yang lebih matang sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk mengejar kesempatan belajar di tingkat internasional,” ujar Hermudananto.

    Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh wawasan dari dua narasumber yang merupakan dosen Fakultas Kehutanan UGM dengan pengalaman studi internasional.

    Narasumber pertama, Dr. Alnus Meinata, dosen dan peneliti di Laboratorium Pemuliaan Pohon dan Dendrologi, membagikan pengalaman menempuh studi doktoral di University of Tsukuba, Jepang. Alnus memiliki kepakaran di bidang dendrologi, konservasi spesies berkayu, genetika, serta pemuliaan pohon, dengan fokus penelitian terkini pada pemanfaatan machine learning untuk pemuliaan jati dalam menghadapi perubahan iklim global. Selain aktif melakukan penelitian, ia juga terlibat dalam berbagai proyek biodiversitas sebagai ahli flora.

    Dalam pemaparannya, Alnus menjelaskan berbagai alasan mengapa studi ke luar negeri menjadi investasi penting bagi pengembangan karier akademik maupun profesional. Ia menekankan bahwa studi di luar negeri memberikan kesempatan untuk mengakses fasilitas riset berkelas dunia, membangun jejaring internasional, memperluas perspektif lintas disiplin ilmu, serta mengembangkan kemampuan adaptasi dan kepemimpinan. Selain itu, ia juga berbagi informasi mengenai berbagai pilihan beasiswa, peluang pendanaan dari universitas, serta alternatif pembiayaan lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa internasional. Ia juga mengajak peserta untuk tidak ragu mengejar kesempatan studi ke luar negeri karena tersedia berbagai skema beasiswa dan peluang kerja paruh waktu yang dapat membantu pembiayaan selama studi.

    Sementara itu, narasumber kedua, Annisa Primaningtyas, S.T., M.Eng., dosen Laboratorium Rekayasa Biomaterial, Departemen Teknologi Hasil Hutan, membagikan pengalaman menempuh studi doktoral di King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), Thailand. Annisa merupakan lulusan Program Sarjana dan Magister Teknik Kimia UGM dengan bidang penelitian yang berfokus pada keberlanjutan hasil hutan.

    Dalam sesinya, Annisa memberikan gambaran mengenai berbagai peluang studi di Thailand, mulai dari sistem pendidikan pascasarjana, biaya hidup yang relatif terjangkau, hingga beragam pilihan beasiswa dari pemerintah, universitas, maupun lembaga internasional. Ia juga membagikan langkah-langkah praktis untuk mencari calon pembimbing (advisor), menyusun dokumen aplikasi, serta mempersiapkan proses seleksi beasiswa. Tidak hanya membahas aspek akademik, Annisa juga mengulas berbagai tantangan non-akademik yang umum dihadapi mahasiswa internasional, seperti adaptasi budaya, bahasa, makanan, hingga mengatasi homesick. Menurutnya, persiapan yang matang dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci keberhasilan selama menjalani studi di luar negeri.

    Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai strategi memperoleh beasiswa, tips menghubungi calon pembimbing, persiapan kemampuan bahasa Inggris, hingga pengalaman beradaptasi dengan lingkungan akademik dan kehidupan sehari-hari di Jepang maupun Thailand.

    Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM berharap semakin banyak mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang memiliki keberanian untuk merencanakan studi lanjut di luar negeri serta mampu mempersiapkan diri secara akademik maupun non-akademik sejak dini. Sharing session ini juga menjadi bagian dari komitmen CDC-Forestry UGM dalam mendukung pengembangan kompetensi global mahasiswa serta memperluas akses terhadap peluang pendidikan internasional.

    Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh narasumber, moderator, dan peserta sebagai penutup rangkaian acara.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    SHARING SESSION PENGALAMAN STUDI DI THAILAND DAN JEPANG

    [REMINDER: SHARING SESSION HARI INI!] 🌏✈️

    Halo, Sobat Rimbawan!
    Jangan lupa, acara Sharing Session: Explore Your Global Academic Journey (Pengalaman Studi di Thailand & Jepang) akan dimulai sesaat lagi!
    Mari kita dengarkan langsung pengalaman, tips, dan strategi menembus kampus luar negeri bersama Alnus Meinata, Ph.D. dan Annisa Primaningtyas, M.Eng.
    🗓️ Hari ini! Kamis, 09 Juli 2026
    ⏰ Waktu: 13.00 – 15.00 WIB
    Silakan bergabung ke dalam ruang pertemuan virtual melalui tautan berikut:

    🔗 Link Zoom: https://ugm-id.zoom.us/j/97996559805
    🆔 Meeting ID: 979 9655 9805

    Siapkan pertanyaan terbaik kamu untuk sesi Q&A nanti!

    Sampai jumpa di ruang virtual dan mari siapkan langkah menuju perjalanan akademik globalmu! 🚀🎓

    Salam,
    CDC Forestry UGM

  • |

    Persiapan Menuju Magister dan Doktor Kehutanan UGM melalui EPIC Workshop 2026

    Yogyakarta, 08 Mei 2026 – Dalam upaya mendukung pengembangan kapasitas akademik mahasiswa dan lulusan kehutanan yang berencana melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana, International Forestry Students’ Association Local Committee Universitas Gadjah Mada (IFSA LC UGM) berkolaborasi dengan Unit Kerja Pengembangan Karir Fakultas Kehutanan UGM (CDC-Forestry UGM) menyelenggarakan EPIC Workshop 2026 bertajuk “Your Pathway to Forestry Graduate Studies at UGM: Mastering AcEPT & PAPs, Admissions, and Academic Readiness”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026 ini menghadirkan berbagai narasumber berpengalaman untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses penerimaan mahasiswa pascasarjana UGM, strategi menghadapi AcEPT dan PAPs, serta persiapan akademik yang diperlukan untuk menempuh pendidikan magister dan doktoral. Workshop ini menjadi wadah yang bermanfaat bagi peserta dalam merencanakan langkah studi lanjut secara lebih terarah dan matang.

    Gambar 1. Sesi pembukaan.

    Sesi pembukaan terdiri atas empat rangkaian utama dan secara resmi dimulai pada pukul 08.00 WIB, dipandu oleh Master of Ceremony (MC). Kegiatan diawali dengan sambutan dari Project Officer, Radityas Pradnya P., yang menyampaikan tujuan pelaksanaan acara sekaligus menekankan pentingnya persiapan akademik dan administratif bagi calon mahasiswa pascasarjana dimana sekitar 50 peserta yang hadir secara daring berpartisipasi dalam kegiatan workshop ini.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan CDC, Dr. Hairi Cipta, S.Hut., M.Agr., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini serta harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang bermakna bagi seluruh peserta. Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU., turut memberikan sambutan dengan menekankan pentingnya mengikuti workshop sebagai sarana untuk memahami lebih dalam proses penerimaan program magister (S2) dan doktoral (S3) khususnya di Fakultas Kehutanan UGM.

    Beliau juga menjelaskan pentingnya AcEPT dalam mendukung pengembangan akademik dan profesional, serta peran PAPs dalam mempersiapkan mahasiswa untuk melanjutkan studi pascasarjana. Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan workshop ini secara optimal sebagai langkah awal dalam melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada.

    Gambar 2. Sesi pertama, Master’s Degree Application Process and octoral Degree Application Process.

    Sesi pertama bertajuk Master’s Degree Application Process and Doctoral Degree Application Process dilaksanakan pada pukul 08.20–09.20 WIB dan diikuti oleh seluruh peserta. Sesi ini menghadirkan Emma Soraya, S.Hut., M.For., Ph.D., IPU sebagai pemateri mengenai proses pendaftaran program magister (S2) serta Prof. Ir. Eny Faridah, M.Sc., Ph.D., IPM sebagai pemateri mengenai proses pendaftaran program doktoral (S3).

    Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai proses penerimaan mahasiswa pascasarjana di UGM, meliputi persyaratan administrasi, prosedur seleksi, mekanisme pengumpulan dokumen, hingga tahapan akhir registrasi mahasiswa. Selain itu, kedua pemateri juga menyoroti berbagai aspek teknis penting yang perlu diperhatikan oleh calon pendaftar agar proses pendaftaran dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dokumentasi sesi pleno pertama ini disajikan pada Gambar 2.

    Gambar 3. Sesi ke-2, AcEPT: What is AcEPT?

    Workshop dilanjutkan dengan sesi kedua yang berlangsung pada pukul 09.30–11.30 WIB dan berfokus pada AcEPT (Academic English Proficiency Test), yang disampaikan oleh Novi Wulandari, S.S.,M.A. dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. Pada sesi ini, peserta memperoleh pengenalan komprehensif mengenai struktur dan aspek teknis ujian AcEPT, meliputi format tes, jenis soal yang umum diujikan, serta strategi efektif dalam menjawab soal.

      Selain itu, pemateri juga membagikan berbagai tips dan metode pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris akademik peserta sebagai persiapan melanjutkan studi pascasarjana. Untuk memperdalam pemahaman peserta, sesi ini turut dilengkapi dengan diskusi interaktif dan tanya jawab, sehingga peserta dapat berkonsultasi secara langsung mengenai strategi belajar dan teknik persiapan menghadapi ujian AcEPT.

    Gambar 4. Sesi tiga, PAPs (Preparation, Technical Skills, and Question Review)

    Pada pukul 13.30–15.30 WIB, sesi ketiga mengenai PAPs (Graduate Academic Potential Test) dilaksanakan dengan materi yang disampaikan oleh Lusiana Yashinta Ellysa Putri, S.Psi., M.Sc. dari Fakultas Psikologi UGM. Sesi ini memberikan gambaran umum kepada peserta mengenai ujian PAPs, meliputi metode persiapan, strategi efektif dalam menyelesaikan soal, serta pembahasan contoh-contoh soal yang umum dijumpai dalam ujian. Selain pemaparan materi, peserta juga terlibat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab secara langsung, sehingga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pendekatan yang efektif dalam menjawab soal PAPs serta mempersiapkan diri menghadapi proses ujian.

    Gambar 5. Sesi empat, Quiz and Evaluation

    Pada pukul 15.30–15.50 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC) bersama pemateri AcEPT, Novi Wulandari, M.A. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta sekaligus mengevaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan selama rangkaian workshop.

    Selanjutnya, pada pukul 15.50–15.55 WIB, peserta diminta untuk mengisi formulir evaluasi terkait pelaksanaan EPIC Workshop & Test. Evaluasi ini bertujuan untuk memperoleh umpan balik serta mengukur tingkat kepuasan peserta, yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program serupa di masa mendatang.

    Pada pukul 15.55–16.00 WIB, EPIC Workshop secara resmi ditutup oleh Master of Ceremony (MC), yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemateri, peserta, sponsor, serta panitia atas kontribusi dan dukungan selama kegiatan berlangsung. Dalam sesi penutupan, peserta juga memperoleh informasi penting mengenai pelaksanaan serta prosedur administratif ujian AcEPT dan PAPs. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bagian dari dokumentasi pelaksanaan workshop.

    Melalui rangkaian sesi yang informatif dan interaktif, EPIC Workshop 2026 berhasil memberikan wawasan, motivasi, serta bekal praktis bagi peserta yang bercita-cita melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini tidak hanya membantu peserta memahami proses seleksi dan persyaratan akademik, tetapi juga mendorong mereka untuk mempersiapkan diri secara lebih optimal dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi. Sejalan dengan komitmen dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, EPIC Workshop 2026 turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas dan penguatan kapasitas akademik generasi muda. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan untuk mendukung lahirnya calon-calon akademisi, peneliti, dan profesional kehutanan yang kompeten serta berdaya saing global.

    Penulis:

    Radityas Pradnya Prabawatirta

    Hermudananto

  • |

    Forest Empowerment and Sustainability Intern at Asia Pulp & Paper (APP)

    Are you a final-year student or fresh graduate majoring in Forestry / Natural
    Resources or related fields? Looking to start your career in APP? This opportunity is
    for you!
    Job Responsibility:

    1. Internal Documentation & Evidence Support
    2. Data Management & Internal Project Support
    3. Research & Knowledge Support
    4. Administrative & Coordination Support
      Job Requirements:
    5. Final year students and Fresh Graduates with a minimum Bachelor’s degree in
      Forestry or any related fields are welcome to apply
    6. Strong interest in sustainability, forest governance and FSC certification
    7. Good in English, both writing and speaking (is a must)
    8. Excellence skills in Excel, Word and PowerPoint
      Working Arrangement:
      Work From Office (WFO), Monday-Friday, 08:00-17:00 WIB
      Contract Duration: 6-8 months
      Location: Alam Sutera
      If you are interested, please send your CV to Noviana_I_Sari@app.co.id and cc it to
      @Irena_Fortunata@app.co.id and Sisca_Pratama@app.co.id with the subject: ” FES
      Intern – Name – Domicile”
      Start your journey with us!

  • |

    Kesempatan Magang Periode Agustus 2026 di PT Bumitama Gunajaya Agro

    MAGANG DI INDUSTRI PERKEBUNAN? WHY NOT!

    PT Bumitama Gunajaya Agro membuka kesempatan Magang Mandiri 2026 untuk kamu yang ingin mendapatkan pengalaman nyata di dunia kerja.

    📍 Penempatan: Kalimantan Barat / Kalimantan Tengah
    📅 Durasi: Juli – Desember 2026 (min. 5 bulan)

    🎓 Untuk mahasiswa minimal semester 5 dari jurusan:
    Agronomi • Agroteknologi • Ilmu Tanah • Teknik Pertanian • Kehutanan • Agribisnis • Teknik Mesin / Elektro

    📲 Daftar sekarang:
    bit.ly/BGAMagangMandiri2026
    atau scan QR pada poster.

    ✨ Saatnya belajar langsung dari industri dan memperluas pengalamanmu!

  • |

    Fakultas Kehutanan UGM dan Forest Stewardship Council (FSC) Indonesia Jajaki Peluang Kolaborasi

    Yogyakarta, 14 Januari 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Career Development Center (CDC)-Forestry UGM menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Forest Stewardship Council (FSC) Indonesia dalam rangka penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional. Kegiatan penjajakan kolaborasi ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di lingkungan Fakultas Kehutanan UGM.

    Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., Director Teknis FSC Indonesia, Hartono Prabowo, serta perwakilan CDC-Forestry UGM, yaitu Hermudananto selaku ketua dan Dr. Hairi Cipta selaku wakil ketua.

    Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif dan interaktif, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan, terutama dalam bidang penelitian terkait sertifikasi pengelolaan hutan berkelanjutan. Sejumlah isu strategis dalam skema FSC menjadi fokus pembahasan, antara lain FSC Remedy Framework, Intact Forest Landscape (IFL), serta peluang kerja sama lain yang relevan dengan dinamika pengelolaan hutan lestari di Indonesia.

    Prof. Widiyatno menyampaikan bahwa Fakultas Kehutanan UGM sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan lembaga internasional seperti FSC, khususnya dalam mendukung pengembangan riset berbasis bukti ilmiah yang dapat berkontribusi pada kebijakan dan praktik pengelolaan hutan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi sektor kehutanan dan masyarakat.

    Sementara itu, Hartono Prabowo menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung implementasi standar dan skema FSC melalui riset, kajian ilmiah, serta pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, UGM sebagai salah satu institusi pendidikan kehutanan terkemuka di Indonesia memiliki posisi strategis untuk berkontribusi dalam pengembangan dan evaluasi penerapan sertifikasi FSC di tingkat nasional maupun global.

    Melalui pertemuan ini, CDC-Forestry UGM berperan sebagai penghubung awal dalam merumuskan bentuk-bentuk kerja sama yang potensial, baik dalam bentuk penelitian bersama, diskusi ilmiah, kuliah tamu, maupun pengembangan program kolaboratif lainnya. Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemitraan yang berkelanjutan antara FSC dan Fakultas Kehutanan UGM.

    Pada siang hari di tanggal yang sama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Hartono Prabowo dengan judul “Hutan Masa Depan Indonesia: Antara Kelestarian, Sertifikasi, dan Tanggung Jawab Global.” Kuliah umum ini membahas tantangan dan peluang pengelolaan hutan Indonesia ke depan dalam konteks tuntutan global terhadap keberlanjutan, peran sertifikasi hutan, serta tanggung jawab Indonesia dalam menjaga kelestarian hutan dunia.

    Ke depan, hasil diskusi dan kegiatan ini akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dan perumusan agenda kerja sama yang lebih konkret, sejalan dengan komitmen bersama untuk mendorong pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Delegasi Tokyo Metropolitan Government Jajaki Potensi SDM di Fakultas Kehutanan UGM

    Yogyakarta, 2 Desember 2025 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM) menerima kunjungan strategis dari delegasi Pemerintah Prefektur Tokyo Metropolitan (Tokyo Metropolitan Government/TMG) pada Selasa (2/12). Delegasi dari Biro Industri dan Tenaga Kerja, khususnya Divisi Kehutanan, ini hadir dengan didampingi oleh staf KBRI Tokyo dan Kementerian Luar Negeri RI.

    Kunjungan ini bertujuan memetakan potensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia guna menjawab kebutuhan tenaga kerja sektor kehutanan di Jepang yang tengah menghadapi tantangan defisit tenaga terampil. Agenda kunjungan meliputi diskusi terbatas, kuliah umum, hingga peninjauan fasilitas laboratorium.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi terbatas yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, Dr. Kaharuddin; Direktur KHDTK Wanagama I, Rini Pujiarti, Ph.D.; Ketua CDC-Forestry FKT UGM, Hermudananto.; serta dosen FKT UGM lainnya, Dr. Ratih Madya Septiana dan Dr. Hairi Cipta.

    Diskusi tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis, antara lain program magang mahasiswa, pengembangan kurikulum yang relevan dengan sektor kehutanan dan industri kayu di Jepang, serta inisiatif pelatihan kompetensi.

    Agenda berlanjut dengan kuliah umum yang dihadiri oleh mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2). Dalam sesi yang dimoderatori oleh Dr. Hairi Cipta ini, perwakilan TMG, Mr. Ryota Higashi, memaparkan situasi terkini industri kehutanan di Tokyo. Dengan dibantu oleh Bapak Andri Sumaryadi selaku penerjemah, materi tersampaikan dengan baik dan memicu antusiasme peserta. Hal ini terlihat dari jalannya diskusi yang interaktif serta tingginya minat mahasiswa untuk berkarier di Jepang.

    Sebagai penutup rangkaian acara, delegasi diajak meninjau infrastruktur riset dan pembelajaran di sejumlah laboratorium. Kunjungan dilakukan ke Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan yang dipandu oleh Dr. Ratih Madya Septiana dan Hermudananto.; Laboratorium Pengolahan Hasil Hutan dipandu oleh Denny Irawati, Ph.D. dan Dr.Agr.Sc. Siti Hanifah Mahdiyanti; serta Laboratorium Silvikultur Intensif yang dipandu oleh Ananto Triyogo, Ph.D.

    Meski peluang terbuka lebar, kedua belah pihak menyoroti tantangan teknis terkait prosedur pendaftaran dan persyaratan kerja yang perlu segera dijembatani agar kerja sama ini dapat terealisasi dengan optimal.

    Penulis: Hairi Cipta

  • |

    EPIC Test 2025: Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kompetensi Bahasa Inggris Mahasiswa Kehutanan UGM

    Yogyakarta, 29 Oktober 2025 – Asosiasi Mahasiswa Kehutanan Internasional (International Forestry Students’ Association/IFSA) berkolaborasi dengan Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan UGM sukses menyelenggarakan EPIC TEST 2025 “Conquer & Connect: Bridging Worlds with Confident Communication”, sebuah rangkaian kegiatan peningkatan kemampuan bahasa Inggris yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peserta memahami tingkat kemahiran berbahasa mereka serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang akademik dan profesional. Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi utama, bekerja sama dengan OMNI English Indonesia, menghadirkan Hary Prasojo Syafa’atillah, CEO & Founder OMNI English Indonesia, sebagai narasumber.

    Rangkaian acara dimulai dengan Masterclass Session pada Jumat, 24 Oktober, bertempat di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM. Pada sesi ini, peserta mendapatkan strategi efektif, tips praktis, dan wawasan mendalam mengenai cara menghadapi tes kemampuan bahasa Inggris secara optimal. Kegiatan ini tidak hanya membekali peserta dengan teknik menghadapi ujian, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai komunikasi yang percaya diri dan efektif dalam konteks global.

    Selanjutnya, pada Rabu, 29 Oktober, dilaksanakan sesi English Proficiency Test, yaitu tes kemampuan bahasa Inggris sesungguhnya yang memberikan hasil objektif sekaligus sertifikat resmi bagi peserta. Sertifikat tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari syarat kelulusan, beasiswa, hingga persiapan memasuki dunia kerja. Selain itu, peserta juga memperoleh sertifikat masterclass serta kesempatan untuk berjejaring dan mendapatkan panduan personal dalam meningkatkan skor mereka di masa mendatang.

    Kegiatan EPIC Test 2025 diikuti oleh 57 peserta, yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris serta kesiapan menghadapi tantangan global. CDC–Forestry UGM berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa dan peserta lain untuk mengembangkan potensi diri, memperluas peluang masa depan, serta membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi di tingkat internasional.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Workshop “From Paper to Career: Ubah CV, Ubah Nasib” membekali Mahasiswa dengan Keterampilan Menyusun CV Profesional

    Yogyakarta, 18 Oktober 2025 — Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) bekerja sama dengan Forestry Study Club (FSC) FKT UGM mengadakan workshop bertajuk “From Paper to Career: Ubah CV, Ubah Nasib” pada Sabtu (18/10) di ruang Multimedia, Gedung A Lantai 3 Fakultas Kehutanan UGM.
    Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Workshop bertujuan membekali peserta dengan keterampilan menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, profesional, dan kompetitif di dunia kerja maupun untuk pendaftaran beasiswa.

    Bedah Langsung CV Peserta oleh Narasumber
    Workshop menghadirkan Irenna Elizabeth, S.Ak., MBA sebagai narasumber. Dengan pengalaman profesional di bidang karier dan pengembangan sumber daya manusia, Irenna berbagi tips praktis tentang bagaimana menulis CV yang mampu menonjolkan potensi dan keunikan diri setiap mahasiswa.
    Menariknya, selama sesi berlangsung, Irenna juga melakukan review langsung terhadap beberapa CV peserta yang telah dikirim sebelumnya. Peserta mendapat masukan konkret mengenai format, konten, dan cara menyesuaikan CV dengan kebutuhan posisi kerja atau beasiswa yang diincar.
    “CV bukan sekadar dokumen, tapi cerminan profesionalisme dan arah karier kita,” ujar Irenna dalam sesi interaktif yang penuh antusiasme.

    Kolaborasi Positif untuk Pengembangan Karier Mahasiswa
    Ketua CDC-Forestry UGM, Hermudananto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara CDC dan FSC. Ia menilai workshop seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa sedini mungkin menghadapi dunia kerja.
    “Workshop ini menjadi contoh sinergi yang baik antara organisasi mahasiswa dan CDC dalam membangun kesiapan karier mahasiswa kehutanan, baik untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan studi dengan beasiswa,” ungkap Hermudananto.
    Sebagai bentuk apresiasi, CDC-Forestry memberikan suvenir narasumber, sementara narasumber Irenna Elizabeth turut memberikan cendera mata khusus dari Korea kepada tim panitia di akhir sesi.

    Pada kesempatan tersebut, turut dilaksanakan seremonial penandatanganan kerja sama antara Fakultas Kehutanan UGM dan MIRI DIH, perusahaan induk dari MiriCanvas. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia serta penyelenggaraan pelatihan di bidang kehutanan dan lingkungan, sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri teknologi kreatif.

    Antusiasme dan Manfaat Nyata bagi Peserta
    Selain mendapatkan e-sertifikat, peserta juga memperoleh merchandise menarik dan akses gratis satu tahun MiriCanvas Pro untuk menunjang pembuatan CV dan portofolio digital.
    Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan banyak peserta aktif bertanya dan berdiskusi. Melalui workshop ini, CDC-Forestry UGM berharap mahasiswa semakin siap dan percaya diri menghadapi persaingan karier di masa depan.

    Penulis: Hermudananto