|

Forest Empowerment and Sustainability Intern at Asia Pulp & Paper (APP)

Are you a final-year student or fresh graduate majoring in Forestry / Natural
Resources or related fields? Looking to start your career in APP? This opportunity is
for you!
Job Responsibility:

  1. Internal Documentation & Evidence Support
  2. Data Management & Internal Project Support
  3. Research & Knowledge Support
  4. Administrative & Coordination Support
    Job Requirements:
  5. Final year students and Fresh Graduates with a minimum Bachelor’s degree in
    Forestry or any related fields are welcome to apply
  6. Strong interest in sustainability, forest governance and FSC certification
  7. Good in English, both writing and speaking (is a must)
  8. Excellence skills in Excel, Word and PowerPoint
    Working Arrangement:
    Work From Office (WFO), Monday-Friday, 08:00-17:00 WIB
    Contract Duration: 6-8 months
    Location: Alam Sutera
    If you are interested, please send your CV to Noviana_I_Sari@app.co.id and cc it to
    @Irena_Fortunata@app.co.id and Sisca_Pratama@app.co.id with the subject: ” FES
    Intern – Name – Domicile”
    Start your journey with us!

Similar Posts

  • |

    CDC-Forestry UGM Gelar Sharing Session “Explore Your Global Academic Journey”, Hadirkan Pengalaman Studi di Thailand dan Jepang

    Yogyakarta, 9 Juli 2026 – Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa melalui Sharing Session: Explore Your Global Academic Journey – Pengalaman Studi di Thailand & Jepang pada Kamis (9/7). Kegiatan yang berlangsung secara daring pukul 13.00–15.00 WIB ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari mahasiswa dan alumni yang berminat melanjutkan studi ke luar negeri.

    Acara dibuka oleh moderator, Farah, yang mengawali sesi dengan memperkenalkan tujuan kegiatan serta para narasumber. Selanjutnya, Ketua CDC-Forestry UGM, Hermudananto, menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

    Dalam sambutannya, Hermudananto menekankan bahwa kegiatan sharing session ini merupakan salah satu upaya CDC-Forestry UGM untuk memberikan inspirasi sekaligus motivasi kepada mahasiswa dalam mempersiapkan studi lanjut di luar negeri. Menurutnya, selain prestasi akademik, mahasiswa juga perlu memahami berbagai peluang, tantangan, serta strategi untuk mempersiapkan diri sebelum menempuh pendidikan di negara tujuan.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kehidupan akademik maupun non-akademik selama studi di luar negeri. Pengalaman langsung dari para narasumber diharapkan dapat membantu mahasiswa menyusun rencana studi yang lebih matang sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk mengejar kesempatan belajar di tingkat internasional,” ujar Hermudananto.

    Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh wawasan dari dua narasumber yang merupakan dosen Fakultas Kehutanan UGM dengan pengalaman studi internasional.

    Narasumber pertama, Dr. Alnus Meinata, dosen dan peneliti di Laboratorium Pemuliaan Pohon dan Dendrologi, membagikan pengalaman menempuh studi doktoral di University of Tsukuba, Jepang. Alnus memiliki kepakaran di bidang dendrologi, konservasi spesies berkayu, genetika, serta pemuliaan pohon, dengan fokus penelitian terkini pada pemanfaatan machine learning untuk pemuliaan jati dalam menghadapi perubahan iklim global. Selain aktif melakukan penelitian, ia juga terlibat dalam berbagai proyek biodiversitas sebagai ahli flora.

    Dalam pemaparannya, Alnus menjelaskan berbagai alasan mengapa studi ke luar negeri menjadi investasi penting bagi pengembangan karier akademik maupun profesional. Ia menekankan bahwa studi di luar negeri memberikan kesempatan untuk mengakses fasilitas riset berkelas dunia, membangun jejaring internasional, memperluas perspektif lintas disiplin ilmu, serta mengembangkan kemampuan adaptasi dan kepemimpinan. Selain itu, ia juga berbagi informasi mengenai berbagai pilihan beasiswa, peluang pendanaan dari universitas, serta alternatif pembiayaan lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa internasional. Ia juga mengajak peserta untuk tidak ragu mengejar kesempatan studi ke luar negeri karena tersedia berbagai skema beasiswa dan peluang kerja paruh waktu yang dapat membantu pembiayaan selama studi.

    Sementara itu, narasumber kedua, Annisa Primaningtyas, S.T., M.Eng., dosen Laboratorium Rekayasa Biomaterial, Departemen Teknologi Hasil Hutan, membagikan pengalaman menempuh studi doktoral di King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), Thailand. Annisa merupakan lulusan Program Sarjana dan Magister Teknik Kimia UGM dengan bidang penelitian yang berfokus pada keberlanjutan hasil hutan.

    Dalam sesinya, Annisa memberikan gambaran mengenai berbagai peluang studi di Thailand, mulai dari sistem pendidikan pascasarjana, biaya hidup yang relatif terjangkau, hingga beragam pilihan beasiswa dari pemerintah, universitas, maupun lembaga internasional. Ia juga membagikan langkah-langkah praktis untuk mencari calon pembimbing (advisor), menyusun dokumen aplikasi, serta mempersiapkan proses seleksi beasiswa. Tidak hanya membahas aspek akademik, Annisa juga mengulas berbagai tantangan non-akademik yang umum dihadapi mahasiswa internasional, seperti adaptasi budaya, bahasa, makanan, hingga mengatasi homesick. Menurutnya, persiapan yang matang dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci keberhasilan selama menjalani studi di luar negeri.

    Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai strategi memperoleh beasiswa, tips menghubungi calon pembimbing, persiapan kemampuan bahasa Inggris, hingga pengalaman beradaptasi dengan lingkungan akademik dan kehidupan sehari-hari di Jepang maupun Thailand.

    Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM berharap semakin banyak mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang memiliki keberanian untuk merencanakan studi lanjut di luar negeri serta mampu mempersiapkan diri secara akademik maupun non-akademik sejak dini. Sharing session ini juga menjadi bagian dari komitmen CDC-Forestry UGM dalam mendukung pengembangan kompetensi global mahasiswa serta memperluas akses terhadap peluang pendidikan internasional.

    Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh narasumber, moderator, dan peserta sebagai penutup rangkaian acara.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Online Workshop: “Mastering NVIVO: Mengubah Data Kualitatif Menjadi Wawasan Berkelanjutan”

    ONLINE WORKSHOP: MASTERING NVIVO 📊✨
    Sobat Rimbawan, punya banyak data kualitatif dari hasil wawancara, observasi, atau FGD tapi bingung cara menyusun analisisnya? Jangan biarkan data Anda menumpuk tanpa makna.
    Mari kuasai pengolahan data kualitatif bersama CDC Forestry UGM dalam Online Workshop: “Mastering NVIVO: Mengubah Data Kualitatif Menjadi Wawasan Berkelanjutan”. Kita akan belajar langsung cara mengelola, menganalisis, hingga memvisualisasikan data agar hasil penelitian menjadi lebih tajam dan mendalam.
    🗣️ Narasumber: Lutfiyyah Roihanah, S.Hut.
    🗓️ Hari, Tanggal: Rabu, 09 September 2026
    ⏰ Waktu: 15.30 – 17.00 WIB
    📍 Platform: Online (Zoom)
    Segera amankan kursimu! Daftar sekarang melalui tautan berikut atau scan QR Code pada poster:
    đź”— http://ugm.id/MasteringNVivo
    Mari ubah data menjadi wawasan yang berdampak. Sampai jumpa di Zoom! 🌳🎓

  • |

    CDC Forestry UGM Gelar Online Workshop “Mastering NVivo” untuk Perkuat Kapasitas Analisis Data Kualitatif

    Yogyakarta, 9 September 2026 — Career Development Center (CDC) Forestry, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan Online Workshop “Mastering NVivo: Mengubah Data Kualitatif Menjadi Wawasan Berkelanjutan” pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada pukul 15.30–17.00 WIB.
    Workshop menghadirkan Lutfiyyah Roihanah, S.Hut. sebagai narasumber. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis dalam mengelola, menganalisis, serta memvisualisasikan data kualitatif menggunakan perangkat lunak NVivo.

    Memperkuat Keterampilan Analisis Data Kualitatif

    Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep dasar qualitative data analysis dengan alur Data → Coding → Themes → Findings. NVivo diperkenalkan sebagai perangkat lunak yang dapat membantu peneliti mengorganisasi dan menganalisis data penelitian secara sistematis, termasuk transkrip, dokumen, PDF, catatan, audio/video, dan dataset.
    Penggunaan NVivo menjadi relevan terutama ketika peneliti menghadapi data yang beragam dan dalam jumlah besar. Melalui NVivo, proses pengorganisasian data, penelusuran kutipan, coding, serta eksplorasi pola dapat dilakukan secara lebih sistematis. Perangkat lunak ini juga membantu peneliti mengorganisasi literatur dan menghubungkan data dengan kategori, tema, hingga interpretasi.
    Pada sesi materi, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah konsep dasar dalam NVivo, antara lain Project, Files, Cases, dan Coding. Project menjadi ruang kerja utama penelitian, Files merupakan data atau dokumen yang dianalisis, Cases merepresentasikan unit analisis seperti informan, sedangkan Coding merupakan proses menghubungkan bagian data dengan node.

    Dari Coding Menuju Temuan Penelitian

    Workshop tidak hanya membahas proses memasukkan dan melakukan coding data, tetapi juga bagaimana hasil coding dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk menghasilkan wawasan penelitian.
    Setelah proses coding, NVivo menyediakan berbagai fitur untuk explore, visualize, dan interpret data. Peserta diperkenalkan pada fitur seperti Word Frequency, Text Search, Coding Query, dan Matrix Coding Query. Hasil analisis juga dapat divisualisasikan melalui Hierarchy Chart, Word Cloud, Project Map, dan Charts. Fitur-fitur tersebut dapat digunakan untuk membandingkan informan, melihat pola dan hubungan, serta menemukan perbedaan perspektif dalam data penelitian.
    Secara umum, tahapan pengolahan data dalam NVivo meliputi import data, organize sources, create code, coding, explore & query, visualize, hingga interpret. Dengan alur tersebut, data mentah dapat diolah secara sistematis hingga menghasilkan tema dan temuan penelitian.

    NVivo sebagai Alat, Peneliti Tetap Menjadi Pengambil Keputusan

    Salah satu pesan penting dalam workshop adalah bahwa NVivo hanyalah alat bantu dalam proses penelitian. Perangkat lunak ini dapat membantu mengorganisasi data, mengelola coding, menemukan pola, membandingkan data, serta memvisualisasikan hasil. Namun, keputusan ilmiah tetap berada pada peneliti, mulai dari menentukan research question, memilih data yang relevan, membuat keputusan coding, menafsirkan konteks, hingga menarik kesimpulan.
    Melalui kegiatan ini, CDC Forestry UGM mendorong peningkatan kapasitas mahasiswa, peneliti, akademisi, dan praktisi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses penelitian yang lebih sistematis dan berbasis data.
    Workshop “Mastering NVivo” sekaligus menjadi bagian dari upaya CDC Forestry UGM dalam menghadirkan kegiatan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan akademik dan profesional, khususnya dalam menghadapi data dan pendekatan penelitian yang semakin beragam di bidang kehutanan dan lingkungan.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Pelatihan ESG dan Masa Depan Kehutanan Indonesia

    Halo Mahasiswa/i Kehutanan UGM! 🌿 👋

    Punya minat di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) serta ingin tahu bagaimana implementasinya di sektor kehutanan Indonesia?

    Ikuti pelatihan spesial yang diselenggarakan oleh CDC Forestry UGM dan Daemeter!

    🌳 Detail Pelatihan
    Tema: ESG dan Masa Depan Kehutanan Indonesia
    Tanggal: 19 Agustus 2025
    Waktu: 14.00 – 16.00 WIB
    Tempat: Ruang Multimedia (A. 303) Fakultas Kehutanan UGM
    Narasumber: Sahat Aritonang, Director of Technical Operation Daemeter

    ✨ Kenapa kamu harus ikut?
    Kamu akan mendapatkan wawasan mendalam tentang tren keberlanjutan global, peran ESG dalam investasi dan bisnis, serta dampaknya terhadap masa depan kehutanan di Indonesia. Cocok untuk mahasiswa, peneliti, praktisi, atau siapa pun yang tertarik dengan isu-isu ini.

    📝 Link Pendaftaran
    https://bit.ly/PendaftaranESG-CDC
    Ayo segera daftar karena kuota terbatas! Sampai jumpa di pelatihan! đź‘‹

    Salam hangat,
    Tim CDC-Forestry UGM

  • |

    Sharing Session “Green Future, Green Career” Membangun Semangat Mahasiswa Menuju Karier Kehutanan Berkelanjutan

    Yogyakarta, 16 Oktober 2025 — Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertajuk “Green Future, Green Career: Membangun Masa Depan Berkelanjutan melalui Kehutanan” pada Kamis (16/10) di Selasar Gedung The Integrated Forest Farming Learning Centre (IFFLC) Fakultas Kehutanan UGM.

    Kegiatan ini diikuti secara hybrid, baik luring maupun daring, dan dihadiri oleh mahasiswa dan alumni. Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan mahasiswa tentang peluang karier di bidang kehutanan dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau.

    Pelatihan menghadirkan lima narasumber inspiratif dari latar belakang yang beragam, yakni:

    • Nurpana Sulaksono – Kasubag TU Taman Nasional Gunung Merbabu,
    • Rendy Agung Firmansyah – CEO PT Trifos Internasional Sertifikasi (TRIC),
    • Wiryawan – Owner MEDJORA CafĂ© & Resto,
    • Imam A. El Marzuq – Global Lead Thriving Landscapes, Rainforest Alliance,
    • Ragita Wirastri – Manajer Promosi, Marketing & Komunikasi, Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC).

    Acara dipandu oleh Hermudananto, Ketua CDC-Forestry UGM, yang juga bertindak sebagai moderator. Para narasumber membagikan pengalaman dan pandangan mereka tentang peran penting sektor kehutanan dalam menghadapi tantangan global, termasuk peluang karier di bidang konservasi, sertifikasi, wirausaha hijau, dan lembaga internasional.

    “Mahasiswa kehutanan memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam inovasi bisnis dan kebijakan berkelanjutan,” ujar Hermudananto dalam sambutannya.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Hero Marhaento, perwakilan alumni Kehutanan UGM angkatan 2000 (Wanawasa 2000) yang tengah merayakan reuni 25 tahun. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula seremonial penyerahan renovasi ruang CDC-Forestry UGM yang berlokasi di lantai 7 Gedung IFFLC, sebagai bentuk kontribusi alumni untuk mendukung pengembangan kapasitas dan kompetensi generasi muda forester.

    “Renovasi ruang CDC ini merupakan wujud nyata kepedulian alumni terhadap adik-adiknya di Fakultas Kehutanan. Kami berharap ruang ini dapat menjadi pusat pengembangan karier dan inovasi mahasiswa,” ujar Hero Marhaento.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU, memberikan sambutan penutup sekaligus apresiasi yang tinggi kepada alumni Kehutanan UGM angkatan 2000 atas dukungan dan kontribusinya bagi pengembangan kampus.

    “Sinergi antara mahasiswa, alumni, dan fakultas seperti ini adalah modal penting untuk membangun generasi forester yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Dwiko.

    Acara ditutup dengan penyerahan suvenir kepada para narasumber oleh Hairi Cipta, perwakilan CDC-Forestry UGM, serta sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia sebagai penanda berakhirnya kegiatan penuh inspirasi ini.

    Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk menyiapkan karier di bidang kehutanan yang tidak hanya berorientasi pada pekerjaan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

    Penulis: Hermudananto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *