|

SHARING SESSION PENGALAMAN STUDI DI THAILAND DAN JEPANG

[REMINDER: SHARING SESSION HARI INI!] 🌏✈️

Halo, Sobat Rimbawan!
Jangan lupa, acara Sharing Session: Explore Your Global Academic Journey (Pengalaman Studi di Thailand & Jepang) akan dimulai sesaat lagi!
Mari kita dengarkan langsung pengalaman, tips, dan strategi menembus kampus luar negeri bersama Alnus Meinata, Ph.D. dan Annisa Primaningtyas, M.Eng.
🗓️ Hari ini! Kamis, 09 Juli 2026
⏰ Waktu: 13.00 – 15.00 WIB
Silakan bergabung ke dalam ruang pertemuan virtual melalui tautan berikut:

🔗 Link Zoom: https://ugm-id.zoom.us/j/97996559805
🆔 Meeting ID: 979 9655 9805

Siapkan pertanyaan terbaik kamu untuk sesi Q&A nanti!

Sampai jumpa di ruang virtual dan mari siapkan langkah menuju perjalanan akademik globalmu! 🚀🎓

Salam,
CDC Forestry UGM

Similar Posts

  • |

    Delegasi Tokyo Metropolitan Government Jajaki Potensi SDM di Fakultas Kehutanan UGM

    Yogyakarta, 2 Desember 2025 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM) menerima kunjungan strategis dari delegasi Pemerintah Prefektur Tokyo Metropolitan (Tokyo Metropolitan Government/TMG) pada Selasa (2/12). Delegasi dari Biro Industri dan Tenaga Kerja, khususnya Divisi Kehutanan, ini hadir dengan didampingi oleh staf KBRI Tokyo dan Kementerian Luar Negeri RI.

    Kunjungan ini bertujuan memetakan potensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia guna menjawab kebutuhan tenaga kerja sektor kehutanan di Jepang yang tengah menghadapi tantangan defisit tenaga terampil. Agenda kunjungan meliputi diskusi terbatas, kuliah umum, hingga peninjauan fasilitas laboratorium.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi terbatas yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, Dr. Kaharuddin; Direktur KHDTK Wanagama I, Rini Pujiarti, Ph.D.; Ketua CDC-Forestry FKT UGM, Hermudananto.; serta dosen FKT UGM lainnya, Dr. Ratih Madya Septiana dan Dr. Hairi Cipta.

    Diskusi tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis, antara lain program magang mahasiswa, pengembangan kurikulum yang relevan dengan sektor kehutanan dan industri kayu di Jepang, serta inisiatif pelatihan kompetensi.

    Agenda berlanjut dengan kuliah umum yang dihadiri oleh mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2). Dalam sesi yang dimoderatori oleh Dr. Hairi Cipta ini, perwakilan TMG, Mr. Ryota Higashi, memaparkan situasi terkini industri kehutanan di Tokyo. Dengan dibantu oleh Bapak Andri Sumaryadi selaku penerjemah, materi tersampaikan dengan baik dan memicu antusiasme peserta. Hal ini terlihat dari jalannya diskusi yang interaktif serta tingginya minat mahasiswa untuk berkarier di Jepang.

    Sebagai penutup rangkaian acara, delegasi diajak meninjau infrastruktur riset dan pembelajaran di sejumlah laboratorium. Kunjungan dilakukan ke Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan yang dipandu oleh Dr. Ratih Madya Septiana dan Hermudananto.; Laboratorium Pengolahan Hasil Hutan dipandu oleh Denny Irawati, Ph.D. dan Dr.Agr.Sc. Siti Hanifah Mahdiyanti; serta Laboratorium Silvikultur Intensif yang dipandu oleh Ananto Triyogo, Ph.D.

    Meski peluang terbuka lebar, kedua belah pihak menyoroti tantangan teknis terkait prosedur pendaftaran dan persyaratan kerja yang perlu segera dijembatani agar kerja sama ini dapat terealisasi dengan optimal.

    Penulis: Hairi Cipta

  • |

    Online Workshop: “Mastering NVIVO: Mengubah Data Kualitatif Menjadi Wawasan Berkelanjutan”

    ONLINE WORKSHOP: MASTERING NVIVO 📊✨
    Sobat Rimbawan, punya banyak data kualitatif dari hasil wawancara, observasi, atau FGD tapi bingung cara menyusun analisisnya? Jangan biarkan data Anda menumpuk tanpa makna.
    Mari kuasai pengolahan data kualitatif bersama CDC Forestry UGM dalam Online Workshop: “Mastering NVIVO: Mengubah Data Kualitatif Menjadi Wawasan Berkelanjutan”. Kita akan belajar langsung cara mengelola, menganalisis, hingga memvisualisasikan data agar hasil penelitian menjadi lebih tajam dan mendalam.
    🗣️ Narasumber: Lutfiyyah Roihanah, S.Hut.
    🗓️ Hari, Tanggal: Rabu, 09 September 2026
    ⏰ Waktu: 15.30 – 17.00 WIB
    📍 Platform: Online (Zoom)
    Segera amankan kursimu! Daftar sekarang melalui tautan berikut atau scan QR Code pada poster:
    🔗 http://ugm.id/MasteringNVivo
    Mari ubah data menjadi wawasan yang berdampak. Sampai jumpa di Zoom! 🌳🎓

  • |

    Pelatihan ESG dan Masa Depan Kehutanan Indonesia

    Halo Mahasiswa/i Kehutanan UGM! 🌿 👋

    Punya minat di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) serta ingin tahu bagaimana implementasinya di sektor kehutanan Indonesia?

    Ikuti pelatihan spesial yang diselenggarakan oleh CDC Forestry UGM dan Daemeter!

    🌳 Detail Pelatihan
    Tema: ESG dan Masa Depan Kehutanan Indonesia
    Tanggal: 19 Agustus 2025
    Waktu: 14.00 – 16.00 WIB
    Tempat: Ruang Multimedia (A. 303) Fakultas Kehutanan UGM
    Narasumber: Sahat Aritonang, Director of Technical Operation Daemeter

    ✨ Kenapa kamu harus ikut?
    Kamu akan mendapatkan wawasan mendalam tentang tren keberlanjutan global, peran ESG dalam investasi dan bisnis, serta dampaknya terhadap masa depan kehutanan di Indonesia. Cocok untuk mahasiswa, peneliti, praktisi, atau siapa pun yang tertarik dengan isu-isu ini.

    📝 Link Pendaftaran
    https://bit.ly/PendaftaranESG-CDC
    Ayo segera daftar karena kuota terbatas! Sampai jumpa di pelatihan! 👋

    Salam hangat,
    Tim CDC-Forestry UGM

  • |

    Sharing Session “Green Future, Green Career” Membangun Semangat Mahasiswa Menuju Karier Kehutanan Berkelanjutan

    Yogyakarta, 16 Oktober 2025 — Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertajuk “Green Future, Green Career: Membangun Masa Depan Berkelanjutan melalui Kehutanan” pada Kamis (16/10) di Selasar Gedung The Integrated Forest Farming Learning Centre (IFFLC) Fakultas Kehutanan UGM.

    Kegiatan ini diikuti secara hybrid, baik luring maupun daring, dan dihadiri oleh mahasiswa dan alumni. Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan mahasiswa tentang peluang karier di bidang kehutanan dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau.

    Pelatihan menghadirkan lima narasumber inspiratif dari latar belakang yang beragam, yakni:

    • Nurpana Sulaksono – Kasubag TU Taman Nasional Gunung Merbabu,
    • Rendy Agung Firmansyah – CEO PT Trifos Internasional Sertifikasi (TRIC),
    • Wiryawan – Owner MEDJORA Café & Resto,
    • Imam A. El Marzuq – Global Lead Thriving Landscapes, Rainforest Alliance,
    • Ragita Wirastri – Manajer Promosi, Marketing & Komunikasi, Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC).

    Acara dipandu oleh Hermudananto, Ketua CDC-Forestry UGM, yang juga bertindak sebagai moderator. Para narasumber membagikan pengalaman dan pandangan mereka tentang peran penting sektor kehutanan dalam menghadapi tantangan global, termasuk peluang karier di bidang konservasi, sertifikasi, wirausaha hijau, dan lembaga internasional.

    “Mahasiswa kehutanan memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam inovasi bisnis dan kebijakan berkelanjutan,” ujar Hermudananto dalam sambutannya.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Hero Marhaento, perwakilan alumni Kehutanan UGM angkatan 2000 (Wanawasa 2000) yang tengah merayakan reuni 25 tahun. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula seremonial penyerahan renovasi ruang CDC-Forestry UGM yang berlokasi di lantai 7 Gedung IFFLC, sebagai bentuk kontribusi alumni untuk mendukung pengembangan kapasitas dan kompetensi generasi muda forester.

    “Renovasi ruang CDC ini merupakan wujud nyata kepedulian alumni terhadap adik-adiknya di Fakultas Kehutanan. Kami berharap ruang ini dapat menjadi pusat pengembangan karier dan inovasi mahasiswa,” ujar Hero Marhaento.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU, memberikan sambutan penutup sekaligus apresiasi yang tinggi kepada alumni Kehutanan UGM angkatan 2000 atas dukungan dan kontribusinya bagi pengembangan kampus.

    “Sinergi antara mahasiswa, alumni, dan fakultas seperti ini adalah modal penting untuk membangun generasi forester yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Dwiko.

    Acara ditutup dengan penyerahan suvenir kepada para narasumber oleh Hairi Cipta, perwakilan CDC-Forestry UGM, serta sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia sebagai penanda berakhirnya kegiatan penuh inspirasi ini.

    Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk menyiapkan karier di bidang kehutanan yang tidak hanya berorientasi pada pekerjaan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    CDC-Forestry UGM Gelar Sharing Session “Explore Your Global Academic Journey”, Hadirkan Pengalaman Studi di Thailand dan Jepang

    Yogyakarta, 9 Juli 2026 – Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa melalui Sharing Session: Explore Your Global Academic Journey – Pengalaman Studi di Thailand & Jepang pada Kamis (9/7). Kegiatan yang berlangsung secara daring pukul 13.00–15.00 WIB ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari mahasiswa dan alumni yang berminat melanjutkan studi ke luar negeri.

    Acara dibuka oleh moderator, Farah, yang mengawali sesi dengan memperkenalkan tujuan kegiatan serta para narasumber. Selanjutnya, Ketua CDC-Forestry UGM, Hermudananto, menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

    Dalam sambutannya, Hermudananto menekankan bahwa kegiatan sharing session ini merupakan salah satu upaya CDC-Forestry UGM untuk memberikan inspirasi sekaligus motivasi kepada mahasiswa dalam mempersiapkan studi lanjut di luar negeri. Menurutnya, selain prestasi akademik, mahasiswa juga perlu memahami berbagai peluang, tantangan, serta strategi untuk mempersiapkan diri sebelum menempuh pendidikan di negara tujuan.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kehidupan akademik maupun non-akademik selama studi di luar negeri. Pengalaman langsung dari para narasumber diharapkan dapat membantu mahasiswa menyusun rencana studi yang lebih matang sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk mengejar kesempatan belajar di tingkat internasional,” ujar Hermudananto.

    Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh wawasan dari dua narasumber yang merupakan dosen Fakultas Kehutanan UGM dengan pengalaman studi internasional.

    Narasumber pertama, Dr. Alnus Meinata, dosen dan peneliti di Laboratorium Pemuliaan Pohon dan Dendrologi, membagikan pengalaman menempuh studi doktoral di University of Tsukuba, Jepang. Alnus memiliki kepakaran di bidang dendrologi, konservasi spesies berkayu, genetika, serta pemuliaan pohon, dengan fokus penelitian terkini pada pemanfaatan machine learning untuk pemuliaan jati dalam menghadapi perubahan iklim global. Selain aktif melakukan penelitian, ia juga terlibat dalam berbagai proyek biodiversitas sebagai ahli flora.

    Dalam pemaparannya, Alnus menjelaskan berbagai alasan mengapa studi ke luar negeri menjadi investasi penting bagi pengembangan karier akademik maupun profesional. Ia menekankan bahwa studi di luar negeri memberikan kesempatan untuk mengakses fasilitas riset berkelas dunia, membangun jejaring internasional, memperluas perspektif lintas disiplin ilmu, serta mengembangkan kemampuan adaptasi dan kepemimpinan. Selain itu, ia juga berbagi informasi mengenai berbagai pilihan beasiswa, peluang pendanaan dari universitas, serta alternatif pembiayaan lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa internasional. Ia juga mengajak peserta untuk tidak ragu mengejar kesempatan studi ke luar negeri karena tersedia berbagai skema beasiswa dan peluang kerja paruh waktu yang dapat membantu pembiayaan selama studi.

    Sementara itu, narasumber kedua, Annisa Primaningtyas, S.T., M.Eng., dosen Laboratorium Rekayasa Biomaterial, Departemen Teknologi Hasil Hutan, membagikan pengalaman menempuh studi doktoral di King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), Thailand. Annisa merupakan lulusan Program Sarjana dan Magister Teknik Kimia UGM dengan bidang penelitian yang berfokus pada keberlanjutan hasil hutan.

    Dalam sesinya, Annisa memberikan gambaran mengenai berbagai peluang studi di Thailand, mulai dari sistem pendidikan pascasarjana, biaya hidup yang relatif terjangkau, hingga beragam pilihan beasiswa dari pemerintah, universitas, maupun lembaga internasional. Ia juga membagikan langkah-langkah praktis untuk mencari calon pembimbing (advisor), menyusun dokumen aplikasi, serta mempersiapkan proses seleksi beasiswa. Tidak hanya membahas aspek akademik, Annisa juga mengulas berbagai tantangan non-akademik yang umum dihadapi mahasiswa internasional, seperti adaptasi budaya, bahasa, makanan, hingga mengatasi homesick. Menurutnya, persiapan yang matang dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci keberhasilan selama menjalani studi di luar negeri.

    Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai strategi memperoleh beasiswa, tips menghubungi calon pembimbing, persiapan kemampuan bahasa Inggris, hingga pengalaman beradaptasi dengan lingkungan akademik dan kehidupan sehari-hari di Jepang maupun Thailand.

    Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM berharap semakin banyak mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang memiliki keberanian untuk merencanakan studi lanjut di luar negeri serta mampu mempersiapkan diri secara akademik maupun non-akademik sejak dini. Sharing session ini juga menjadi bagian dari komitmen CDC-Forestry UGM dalam mendukung pengembangan kompetensi global mahasiswa serta memperluas akses terhadap peluang pendidikan internasional.

    Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh narasumber, moderator, dan peserta sebagai penutup rangkaian acara.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Belajar dari Hutan Rakyat Tersertifikasi Internasional: Dua Mahasiswa Kehutanan UGM Magang di KOSTAJASA

    Yogyakarta, 28 Agustus 2025 – Pada tanggal 7 Juli hingga 2 Agustus 2025, dua mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM angkatan 2022, Naufal Ozora Dika Haris Sutopo (Naufal) dan Muhammad Galuh Ramadhan (Galuh), telah melaksanakan magang mandiri di Koperasi Serba Usaha Taman Wijaya Rasa (KOSTAJASA), Kebumen.

    KOSTAJASA merupakan salah satu koperasi pengelolaan hutan rakyat yang berdiri sejak tahun 2007 dan telah memperoleh sertifikasi FSC sejak 2009. Berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) KOSTAJASA 2025, koperasi ini berperan penting dalam menjaga kelestarian hutan rakyat melalui tata kelola yang berkelanjutan.

    Selama magang, para mahasiswa memperoleh pengalaman langsung terkait pengelolaan hutan rakyat bersertifikasi, meliputi tata usaha kayu, sistem lacak balak, penerapan prinsip-prinsip sertifikasi FSC, serta pengamatan aspek sosial dan lingkungan di kawasan hutan. Selain itu, mereka juga berkesempatan mengikuti kegiatan kebudayaan masyarakat setempat, mencerminkan upaya KOSTAJASA dalam menjaga keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

    Menurut Naufal, magang ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami praktik lapangan yang tidak diperoleh sepenuhnya di bangku kuliah: “Magang ini sangat bermanfaat untuk memperdalam pengetahuan, karena di kampus lebih banyak teori, sedangkan di lapangan kami bisa melihat penerapannya secara nyata.”
    Senada dengan itu, Galuh menambahkan: “Kegiatan ini membantu saya memahami kehidupan sosial masyarakat di sekitar hutan dan interaksinya dengan lingkungan, termasuk pengamatan kawasan dengan nilai konservasi tinggi.”

    Kegiatan magang ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas mahasiswa kehutanan dalam mengintegrasikan teori dengan praktik, serta menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan hutan rakyat yang lestari dan berkeadilan.
     
    Penulis:
    Naufal Ozora Dika Haris Sutopo (Naufal)
    Muhammad Galuh Ramadhan (Galuh)
    Hermudananto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *