Siapkan Karier Global Mahasiswa, CDC- Forestry UGM Gelar Short Course “Japanese for Workplace Readiness”

Yogyakarta, 27 Februari 2026 – Dalam upaya mendukung pengembangan kompetensi global mahasiswa, CDC-Forestry UGM menyelenggarakan program Short Course “Japanese for Workplace Readiness”, sebuah program pelatihan bahasa dan budaya kerja Jepang yang dirancang khusus bagi mahasiswa S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar bahasa Jepang serta pemahaman mengenai etika dan kesiapan kerja di lingkungan profesional Jepang.

Kegiatan ini menghadirkan dua tutor yang memiliki pengalaman akademik dan internasional, yaitu Tomoha Onuma dari Kyushu University serta Annisa Diva Rahmawati dari Fakultas Kehutanan UGM. Melalui sesi pembelajaran yang interaktif, peserta akan mendapatkan pengenalan bahasa Jepang praktis yang relevan dengan kebutuhan komunikasi di tempat kerja, sekaligus pemahaman mengenai budaya profesional di Jepang.

Program short course ini dilaksanakan setiap hari Jumat selama tiga bulan, yaitu pada periode Februari hingga April 2026 (kecuali hari libur nasional). Pertemuan perdana dilaksanakan pada 27 Februari 2026 pukul 10.00–11.00 WIB bertempat di Ruang Multimedia Fakultas Kehutanan UGM. Seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan secara lengkap akan memperoleh e-certificate sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka dalam program ini.

Sebagai program pengembangan karier yang bersifat eksklusif, kegiatan ini memiliki kuota terbatas hanya untuk 25 mahasiswa S1 Fakultas Kehutanan UGM. Untuk mengikuti program ini, peserta diwajibkan melampirkan surat motivasi serta komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan.

Melalui penyelenggaraan program ini, CDC Forestry UGM berharap mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa asing, tetapi juga memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkarier di tingkat internasional, khususnya di Jepang. Program ini juga menjadi bagian dari upaya CDC Forestry UGM dalam memperluas peluang karier global bagi mahasiswa kehutanan serta memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan institusi internasional.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mulai mempersiapkan langkah menuju karier global serta membuka peluang berkontribusi dalam sektor kehutanan di tingkat internasional.

Penulis: Hermudananto

Similar Posts

  • Pererat Silaturahmi Ramadan, CDC-Forestry UGM Gelar Buka Bersama dan Ramah Tamah Bersama Volunteer Mahasiswa

    Yogyakarta, 6 Maret 2026 — Dalam suasana bulan suci Ramadan, CDC-Forestry UGM menyelenggarakan kegiatan Buka Bersama dan Ramah Tamah yang dilaksanakan di rumah makan Lombok Idjo Jogja Adisoetjipto.

    Acara ini dihadiri oleh tim serta para volunteer yang selama ini terlibat aktif dalam berbagai kegiatan dan program CDC-Forestry UGM. Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh anggota tim yang telah berkontribusi dalam berbagai program pengembangan karier mahasiswa di Fakultas Kehutanan UGM.

    Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM tidak hanya menghadirkan momen berbuka puasa bersama, tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kekompakan tim, serta mencairkan suasana formal yang selama ini terbentuk dalam aktivitas kerja sehari-hari. Suasana santai dan penuh keakraban memungkinkan setiap anggota tim untuk saling berinteraksi lebih dekat, berbagi cerita, serta mempererat hubungan emosional antaranggota.

    Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan buka bersama ini juga menjadi kesempatan bagi seluruh tim untuk melepas penat setelah menjalankan berbagai kegiatan dan program CDC-Forestry UGM, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan motivasi dalam mendukung berbagai inisiatif pengembangan karier mahasiswa kehutanan. Interaksi yang hangat dalam suasana Ramadan turut memperkuat rasa kebersamaan serta membangun kerja sama tim yang lebih solid ke depannya.

    Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan keberkahan Ramadan melalui momen berbagi makanan serta kebahagiaan bersama. Dengan terjalinnya hubungan yang semakin erat antaranggota tim, diharapkan semangat kolaborasi dalam mengembangkan berbagai program CDC-Forestry UGM dapat terus meningkat.

    Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, CDC- Forestry UGM berharap kebersamaan yang terbangun dapat menjadi fondasi kuat dalam menjalankan berbagai program yang mendukung pengembangan kompetensi serta kesiapan karier mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM di masa mendatang.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    CDC-Forestry UGM Gelar Sharing Session “Explore Your Global Academic Journey”, Hadirkan Pengalaman Studi di Thailand dan Jepang

    Yogyakarta, 9 Juli 2026 – Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa melalui Sharing Session: Explore Your Global Academic Journey – Pengalaman Studi di Thailand & Jepang pada Kamis (9/7). Kegiatan yang berlangsung secara daring pukul 13.00–15.00 WIB ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari mahasiswa dan alumni yang berminat melanjutkan studi ke luar negeri.

    Acara dibuka oleh moderator, Farah, yang mengawali sesi dengan memperkenalkan tujuan kegiatan serta para narasumber. Selanjutnya, Ketua CDC-Forestry UGM, Hermudananto, menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

    Dalam sambutannya, Hermudananto menekankan bahwa kegiatan sharing session ini merupakan salah satu upaya CDC-Forestry UGM untuk memberikan inspirasi sekaligus motivasi kepada mahasiswa dalam mempersiapkan studi lanjut di luar negeri. Menurutnya, selain prestasi akademik, mahasiswa juga perlu memahami berbagai peluang, tantangan, serta strategi untuk mempersiapkan diri sebelum menempuh pendidikan di negara tujuan.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kehidupan akademik maupun non-akademik selama studi di luar negeri. Pengalaman langsung dari para narasumber diharapkan dapat membantu mahasiswa menyusun rencana studi yang lebih matang sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk mengejar kesempatan belajar di tingkat internasional,” ujar Hermudananto.

    Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh wawasan dari dua narasumber yang merupakan dosen Fakultas Kehutanan UGM dengan pengalaman studi internasional.

    Narasumber pertama, Dr. Alnus Meinata, dosen dan peneliti di Laboratorium Pemuliaan Pohon dan Dendrologi, membagikan pengalaman menempuh studi doktoral di University of Tsukuba, Jepang. Alnus memiliki kepakaran di bidang dendrologi, konservasi spesies berkayu, genetika, serta pemuliaan pohon, dengan fokus penelitian terkini pada pemanfaatan machine learning untuk pemuliaan jati dalam menghadapi perubahan iklim global. Selain aktif melakukan penelitian, ia juga terlibat dalam berbagai proyek biodiversitas sebagai ahli flora.

    Dalam pemaparannya, Alnus menjelaskan berbagai alasan mengapa studi ke luar negeri menjadi investasi penting bagi pengembangan karier akademik maupun profesional. Ia menekankan bahwa studi di luar negeri memberikan kesempatan untuk mengakses fasilitas riset berkelas dunia, membangun jejaring internasional, memperluas perspektif lintas disiplin ilmu, serta mengembangkan kemampuan adaptasi dan kepemimpinan. Selain itu, ia juga berbagi informasi mengenai berbagai pilihan beasiswa, peluang pendanaan dari universitas, serta alternatif pembiayaan lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa internasional. Ia juga mengajak peserta untuk tidak ragu mengejar kesempatan studi ke luar negeri karena tersedia berbagai skema beasiswa dan peluang kerja paruh waktu yang dapat membantu pembiayaan selama studi.

    Sementara itu, narasumber kedua, Annisa Primaningtyas, S.T., M.Eng., dosen Laboratorium Rekayasa Biomaterial, Departemen Teknologi Hasil Hutan, membagikan pengalaman menempuh studi doktoral di King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), Thailand. Annisa merupakan lulusan Program Sarjana dan Magister Teknik Kimia UGM dengan bidang penelitian yang berfokus pada keberlanjutan hasil hutan.

    Dalam sesinya, Annisa memberikan gambaran mengenai berbagai peluang studi di Thailand, mulai dari sistem pendidikan pascasarjana, biaya hidup yang relatif terjangkau, hingga beragam pilihan beasiswa dari pemerintah, universitas, maupun lembaga internasional. Ia juga membagikan langkah-langkah praktis untuk mencari calon pembimbing (advisor), menyusun dokumen aplikasi, serta mempersiapkan proses seleksi beasiswa. Tidak hanya membahas aspek akademik, Annisa juga mengulas berbagai tantangan non-akademik yang umum dihadapi mahasiswa internasional, seperti adaptasi budaya, bahasa, makanan, hingga mengatasi homesick. Menurutnya, persiapan yang matang dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci keberhasilan selama menjalani studi di luar negeri.

    Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai strategi memperoleh beasiswa, tips menghubungi calon pembimbing, persiapan kemampuan bahasa Inggris, hingga pengalaman beradaptasi dengan lingkungan akademik dan kehidupan sehari-hari di Jepang maupun Thailand.

    Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM berharap semakin banyak mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang memiliki keberanian untuk merencanakan studi lanjut di luar negeri serta mampu mempersiapkan diri secara akademik maupun non-akademik sejak dini. Sharing session ini juga menjadi bagian dari komitmen CDC-Forestry UGM dalam mendukung pengembangan kompetensi global mahasiswa serta memperluas akses terhadap peluang pendidikan internasional.

    Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh narasumber, moderator, dan peserta sebagai penutup rangkaian acara.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    CDC-Forestry UGM dan KMMH Gelar Sharing Session Nature-Based Climate Solutions, Bahas Integrasi Aksi Iklim, Pengelolaan Kebakaran, Masyarakat, dan Biodiversitas

    Yogyakarta, 7 Oktober 2026 — Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), berkolaborasi dengan DASSA Corp dan Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan (KMMH), menyelenggarakan Sharing Session bertajuk “Nature-Based Climate Solutions: Integrating Climate Action, Forest & Land Fire Management, Community, and Biodiversity” pada Rabu (7/10). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang C.308.1, Gedung IFFLC, Fakultas Kehutanan UGM, pukul 15.30–17.30 WIB.

    Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan diskusi antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa mengenai peran solusi berbasis alam (Nature-Based Climate Solutions/NbS) dalam menghadapi perubahan iklim. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa upaya mitigasi iklim tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga perlu mengintegrasikan pengelolaan kebakaran hutan dan lahan, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

    Sharing session menghadirkan dua narasumber, yaitu Haryo Ajie Dewanto, S.Hut., M.S., Technical & Business Development Director DASSA, dan Dr. Ir. Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc., IPU., dosen Fakultas Kehutanan UGM. Diskusi dimoderatori oleh Gery Novrian, Head of Climate at DASSA.
    Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua KMMH, I Komang Agus Juliantara, dan dilanjutkan oleh Ketua CDC-Forestry UGM, Ir. Hermudananto, S.Hut., M.Sc., IPM, ASEAN Eng. Kemudian dalam pemaparan materi selanjutnya, Haryo Ajie Dewanto membahas pendekatan solusi iklim berbasis alam dengan mengintegrasikan aksi iklim, pengelolaan kebakaran hutan dan lahan, masyarakat, serta biodiversitas. Materi ini menyoroti pentingnya pengembangan proyek karbon yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memberikan manfaat bagi ekosistem dan masyarakat. Pengelolaan gambut, pencegahan kebakaran, restorasi ekosistem, konservasi biodiversitas, dan penguatan penghidupan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun inisiatif iklim yang berkelanjutan.

    Sementara itu, Wahyu Wardhana menyampaikan materi “Memetakan Api, Menghitung Karbon: Pemetaan Kebakaran Gambut dan Estimasi Emisinya untuk Proyek Karbon yang Kredibel—Studi Kasus Indonesia”. Pemaparan ini mengulas pemanfaatan penginderaan jauh dan citra satelit untuk memetakan area yang terbakar, menilai tingkat keparahan kebakaran, serta memperkirakan emisi karbon akibat kebakaran gambut.
    Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa titik panas (hotspot) tidak selalu mencerminkan keseluruhan luas area yang terbakar. Kebakaran gambut juga dapat berlangsung di bawah permukaan sehingga membutuhkan pendekatan pemantauan yang lebih komprehensif. Oleh karena itu, integrasi data satelit, pengukuran lapangan, kondisi hidrologi gambut, dan analisis ketidakpastian diperlukan untuk menghasilkan estimasi emisi yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.

    Materi tersebut juga menekankan pentingnya kualitas data dan sistem pemantauan, pelaporan, serta verifikasi (Monitoring, Reporting, and Verification/MRV) dalam pengembangan proyek karbon. Informasi yang akurat mengenai kebakaran dan emisi menjadi dasar penting untuk merancang intervensi mitigasi, mengevaluasi hasil kegiatan, serta menjaga kredibilitas klaim pengurangan emisi.
    Bagi mahasiswa kehutanan, pembahasan ini memperlihatkan semakin luasnya kompetensi yang dibutuhkan di sektor kehutanan. Selain memahami ekologi hutan dan pengelolaan sumber daya alam, calon rimbawan perlu mengembangkan keterampilan dalam sistem informasi geografis (SIG), penginderaan jauh, analisis data, hidrologi gambut, pengelolaan kebakaran, serta pelibatan masyarakat. Kombinasi kompetensi tersebut membuka peluang pengembangan karier dan riset di bidang perubahan iklim, proyek karbon, konservasi biodiversitas, restorasi ekosistem, serta pembangunan berkelanjutan.

    Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung dengan narasumber. Rangkaian acara juga mencakup sambutan dari penyelenggara, penyerahan suvenir, dokumentasi bersama, serta penutupan acara.
    Kolaborasi antara CDC-Forestry UGM, DASSA Corp, dan KMMH melalui kegiatan ini merupakan salah satu upaya mempertemukan dunia akademik dengan praktik profesional. Pertukaran pengetahuan semacam ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan dan peluang di sektor kehutanan, sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi kebutuhan kompetensi di dunia kerja yang semakin berkaitan dengan agenda keberlanjutan dan aksi iklim.

    Melalui berbagai kegiatan berbagi pengetahuan dan jejaring profesional, CDC-Forestry UGM terus mendorong pengembangan kompetensi, kesiapan karier, serta kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, alumni, dan mitra industri untuk mendukung terwujudnya rimbawan yang adaptif, kolaboratif, dan berkontribusi pada pengelolaan hutan lestari.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Kuliah Tamu Bersama Aida Greenbury: Mendalami Bioekonomi dan Transisi Hijau

    Yogyakarta, 13 Oktober 2025 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada melalui Career Development Center (CDC-Forestry UGM) bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan (KMMH) sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Kontestasi Bioekonomi Berkelanjutan dan Hilirisasi dalam Era Transisi Hijau” bersama Aida Greenbury, Board of Advisors di World Bioeconomy Forum.

    Kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dan akademisi untuk memperdalam pemahaman mengenai bioekonomi berkelanjutan, yang kini menjadi salah satu strategi global dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

    Acara dibuka oleh Hermudananto, selaku Ketua CDC-Forestry UGM, dilanjutkan dengan sambutan dari Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan UGM, serta Ketua KMMH Fakultas Kehutanan UGM yang menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga pengembangan karier dalam memperkuat wawasan global di bidang kehutanan dan bioekonomi.

    Turut hadir pula Prof. Dr. Ir. Sri Nugroho Marsoem, M.Agr., dosen pembimbing Ibu Aida Greenbury semasa beliau menempuh pendidikan S1 di Fakultas Kehutanan UGM, yang memberikan sambutan hangat dan apresiasi atas kontribusi Aida dalam memajukan isu keberlanjutan di tingkat internasional.

    Dalam pemaparannya, Aida Greenbury menguraikan pentingnya bioekonomi sirkular sebagai model ekonomi masa depan yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, dan konservasi keanekaragaman hayati. Ia menyoroti potensi besar Indonesia dalam pengembangan bioindustri berbasis kehutanan, agroforestri, dan biomassa, dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem hutan dan hak masyarakat lokal.

    Materi yang disampaikan juga menyoroti tren global bioekonomi, termasuk kebijakan dari berbagai negara seperti Jepang dan Finlandia, proyeksi pasar kayu dalam bioindustri, serta tantangan lingkungan yang harus diantisipasi agar transisi hijau benar-benar inklusif dan berkeadilan.

    Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi berlangsung. Lebih dari 100 peserta hadir secara luring dan daring, aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait peluang karier, inovasi, serta peran kehutanan dalam ekonomi berkelanjutan.

    Melalui kegiatan kolaboratif antara CDC-Forestry UGM dan KMMH, Fakultas Kehutanan UGM berkomitmen memperkuat jejaring akademik dan profesional mahasiswa dengan tokoh-tokoh global, guna membuka wawasan dan peluang karier di bidang kehutanan berkelanjutan dan bioekonomi masa depan.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Fakultas Kehutanan UGM dan Forest Stewardship Council (FSC) Indonesia Jajaki Peluang Kolaborasi

    Yogyakarta, 14 Januari 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Career Development Center (CDC)-Forestry UGM menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Forest Stewardship Council (FSC) Indonesia dalam rangka penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional. Kegiatan penjajakan kolaborasi ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di lingkungan Fakultas Kehutanan UGM.

    Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., Director Teknis FSC Indonesia, Hartono Prabowo, serta perwakilan CDC-Forestry UGM, yaitu Hermudananto selaku ketua dan Dr. Hairi Cipta selaku wakil ketua.

    Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif dan interaktif, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan, terutama dalam bidang penelitian terkait sertifikasi pengelolaan hutan berkelanjutan. Sejumlah isu strategis dalam skema FSC menjadi fokus pembahasan, antara lain FSC Remedy Framework, Intact Forest Landscape (IFL), serta peluang kerja sama lain yang relevan dengan dinamika pengelolaan hutan lestari di Indonesia.

    Prof. Widiyatno menyampaikan bahwa Fakultas Kehutanan UGM sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan lembaga internasional seperti FSC, khususnya dalam mendukung pengembangan riset berbasis bukti ilmiah yang dapat berkontribusi pada kebijakan dan praktik pengelolaan hutan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi sektor kehutanan dan masyarakat.

    Sementara itu, Hartono Prabowo menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung implementasi standar dan skema FSC melalui riset, kajian ilmiah, serta pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, UGM sebagai salah satu institusi pendidikan kehutanan terkemuka di Indonesia memiliki posisi strategis untuk berkontribusi dalam pengembangan dan evaluasi penerapan sertifikasi FSC di tingkat nasional maupun global.

    Melalui pertemuan ini, CDC-Forestry UGM berperan sebagai penghubung awal dalam merumuskan bentuk-bentuk kerja sama yang potensial, baik dalam bentuk penelitian bersama, diskusi ilmiah, kuliah tamu, maupun pengembangan program kolaboratif lainnya. Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemitraan yang berkelanjutan antara FSC dan Fakultas Kehutanan UGM.

    Pada siang hari di tanggal yang sama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Hartono Prabowo dengan judul “Hutan Masa Depan Indonesia: Antara Kelestarian, Sertifikasi, dan Tanggung Jawab Global.” Kuliah umum ini membahas tantangan dan peluang pengelolaan hutan Indonesia ke depan dalam konteks tuntutan global terhadap keberlanjutan, peran sertifikasi hutan, serta tanggung jawab Indonesia dalam menjaga kelestarian hutan dunia.

    Ke depan, hasil diskusi dan kegiatan ini akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dan perumusan agenda kerja sama yang lebih konkret, sejalan dengan komitmen bersama untuk mendorong pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    EPIC Test 2025: Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kompetensi Bahasa Inggris Mahasiswa Kehutanan UGM

    Yogyakarta, 29 Oktober 2025 – Asosiasi Mahasiswa Kehutanan Internasional (International Forestry Students’ Association/IFSA) berkolaborasi dengan Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan UGM sukses menyelenggarakan EPIC TEST 2025 “Conquer & Connect: Bridging Worlds with Confident Communication”, sebuah rangkaian kegiatan peningkatan kemampuan bahasa Inggris yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peserta memahami tingkat kemahiran berbahasa mereka serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang akademik dan profesional. Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi utama, bekerja sama dengan OMNI English Indonesia, menghadirkan Hary Prasojo Syafa’atillah, CEO & Founder OMNI English Indonesia, sebagai narasumber.

    Rangkaian acara dimulai dengan Masterclass Session pada Jumat, 24 Oktober, bertempat di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM. Pada sesi ini, peserta mendapatkan strategi efektif, tips praktis, dan wawasan mendalam mengenai cara menghadapi tes kemampuan bahasa Inggris secara optimal. Kegiatan ini tidak hanya membekali peserta dengan teknik menghadapi ujian, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai komunikasi yang percaya diri dan efektif dalam konteks global.

    Selanjutnya, pada Rabu, 29 Oktober, dilaksanakan sesi English Proficiency Test, yaitu tes kemampuan bahasa Inggris sesungguhnya yang memberikan hasil objektif sekaligus sertifikat resmi bagi peserta. Sertifikat tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari syarat kelulusan, beasiswa, hingga persiapan memasuki dunia kerja. Selain itu, peserta juga memperoleh sertifikat masterclass serta kesempatan untuk berjejaring dan mendapatkan panduan personal dalam meningkatkan skor mereka di masa mendatang.

    Kegiatan EPIC Test 2025 diikuti oleh 57 peserta, yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris serta kesiapan menghadapi tantangan global. CDC–Forestry UGM berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa dan peserta lain untuk mengembangkan potensi diri, memperluas peluang masa depan, serta membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi di tingkat internasional.

    Penulis: Hermudananto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *