|

Workshop “From Paper to Career: Ubah CV, Ubah Nasib” membekali Mahasiswa dengan Keterampilan Menyusun CV Profesional

Yogyakarta, 18 Oktober 2025 — Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) bekerja sama dengan Forestry Study Club (FSC) FKT UGM mengadakan workshop bertajuk “From Paper to Career: Ubah CV, Ubah Nasib” pada Sabtu (18/10) di ruang Multimedia, Gedung A Lantai 3 Fakultas Kehutanan UGM.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Workshop bertujuan membekali peserta dengan keterampilan menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, profesional, dan kompetitif di dunia kerja maupun untuk pendaftaran beasiswa.

Bedah Langsung CV Peserta oleh Narasumber
Workshop menghadirkan Irenna Elizabeth, S.Ak., MBA sebagai narasumber. Dengan pengalaman profesional di bidang karier dan pengembangan sumber daya manusia, Irenna berbagi tips praktis tentang bagaimana menulis CV yang mampu menonjolkan potensi dan keunikan diri setiap mahasiswa.
Menariknya, selama sesi berlangsung, Irenna juga melakukan review langsung terhadap beberapa CV peserta yang telah dikirim sebelumnya. Peserta mendapat masukan konkret mengenai format, konten, dan cara menyesuaikan CV dengan kebutuhan posisi kerja atau beasiswa yang diincar.
“CV bukan sekadar dokumen, tapi cerminan profesionalisme dan arah karier kita,” ujar Irenna dalam sesi interaktif yang penuh antusiasme.

Kolaborasi Positif untuk Pengembangan Karier Mahasiswa
Ketua CDC-Forestry UGM, Hermudananto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara CDC dan FSC. Ia menilai workshop seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa sedini mungkin menghadapi dunia kerja.
“Workshop ini menjadi contoh sinergi yang baik antara organisasi mahasiswa dan CDC dalam membangun kesiapan karier mahasiswa kehutanan, baik untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan studi dengan beasiswa,” ungkap Hermudananto.
Sebagai bentuk apresiasi, CDC-Forestry memberikan suvenir narasumber, sementara narasumber Irenna Elizabeth turut memberikan cendera mata khusus dari Korea kepada tim panitia di akhir sesi.

Pada kesempatan tersebut, turut dilaksanakan seremonial penandatanganan kerja sama antara Fakultas Kehutanan UGM dan MIRI DIH, perusahaan induk dari MiriCanvas. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia serta penyelenggaraan pelatihan di bidang kehutanan dan lingkungan, sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri teknologi kreatif.

Antusiasme dan Manfaat Nyata bagi Peserta
Selain mendapatkan e-sertifikat, peserta juga memperoleh merchandise menarik dan akses gratis satu tahun MiriCanvas Pro untuk menunjang pembuatan CV dan portofolio digital.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan banyak peserta aktif bertanya dan berdiskusi. Melalui workshop ini, CDC-Forestry UGM berharap mahasiswa semakin siap dan percaya diri menghadapi persaingan karier di masa depan.

Penulis: Hermudananto

Similar Posts

  • |

    Pelatihan Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015 Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi Dunia Kerja

    Yogyakarta, 22 April 2025 – Career Development Center Fakultas Kehutanan UGM (CDC-Forestry UGM) kembali mengadakan kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa melalui Pelatihan Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015, yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM pada Selasa, 22 April 2025. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi dengan MUTU Institute sebagai mitra pelaksana.
    Pelatihan menghadirkan narasumber Wahyu Riyadi, S.Si., M.M., yang memberikan materi komprehensif mengenai prinsip-prinsip Sistem Manajemen Mutu, termasuk penerapan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) dan pentingnya dokumentasi sistem sesuai standar SNI ISO 9001:2015.

    Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 102 peserta yang mendaftar. Setelah dilakukan evaluasi melalui form umpan balik, sebanyak 68 peserta dinyatakan berhak menerima sertifikat partisipasi.
    Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan pemahaman dasar mengenai sistem manajemen mutu yang sangat relevan dengan kebutuhan di dunia kerja, terutama dalam menunjang daya saing lulusan di lingkungan profesional dan industri. Diharapkan kegiatan ini menjadi bekal awal mahasiswa untuk menghadapi tantangan manajerial di masa depan.

    Penulis : Hermudananto
    Dokumentasi : Tim CDC Forestry

  • |

    Forest Empowerment and Sustainability Intern at Asia Pulp & Paper (APP)

    Are you a final-year student or fresh graduate majoring in Forestry / Natural
    Resources or related fields? Looking to start your career in APP? This opportunity is
    for you!
    Job Responsibility:

    1. Internal Documentation & Evidence Support
    2. Data Management & Internal Project Support
    3. Research & Knowledge Support
    4. Administrative & Coordination Support
      Job Requirements:
    5. Final year students and Fresh Graduates with a minimum Bachelor’s degree in
      Forestry or any related fields are welcome to apply
    6. Strong interest in sustainability, forest governance and FSC certification
    7. Good in English, both writing and speaking (is a must)
    8. Excellence skills in Excel, Word and PowerPoint
      Working Arrangement:
      Work From Office (WFO), Monday-Friday, 08:00-17:00 WIB
      Contract Duration: 6-8 months
      Location: Alam Sutera
      If you are interested, please send your CV to Noviana_I_Sari@app.co.id and cc it to
      @Irena_Fortunata@app.co.id and Sisca_Pratama@app.co.id with the subject: ” FES
      Intern – Name – Domicile”
      Start your journey with us!

  • Siapkan Karier Global Mahasiswa, CDC- Forestry UGM Gelar Short Course “Japanese for Workplace Readiness”

    Yogyakarta, 27 Februari 2026 – Dalam upaya mendukung pengembangan kompetensi global mahasiswa, CDC-Forestry UGM menyelenggarakan program Short Course “Japanese for Workplace Readiness”, sebuah program pelatihan bahasa dan budaya kerja Jepang yang dirancang khusus bagi mahasiswa S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar bahasa Jepang serta pemahaman mengenai etika dan kesiapan kerja di lingkungan profesional Jepang.

    Kegiatan ini menghadirkan dua tutor yang memiliki pengalaman akademik dan internasional, yaitu Tomoha Onuma dari Kyushu University serta Annisa Diva Rahmawati dari Fakultas Kehutanan UGM. Melalui sesi pembelajaran yang interaktif, peserta akan mendapatkan pengenalan bahasa Jepang praktis yang relevan dengan kebutuhan komunikasi di tempat kerja, sekaligus pemahaman mengenai budaya profesional di Jepang.

    Program short course ini dilaksanakan setiap hari Jumat selama tiga bulan, yaitu pada periode Februari hingga April 2026 (kecuali hari libur nasional). Pertemuan perdana dilaksanakan pada 27 Februari 2026 pukul 10.00–11.00 WIB bertempat di Ruang Multimedia Fakultas Kehutanan UGM. Seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan secara lengkap akan memperoleh e-certificate sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka dalam program ini.

    Sebagai program pengembangan karier yang bersifat eksklusif, kegiatan ini memiliki kuota terbatas hanya untuk 25 mahasiswa S1 Fakultas Kehutanan UGM. Untuk mengikuti program ini, peserta diwajibkan melampirkan surat motivasi serta komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan.

    Melalui penyelenggaraan program ini, CDC Forestry UGM berharap mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa asing, tetapi juga memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkarier di tingkat internasional, khususnya di Jepang. Program ini juga menjadi bagian dari upaya CDC Forestry UGM dalam memperluas peluang karier global bagi mahasiswa kehutanan serta memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan institusi internasional.

    Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mulai mempersiapkan langkah menuju karier global serta membuka peluang berkontribusi dalam sektor kehutanan di tingkat internasional.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Delegasi Tokyo Metropolitan Government Jajaki Potensi SDM di Fakultas Kehutanan UGM

    Yogyakarta, 2 Desember 2025 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM) menerima kunjungan strategis dari delegasi Pemerintah Prefektur Tokyo Metropolitan (Tokyo Metropolitan Government/TMG) pada Selasa (2/12). Delegasi dari Biro Industri dan Tenaga Kerja, khususnya Divisi Kehutanan, ini hadir dengan didampingi oleh staf KBRI Tokyo dan Kementerian Luar Negeri RI.

    Kunjungan ini bertujuan memetakan potensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia guna menjawab kebutuhan tenaga kerja sektor kehutanan di Jepang yang tengah menghadapi tantangan defisit tenaga terampil. Agenda kunjungan meliputi diskusi terbatas, kuliah umum, hingga peninjauan fasilitas laboratorium.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi terbatas yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, Dr. Kaharuddin; Direktur KHDTK Wanagama I, Rini Pujiarti, Ph.D.; Ketua CDC-Forestry FKT UGM, Hermudananto.; serta dosen FKT UGM lainnya, Dr. Ratih Madya Septiana dan Dr. Hairi Cipta.

    Diskusi tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis, antara lain program magang mahasiswa, pengembangan kurikulum yang relevan dengan sektor kehutanan dan industri kayu di Jepang, serta inisiatif pelatihan kompetensi.

    Agenda berlanjut dengan kuliah umum yang dihadiri oleh mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2). Dalam sesi yang dimoderatori oleh Dr. Hairi Cipta ini, perwakilan TMG, Mr. Ryota Higashi, memaparkan situasi terkini industri kehutanan di Tokyo. Dengan dibantu oleh Bapak Andri Sumaryadi selaku penerjemah, materi tersampaikan dengan baik dan memicu antusiasme peserta. Hal ini terlihat dari jalannya diskusi yang interaktif serta tingginya minat mahasiswa untuk berkarier di Jepang.

    Sebagai penutup rangkaian acara, delegasi diajak meninjau infrastruktur riset dan pembelajaran di sejumlah laboratorium. Kunjungan dilakukan ke Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan yang dipandu oleh Dr. Ratih Madya Septiana dan Hermudananto.; Laboratorium Pengolahan Hasil Hutan dipandu oleh Denny Irawati, Ph.D. dan Dr.Agr.Sc. Siti Hanifah Mahdiyanti; serta Laboratorium Silvikultur Intensif yang dipandu oleh Ananto Triyogo, Ph.D.

    Meski peluang terbuka lebar, kedua belah pihak menyoroti tantangan teknis terkait prosedur pendaftaran dan persyaratan kerja yang perlu segera dijembatani agar kerja sama ini dapat terealisasi dengan optimal.

    Penulis: Hairi Cipta

  • |

    Pelatihan ESG dan Masa Depan Kehutanan Indonesia: CDC-Forestry UGM Hadirkan Praktisi Daemeter

    Yogyakarta, 19 Agustus 2025 – Career Development Center Fakultas Kehutanan UGM (CDC-Forestry UGM) menyelenggarakan pelatihan dengan tema “ESG dan Masa Depan Kehutanan Indonesia” pada Selasa (19/8) bertempat di Ruang Multimedia (A.303) Fakultas Kehutanan UGM. Kegiatan berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB dan dihadiri oleh lebih dari 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi kehutanan.

    Pelatihan menghadirkan Sahat Aritonang, Director of Technical Operation PT Daemeter, sebagai narasumber utama yang memaparkan pentingnya penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam membangun masa depan kehutanan yang berkelanjutan. Diskusi semakin menarik dengan kehadiran Aisyah Erawati Sileuw, Presiden Direktur PT Daemeter Consulting, yang turut serta dalam sesi tanya jawab untuk memberikan perspektif strategis terkait peluang dan tantangan ESG di sektor kehutanan Indonesia.

    Bagi mahasiswa, pelatihan ini memberikan wawasan baru mengenai peluang dan tantangan ESG saat ini, mulai dari kebutuhan akan transparansi, tuntutan pasar global, hingga inovasi yang dapat mendukung pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
    Acara dibuka oleh Hermudananto, Ketua CDC-Forestry UGM, yang menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai tren global dan kebutuhan dunia kerja di sektor kehutanan.

    Acara ditutup dengan penyerahan souvenir dari CDC-Forestry UGM kepada Sahat Aritonang sebagai pembicara, serta kepada Aisyah Erawati Sileuw sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusinya dalam pelatihan ini. Melalui pelatihan ini, diharapkan mahasiswa kehutanan UGM semakin siap menghadapi tantangan masa depan dengan memahami peran ESG dalam pembangunan sektor kehutanan yang berkelanjutan

    Penulis : Hermudananto

  • Menimba Ilmu di DLHK DIY: Cerita Magang Mahasiswa Kehutanan UGM dalam Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan

    Yogyakarta,  07 April 2026 – Magang mahasiswa merupakan kegiatan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan akademik yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas praktik kerja di lapangan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung di instansi yang dituju. Kegiatan magang mahasiswa dilaksanakan di DLHK DIY selama satu bulan, mulai 5 Januari hingga 5 Februari 2026, atas dukungan Career Development Center (CDC) Forestry UGM yang berperan dalam memfasilitasi pengembangan karier dan peningkatan kompetensi mahasiswa melalui berbagai program, salah satunya magang mandiri. Empat mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM ditempatkan pada dua bidang berbeda yang saling melengkapi, yaitu Bidang Perhutanan Sosial dan Penyuluhan yang diikuti oleh Syahla Yasmine Nabila dan Wanda Illyasa Rizqi serta Bidang Produksi dan Pemasaran Hasil Hutan yang diikuti oleh Najla Kamilah Salim dan Pinto Tungga Muhammad. Keterlibatan di kedua bidang memberikan gambaran utuh tentang tata kelola kehutanan dari aspek pemberdayaan masyarakat hingga administrasi peredaran hasil hutan.

    Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DLHK DIY) adalah instansi pemerintah daerah yang bertanggung jawab atas pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya hutan di Provinsi DIY. Dinas ini menjalankan fungsi strategis dalam merumuskan kebijakan perlindungan lingkungan, rehabilitasi lahan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. DLHK DIY juga berperan sebagai fasilitator dan pengawas bagi kelompok tani hutan, penyuluh kehutanan, dan pelaku industri hasil hutan agar pemanfaatan sumber daya hutan berjalan sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan. Dalam perkembangannya, dinas ini aktif mendorong inovasi melalui program perhutanan sosial, pengembangan hasil hutan non-kayu, dan digitalisasi penatausahaan kayu rakyat demi terwujudnya pembangunan kehutanan yang modern dan akuntabel. Pada Bidang Perhutanan Sosial dan Penyuluhan, mahasiswa magang berkesempatan mengikuti empat kegiatan utama, yaitu Bimbingan Teknis PKSM Gunungkidul, Rakorluh Tingkat Provinsi DIY 2026, Bimbingan Teknis PKSM Bantul, dan Bimbingan Teknis KTH Sido Rahayu. Dari Bimtek PKSM Gunungkidul, mahasiswa memperoleh pemahaman nyata tentang pengelolaan hutan tanaman rakyat melalui sistem tumpangsari berbasis MPTS dengan komoditas unggulan kopi, alpukat, kemiri, dan petai yang bernilai ekonomi sekaligus ekologis. Melalui Rakorluh yang berkolaborasi dengan BP2SDM Kementerian Kehutanan, mahasiswa mendapat wawasan tentang tantangan nyata peran penyuluhan kehutanan di lapangan, termasuk pentingnya pencatatan dan analisis Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) sebagai indikator kinerja di mana DIY sendiri menempati peringkat ke-8 nasional dengan NTE mencapai Rp11,2 miliar. Bimtek PKSM Bantul membuka perspektif mahasiswa bahwa diversifikasi hutan rakyat menjadi agrowisata terpadu, seperti yang dicontohkan Wanadelima Orchard, mampu menciptakan multi-income secara berkelanjutan. Adapun Bimtek KTH Sido Rahayu yang berkolaborasi dengan BPDAS Opak Serayu mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya rehabilitasi lahan kritis melalui penghijauan, konservasi tanah, dan penguatan kelembagaan kelompok tani sebagai fondasi keberlanjutan hutan rakyat. Dari keseluruhan kegiatan tersebut, mahasiswa menyadari bahwa kerja penyuluhan kehutanan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses panjang membangun kepercayaan, mengubah perilaku, dan menghidupkan harapan di tengah masyarakat tani hutan yang selama ini menjadi garda terdepan penjaga kelestarian hutan.

    Pada Bidang Produksi dan Pemasaran Hasil Hutan, mahasiswa magang terlibat langsung dalam tiga kegiatan utama yang memberikan pengalaman teknis berharga, yaitu Stock Opname dan Monitoring Industri, Penilaian Hasil Inventarisasi HKm Sedyo Makmur, dan Sosialisasi SIKARYO. Melalui kegiatan stock opname di sejumlah industri pengolahan kayu di DIY, mahasiswa belajar menginput dan mengolah data stok kayu bulanan 2025 ke dalam spreadsheet terstruktur sebagai bagian dari persyaratan RPBBI, sekaligus menghasilkan Berita Acara kondisi stok kayu per perusahaan. Kegiatan penilaian inventarisasi tegakan jati di HKm Sedyo Makmur melatih mahasiswa dalam menerapkan inventarisasi di lapangan, dan dari sini mahasiswa memahami bahwa jika terdapat perbedaan signifikan antara volume LHC dan hasil penilaian aktual, maka dapat berdampak besar pada pengambilan keputusan, sehingga verifikasi data lapangan menjadi sangat krusial. Sosialisasi Sistem Informasi Kayu Rakyat Yogyakarta (SIKARYO) yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Sleman, dan Gunungkidul bertujuan meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan tentang penatausahaan kayu rakyat secara tertib dan transparan melalui sistem berbasis web. Kegiatan ini memperkenalkan SIKARYO sebagai sistem untuk pencatatan, pelaporan, dan pelacakan asal usul kayu, dengan output utama berupa Surat Angkutan Kayu Rakyat (SAKR). Efektivitas sosialisasi diukur melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Pengalaman ini menegaskan kepada mahasiswa bahwa di balik selembar dokumen angkutan kayu, terdapat sistem panjang yang menuntut ketelitian, integritas data, dan komitmen bersama. Peran mahasiswa kehutanan kelak bukan hanya di hutan, tetapi juga dalam memastikan setiap pohon yang ditebang tercatat, legal, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    Magang di DLHK DIY membuktikan bahwa pembangunan kehutanan yang efektif memerlukan keterpaduan antara penguatan sosial-kelembagaan dan ketertiban administrasi hasil hutan. Bidang Perhutanan Sosial dan Penyuluhan menegaskan peran strategis penyuluh dan inovasi agribisnis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani hutan, sedangkan Bidang Produksi dan Pemasaran Hasil Hutan mempertegas pentingnya verifikasi data, kepatuhan hukum, dan adaptasi dengan teknologi digital dalam pengawasan kayu rakyat. Kedua bidang terbukti saling melengkapi dan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja kehutanan. 

    Penulis: Syahla Yasmine Nabila, Wanda Illyasa Rizqi, Najla Kamilah Salim, Pinto Tungga Muhammad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *