Fakultas Kehutanan UGM Selenggarakan Gender Equality and Social Inclusion (GESI) Talkshow dan FGD untuk Perkuat Perspektif Inklusif dalam Sektor Kehutanan

Yogyakarta, 10 Januari 2025 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan GESI Talkshow and Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dr. Dwi Laraswati, S.Si. berkolaborasi dengan Career Development Center (CDC) Forestry UGM ini merupakan bagian dari aktivitas pengajaran yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai integrasi prinsip Gender Equality and Social Inclusion (GESI) dalam sektor kehutanan dan perubahan iklim.

Sebanyak kurang lebih 150 mahasiswa Universitas Gadjah Mada hadir sebagai peserta dalam forum edukatif dan partisipatif ini. Turut hadir sebagai narasumber Wakil Dekan Fakultas Kehutanan UGM, perwakilan dari UNICEF, perwakilan RECOFTC Indonesia, serta perwakilan International Forestry Students’ Association (IFSA).

Penguatan Perspektif Gender dan Inklusi Sosial dalam Kehutanan

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan oleh pimpinan fakultas yang menegaskan urgensi perspektif gender dan inklusi sosial dalam pembangunan kehutanan berkelanjutan. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pengelolaan hutan tidak hanya berbicara tentang aspek ekologis dan ekonomi, tetapi juga harus memastikan keadilan akses, partisipasi, dan manfaat bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan kelompok rentan.

Sesi talkshow menghadirkan diskusi komprehensif mengenai konsep dasar GESI, tantangan partisipasi perempuan dalam perhutanan sosial, hambatan struktural yang masih terjadi di tingkat tapak, serta praktik-praktik implementasi inklusif dalam pengelolaan sumber daya alam. Diskusi berlangsung interaktif melalui pemaparan materi dan sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif mahasiswa.

FGD sebagai Ruang Perumusan Rekomendasi Strategis

Setelah sesi talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan FGD. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mendiskusikan isu-isu strategis, antara lain hambatan penerapan prinsip GESI, strategi peningkatan partisipasi kelompok rentan, serta penguatan kebijakan berbasis akademik yang responsif gender dan inklusi sosial.

Hasil diskusi dari masing-masing kelompok dipresentasikan di hadapan narasumber dan peserta lainnya untuk mendapatkan tanggapan serta penguatan perspektif. Proses ini menghasilkan sejumlah rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan program kehutanan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Komitmen Bersama Menuju Kehutanan yang Lebih Inklusif

Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan serta penguatan komitmen bersama untuk mendorong integrasi prinsip GESI dalam pendidikan, penelitian, dan praktik kehutanan di masa mendatang. Melalui forum ini, Fakultas Kehutanan UGM kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap isu global serta berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan sosial.

Penulis: Wulan Emilia

Similar Posts

  • |

    Delegasi Tokyo Metropolitan Government Jajaki Potensi SDM di Fakultas Kehutanan UGM

    Yogyakarta, 2 Desember 2025 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM) menerima kunjungan strategis dari delegasi Pemerintah Prefektur Tokyo Metropolitan (Tokyo Metropolitan Government/TMG) pada Selasa (2/12). Delegasi dari Biro Industri dan Tenaga Kerja, khususnya Divisi Kehutanan, ini hadir dengan didampingi oleh staf KBRI Tokyo dan Kementerian Luar Negeri RI.

    Kunjungan ini bertujuan memetakan potensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia guna menjawab kebutuhan tenaga kerja sektor kehutanan di Jepang yang tengah menghadapi tantangan defisit tenaga terampil. Agenda kunjungan meliputi diskusi terbatas, kuliah umum, hingga peninjauan fasilitas laboratorium.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi terbatas yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, Dr. Kaharuddin; Direktur KHDTK Wanagama I, Rini Pujiarti, Ph.D.; Ketua CDC-Forestry FKT UGM, Hermudananto.; serta dosen FKT UGM lainnya, Dr. Ratih Madya Septiana dan Dr. Hairi Cipta.

    Diskusi tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis, antara lain program magang mahasiswa, pengembangan kurikulum yang relevan dengan sektor kehutanan dan industri kayu di Jepang, serta inisiatif pelatihan kompetensi.

    Agenda berlanjut dengan kuliah umum yang dihadiri oleh mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2). Dalam sesi yang dimoderatori oleh Dr. Hairi Cipta ini, perwakilan TMG, Mr. Ryota Higashi, memaparkan situasi terkini industri kehutanan di Tokyo. Dengan dibantu oleh Bapak Andri Sumaryadi selaku penerjemah, materi tersampaikan dengan baik dan memicu antusiasme peserta. Hal ini terlihat dari jalannya diskusi yang interaktif serta tingginya minat mahasiswa untuk berkarier di Jepang.

    Sebagai penutup rangkaian acara, delegasi diajak meninjau infrastruktur riset dan pembelajaran di sejumlah laboratorium. Kunjungan dilakukan ke Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan yang dipandu oleh Dr. Ratih Madya Septiana dan Hermudananto.; Laboratorium Pengolahan Hasil Hutan dipandu oleh Denny Irawati, Ph.D. dan Dr.Agr.Sc. Siti Hanifah Mahdiyanti; serta Laboratorium Silvikultur Intensif yang dipandu oleh Ananto Triyogo, Ph.D.

    Meski peluang terbuka lebar, kedua belah pihak menyoroti tantangan teknis terkait prosedur pendaftaran dan persyaratan kerja yang perlu segera dijembatani agar kerja sama ini dapat terealisasi dengan optimal.

    Penulis: Hairi Cipta

  • |

    Workshop “From Paper to Career: Ubah CV, Ubah Nasib” membekali Mahasiswa dengan Keterampilan Menyusun CV Profesional

    Yogyakarta, 18 Oktober 2025 — Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) bekerja sama dengan Forestry Study Club (FSC) FKT UGM mengadakan workshop bertajuk “From Paper to Career: Ubah CV, Ubah Nasib” pada Sabtu (18/10) di ruang Multimedia, Gedung A Lantai 3 Fakultas Kehutanan UGM.
    Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Workshop bertujuan membekali peserta dengan keterampilan menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, profesional, dan kompetitif di dunia kerja maupun untuk pendaftaran beasiswa.

    Bedah Langsung CV Peserta oleh Narasumber
    Workshop menghadirkan Irenna Elizabeth, S.Ak., MBA sebagai narasumber. Dengan pengalaman profesional di bidang karier dan pengembangan sumber daya manusia, Irenna berbagi tips praktis tentang bagaimana menulis CV yang mampu menonjolkan potensi dan keunikan diri setiap mahasiswa.
    Menariknya, selama sesi berlangsung, Irenna juga melakukan review langsung terhadap beberapa CV peserta yang telah dikirim sebelumnya. Peserta mendapat masukan konkret mengenai format, konten, dan cara menyesuaikan CV dengan kebutuhan posisi kerja atau beasiswa yang diincar.
    “CV bukan sekadar dokumen, tapi cerminan profesionalisme dan arah karier kita,” ujar Irenna dalam sesi interaktif yang penuh antusiasme.

    Kolaborasi Positif untuk Pengembangan Karier Mahasiswa
    Ketua CDC-Forestry UGM, Hermudananto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara CDC dan FSC. Ia menilai workshop seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa sedini mungkin menghadapi dunia kerja.
    “Workshop ini menjadi contoh sinergi yang baik antara organisasi mahasiswa dan CDC dalam membangun kesiapan karier mahasiswa kehutanan, baik untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan studi dengan beasiswa,” ungkap Hermudananto.
    Sebagai bentuk apresiasi, CDC-Forestry memberikan suvenir narasumber, sementara narasumber Irenna Elizabeth turut memberikan cendera mata khusus dari Korea kepada tim panitia di akhir sesi.

    Pada kesempatan tersebut, turut dilaksanakan seremonial penandatanganan kerja sama antara Fakultas Kehutanan UGM dan MIRI DIH, perusahaan induk dari MiriCanvas. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia serta penyelenggaraan pelatihan di bidang kehutanan dan lingkungan, sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri teknologi kreatif.

    Antusiasme dan Manfaat Nyata bagi Peserta
    Selain mendapatkan e-sertifikat, peserta juga memperoleh merchandise menarik dan akses gratis satu tahun MiriCanvas Pro untuk menunjang pembuatan CV dan portofolio digital.
    Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan banyak peserta aktif bertanya dan berdiskusi. Melalui workshop ini, CDC-Forestry UGM berharap mahasiswa semakin siap dan percaya diri menghadapi persaingan karier di masa depan.

    Penulis: Hermudananto

  • Kupas Tuntas Carbon Management Bersama Praktisi Global Dari Control Union

    Yogyakarta, 02 April 2026 – Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC Forestry UGM) kembali menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Carbon Management for Businesses: Ensuring Credible Action through Validation and Verification Body” pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Gayan Ranasinghe dari Control Union.

    Bertempat di Dome IFFLC Lantai 7 Fakultas Kehutanan UGM, acara ini berlangsung dengan antusiasme tinggi. Tercatat lebih dari 50 peserta mengikuti kegiatan ini, baik secara luring (offline) maupun daring (online).

    Dalam kuliah umum ini, peserta diajak memahami secara komprehensif konsep carbon management dalam dunia bisnis, termasuk bagaimana mekanisme carbon credit bekerja serta pentingnya proses validasi dan verifikasi oleh lembaga independen. Materi yang disampaikan menekankan bahwa aksi lingkungan perusahaan tidak hanya perlu dilakukan, tetapi juga harus dapat dibuktikan secara kredibel sesuai standar internasional.

    Gayan Ranasinghe menjelaskan bahwa keberadaan Validation and Verification Body (VVB) menjadi kunci dalam memastikan bahwa klaim pengurangan emisi yang dilakukan perusahaan benar-benar terukur, transparan, dan dapat dipercaya. Hal ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

    Kegiatan ini juga membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang karier di bidang karbon dan keberlanjutan, yang saat ini berkembang pesat di tingkat global. Diskusi interaktif yang terjadi selama sesi tanya jawab menunjukkan tingginya minat peserta terhadap isu perubahan iklim dan implementasinya di sektor kehutanan maupun industri.

    Melalui kegiatan ini, CDC Forestry UGM berharap dapat terus menjembatani mahasiswa dengan dunia profesional, khususnya dalam isu-isu strategis seperti climate action dan sustainability. SDG 13: Climate Action – melalui peningkatan pemahaman terkait mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan karbon

    Dengan semakin berkembangnya pasar karbon dan meningkatnya kebutuhan akan tenaga ahli di bidang ini, kegiatan seperti ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi rimbawan yang siap menjadi carbon expert di masa depan.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    EPIC Test 2025: Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kompetensi Bahasa Inggris Mahasiswa Kehutanan UGM

    Yogyakarta, 29 Oktober 2025 – Asosiasi Mahasiswa Kehutanan Internasional (International Forestry Students’ Association/IFSA) berkolaborasi dengan Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan UGM sukses menyelenggarakan EPIC TEST 2025 “Conquer & Connect: Bridging Worlds with Confident Communication”, sebuah rangkaian kegiatan peningkatan kemampuan bahasa Inggris yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peserta memahami tingkat kemahiran berbahasa mereka serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang akademik dan profesional. Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi utama, bekerja sama dengan OMNI English Indonesia, menghadirkan Hary Prasojo Syafa’atillah, CEO & Founder OMNI English Indonesia, sebagai narasumber.

    Rangkaian acara dimulai dengan Masterclass Session pada Jumat, 24 Oktober, bertempat di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM. Pada sesi ini, peserta mendapatkan strategi efektif, tips praktis, dan wawasan mendalam mengenai cara menghadapi tes kemampuan bahasa Inggris secara optimal. Kegiatan ini tidak hanya membekali peserta dengan teknik menghadapi ujian, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai komunikasi yang percaya diri dan efektif dalam konteks global.

    Selanjutnya, pada Rabu, 29 Oktober, dilaksanakan sesi English Proficiency Test, yaitu tes kemampuan bahasa Inggris sesungguhnya yang memberikan hasil objektif sekaligus sertifikat resmi bagi peserta. Sertifikat tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari syarat kelulusan, beasiswa, hingga persiapan memasuki dunia kerja. Selain itu, peserta juga memperoleh sertifikat masterclass serta kesempatan untuk berjejaring dan mendapatkan panduan personal dalam meningkatkan skor mereka di masa mendatang.

    Kegiatan EPIC Test 2025 diikuti oleh 57 peserta, yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris serta kesiapan menghadapi tantangan global. CDC–Forestry UGM berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa dan peserta lain untuk mengembangkan potensi diri, memperluas peluang masa depan, serta membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi di tingkat internasional.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Fakultas Kehutanan UGM dan Forest Stewardship Council (FSC) Indonesia Jajaki Peluang Kolaborasi

    Yogyakarta, 14 Januari 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Career Development Center (CDC)-Forestry UGM menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Forest Stewardship Council (FSC) Indonesia dalam rangka penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional. Kegiatan penjajakan kolaborasi ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di lingkungan Fakultas Kehutanan UGM.

    Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., Director Teknis FSC Indonesia, Hartono Prabowo, serta perwakilan CDC-Forestry UGM, yaitu Hermudananto selaku ketua dan Dr. Hairi Cipta selaku wakil ketua.

    Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif dan interaktif, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan, terutama dalam bidang penelitian terkait sertifikasi pengelolaan hutan berkelanjutan. Sejumlah isu strategis dalam skema FSC menjadi fokus pembahasan, antara lain FSC Remedy Framework, Intact Forest Landscape (IFL), serta peluang kerja sama lain yang relevan dengan dinamika pengelolaan hutan lestari di Indonesia.

    Prof. Widiyatno menyampaikan bahwa Fakultas Kehutanan UGM sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan lembaga internasional seperti FSC, khususnya dalam mendukung pengembangan riset berbasis bukti ilmiah yang dapat berkontribusi pada kebijakan dan praktik pengelolaan hutan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi sektor kehutanan dan masyarakat.

    Sementara itu, Hartono Prabowo menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung implementasi standar dan skema FSC melalui riset, kajian ilmiah, serta pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, UGM sebagai salah satu institusi pendidikan kehutanan terkemuka di Indonesia memiliki posisi strategis untuk berkontribusi dalam pengembangan dan evaluasi penerapan sertifikasi FSC di tingkat nasional maupun global.

    Melalui pertemuan ini, CDC-Forestry UGM berperan sebagai penghubung awal dalam merumuskan bentuk-bentuk kerja sama yang potensial, baik dalam bentuk penelitian bersama, diskusi ilmiah, kuliah tamu, maupun pengembangan program kolaboratif lainnya. Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemitraan yang berkelanjutan antara FSC dan Fakultas Kehutanan UGM.

    Pada siang hari di tanggal yang sama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Hartono Prabowo dengan judul “Hutan Masa Depan Indonesia: Antara Kelestarian, Sertifikasi, dan Tanggung Jawab Global.” Kuliah umum ini membahas tantangan dan peluang pengelolaan hutan Indonesia ke depan dalam konteks tuntutan global terhadap keberlanjutan, peran sertifikasi hutan, serta tanggung jawab Indonesia dalam menjaga kelestarian hutan dunia.

    Ke depan, hasil diskusi dan kegiatan ini akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dan perumusan agenda kerja sama yang lebih konkret, sejalan dengan komitmen bersama untuk mendorong pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan.

    Penulis: Hermudananto

  • Siapkan Karier Global Mahasiswa, CDC- Forestry UGM Gelar Short Course “Japanese for Workplace Readiness”

    Yogyakarta, 27 Februari 2026 – Dalam upaya mendukung pengembangan kompetensi global mahasiswa, CDC-Forestry UGM menyelenggarakan program Short Course “Japanese for Workplace Readiness”, sebuah program pelatihan bahasa dan budaya kerja Jepang yang dirancang khusus bagi mahasiswa S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar bahasa Jepang serta pemahaman mengenai etika dan kesiapan kerja di lingkungan profesional Jepang.

    Kegiatan ini menghadirkan dua tutor yang memiliki pengalaman akademik dan internasional, yaitu Tomoha Onuma dari Kyushu University serta Annisa Diva Rahmawati dari Fakultas Kehutanan UGM. Melalui sesi pembelajaran yang interaktif, peserta akan mendapatkan pengenalan bahasa Jepang praktis yang relevan dengan kebutuhan komunikasi di tempat kerja, sekaligus pemahaman mengenai budaya profesional di Jepang.

    Program short course ini dilaksanakan setiap hari Jumat selama tiga bulan, yaitu pada periode Februari hingga April 2026 (kecuali hari libur nasional). Pertemuan perdana dilaksanakan pada 27 Februari 2026 pukul 10.00–11.00 WIB bertempat di Ruang Multimedia Fakultas Kehutanan UGM. Seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan secara lengkap akan memperoleh e-certificate sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka dalam program ini.

    Sebagai program pengembangan karier yang bersifat eksklusif, kegiatan ini memiliki kuota terbatas hanya untuk 25 mahasiswa S1 Fakultas Kehutanan UGM. Untuk mengikuti program ini, peserta diwajibkan melampirkan surat motivasi serta komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan.

    Melalui penyelenggaraan program ini, CDC Forestry UGM berharap mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa asing, tetapi juga memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkarier di tingkat internasional, khususnya di Jepang. Program ini juga menjadi bagian dari upaya CDC Forestry UGM dalam memperluas peluang karier global bagi mahasiswa kehutanan serta memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan institusi internasional.

    Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mulai mempersiapkan langkah menuju karier global serta membuka peluang berkontribusi dalam sektor kehutanan di tingkat internasional.

    Penulis: Hermudananto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *