|

CAREER READINESS: PERSONAL BRANDING, EFFECTIVE COMMUNICATION & LINKEDIN TRAINING

💼 [CAREER READINESS: PERSONAL BRANDING, EFFECTIVE COMMUNICATION & LINKEDIN TRAINING] 💼
Persiapkan kariermu secara maksimal! Bangun personal branding, kuasai komunikasi profesional, dan optimalkan profil LinkedIn bareng Mutu Institute dan CDC Forestry UGM! 🚀✨
📅 Waktu & Lokasi Kegiatan
Tanggal: Sabtu, 10 Oktober 2026
Tempat: Online Class (Zoom Meeting)
💡 Materi Utama:
Mengenal Potensi & Tujuan Karier
Membangun Personal Branding
Komunikasi Efektif & Profesional
Meningkatkan Kepercayaan Diri
Mengoptimalkan Profil LinkedIn
Membangun Networking & Peluang Karier
🎁 Benefit:
E-Certificate, Softmodul, & Doorprize!
🎟️ Harga Early Bird (10 Pendaftar Pertama):
Mahasiswa UGM: Rp300.000 (Normal Rp350.000)
Mahasiswa Umum: Rp400.000 (Normal Rp450.000)
🔗 Form Registrasi:
http://ugm.id/CDCMUTU
📞 Contact Person (WA):
Mutu Institute (Rizal): https://wa.me/6287872785517
CDC Forestry UGM: https://wa.me/6285117221813
IG: @mutu_institute | @cdc.forestryugm

Similar Posts

  • | |

    Kuliah Umum Fakultas Kehutanan UGM Bahas Masa Depan Hutan Adat dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan

    Yogyakarta, 13 Agustus 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Kuliah Umum yang menghadirkan dua narasumber dari unsur pemerintah dan organisasi non-pemerintah. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM ini mengangkat isu strategis mengenai hutan adat, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, serta pendekatan bentang alam terpadu (Integrated Landscape Approach).
    Kegiatan kuliah umum dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan KemahasiswaanFakultas Kehutanan UGM, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya mahasiswa memperoleh wawasan langsung dari para praktisi dan pemangku kebijakan mengenai dinamika pengelolaan hutan, khususnya terkait hutan adat, masyarakat, kebijakan kehutanan, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
    Kehadiran dua narasumber dari unsur pemerintah dan NGO diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif kepada mahasiswa mengenai hubungan antara kebijakan, praktik pengelolaan di tingkat tapak, serta kebutuhan kolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
    Kuliah umum diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM dari jenjang S1, S2, S3, dan Insinyur. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara kebijakan kehutanan, praktik pengelolaan di tingkat tapak, masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem.

    Memahami Masa Depan Hutan Adat: Antara Praktik dan Kebijakan

    Sesi pertama menghadirkan Julmansyah, S.Hut., M.A.P., Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan RI. Materi yang disampaikan bertajuk “Menatap Masa Depan Hutan Adat: Antara Praktik dan Kebijakan.”
    Dalam paparannya, dijelaskan bahwa hutan adat adalah hutan yang berada di wilayah masyarakat hukum adat (MHA). Penetapan hutan adat memiliki tujuan penting, antara lain menjamin ruang hidup masyarakat hukum adat, melestarikan ekosistem, melindungi kearifan lokal dan pengetahuan tradisional, serta menjadi salah satu instrumen dalam penyelesaian konflik yang berkaitan dengan masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan.
    Pembahasan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Proses penetapan hutan adat membutuhkan kepastian hukum mengenai subjek masyarakat hukum adat, identifikasi dan verifikasi wilayah adat, serta dukungan produk hukum daerah.
    Hingga Juli 2026, materi mencatat telah terdapat 174 unit hutan adat dengan luas sekitar 368.877 hektare, yang memberikan manfaat kepada sekitar 92.955 kepala keluarga.
    Paparan tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa bahwa pengelolaan hutan adat tidak hanya berkaitan dengan aspek ekologis, tetapi juga menyangkut kepastian hak, tata kelola, kelembagaan, kebijakan, dan hubungan antara masyarakat dengan negara.

    Peran NGO dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan

    Sesi kedua menghadirkan Dr. Edi Purwanto, Direktur Tropenbos Indonesia, dengan materi “Peran NGO dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan: Pembelajaran dari Tropenbos Indonesia di Kalimantan Barat melalui pendekatan Integrated Landscape Approach.”
    Dr. Edi menjelaskan bahwa Integrated Landscape Approach (ILA) merupakan pendekatan pengelolaan bentang alam yang berupaya menyeimbangkan kebutuhan konservasi, produksi, dan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi multipihak, koordinasi lintas sektor, dan pengelolaan sumber daya alam secara terpadu. Pendekatan ini bertumpu pada tiga pilar, yaitu kepastian hak dan tata kelola, lanskap yang tangguh, serta ekonomi regeneratif.
    Dalam konteks tersebut, NGO memiliki peran sebagai fasilitator, penghubung pengetahuan, serta katalis kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan mitra pembangunan. Pengalaman Tropenbos Indonesia di Kalimantan Barat menunjukkan penerapan pendekatan tersebut melalui berbagai program, antara lain perhutanan sosial, konservasi berbasis masyarakat, perlindungan koridor orangutan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, tata kelola gambut, sawit berkelanjutan, dan agroforestri.
    Salah satu pembelajaran penting yang disampaikan adalah bahwa pengelolaan sumber daya alam tidak dapat dilakukan secara sektoral. Persoalan lingkungan, sosial, dan ekonomi saling berkaitan sehingga membutuhkan pendekatan terpadu pada tingkat bentang alam. Keberlanjutan juga tidak hanya bergantung pada konservasi hutan, tetapi juga pada penguatan hak masyarakat, pemeliharaan fungsi ekosistem, pengembangan ekonomi lokal, dan kolaborasi multipihak.

    Membekali Calon Rimbawan dengan Perspektif Lintas Sektor

    Kegiatan ini memberikan pembelajaran penting bagi mahasiswa kehutanan bahwa tantangan pengelolaan hutan di masa depan membutuhkan kompetensi yang lebih luas daripada aspek teknis kehutanan semata. Calon rimbawan perlu memahami kebijakan, aspek sosial dan tenurial, pengelolaan bentang alam, pengembangan ekonomi masyarakat, serta kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
    Melalui kuliah umum ini, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai beragam peluang kontribusi profesional di bidang kehutanan, baik di pemerintahan, NGO, lembaga pembangunan, masyarakat, maupun sektor swasta.
    Bagi Career Development Center (CDC-Forestry) UGM, kegiatan semacam ini sejalan dengan upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia profesional kehutanan sekaligus memperkenalkan kompetensi dan peran yang dibutuhkan dalam menghadapi transformasi pengelolaan hutan dan sumber daya alam.
    Kuliah umum ini menegaskan bahwa masa depan kehutanan membutuhkan rimbawan yang mampu bekerja lintas sektor dan membangun kolaborasi. Pengelolaan hutan yang berkelanjutan pada akhirnya bukan hanya tentang menjaga hutan, tetapi juga memastikan hak masyarakat, kesehatan ekosistem, dan kesejahteraan dapat berjalan secara seimbang dalam satu kesatuan bentang alam.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Fakultas Kehutanan UGM dan PT Daemeter Consulting Teken MoU Pengembangan SDM dan Pelatihan di Sektor Kehutanan dan Lingkungan

    Yogyakarta, 19 Agustus 2025 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama strategis dengan PT Daemeter Consulting melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pelatihan di Sektor Kehutanan dan Lingkungan. Penandatanganan MoU berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2025 di Fakultas Kehutanan UGM, dan dilakukan langsung oleh Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.Agr., Ph.D, IPU., selaku Dekan Fakultas Kehutanan UGM, bersama dengan Aisyah Erawati Sileuw, Presiden Direktur PT Daemeter Consulting.

    Acara ini turut dihadiri oleh Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM, selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama; Hermudananto, Ketua Career Development Center (CDC-Forestry UGM); serta Sahat Aritonang, Director of Technical Operations PT Daemeter Consulting. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kehutanan UGM menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memperkuat peran fakultas dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan praktis di dunia kerja kehutanan dan lingkungan. “Kerja sama ini akan membuka ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk memperoleh pengalaman, pengetahuan, serta pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga semakin memperkuat daya saing mereka di tingkat nasional maupun global,” ujar Ir. Sigit Sunarta.

    Sementara itu, Aisyah Erawati Sileuw menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor swasta dalam mewujudkan praktik kehutanan yang berkelanjutan. “Kami percaya bahwa sinergi dengan dunia akademik akan mendorong lahirnya inovasi, sekaligus meningkatkan kapasitas SDM di sektor kehutanan dan lingkungan. MoU ini menjadi fondasi awal dari berbagai program pelatihan dan pengembangan yang akan kita jalankan bersama,” ungkapnya. Melalui MoU ini, ruang lingkup kerja sama meliputi penyelenggaraan pelatihan, workshop, magang, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, serta kolaborasi dalam penelitian terapan.

    Dengan adanya kolaborasi ini, Fakultas Kehutanan UGM dan PT Daemeter Consulting berkomitmen untuk berkontribusi dalam penguatan kapasitas SDM kehutanan dan lingkungan di Indonesia, guna mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan.

  • |

    Fakultas Kehutanan UGM dan Forest Stewardship Council (FSC) Indonesia Jajaki Peluang Kolaborasi

    Yogyakarta, 14 Januari 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Career Development Center (CDC)-Forestry UGM menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Forest Stewardship Council (FSC) Indonesia dalam rangka penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional. Kegiatan penjajakan kolaborasi ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di lingkungan Fakultas Kehutanan UGM.

    Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., Director Teknis FSC Indonesia, Hartono Prabowo, serta perwakilan CDC-Forestry UGM, yaitu Hermudananto selaku ketua dan Dr. Hairi Cipta selaku wakil ketua.

    Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif dan interaktif, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan, terutama dalam bidang penelitian terkait sertifikasi pengelolaan hutan berkelanjutan. Sejumlah isu strategis dalam skema FSC menjadi fokus pembahasan, antara lain FSC Remedy Framework, Intact Forest Landscape (IFL), serta peluang kerja sama lain yang relevan dengan dinamika pengelolaan hutan lestari di Indonesia.

    Prof. Widiyatno menyampaikan bahwa Fakultas Kehutanan UGM sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan lembaga internasional seperti FSC, khususnya dalam mendukung pengembangan riset berbasis bukti ilmiah yang dapat berkontribusi pada kebijakan dan praktik pengelolaan hutan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi sektor kehutanan dan masyarakat.

    Sementara itu, Hartono Prabowo menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung implementasi standar dan skema FSC melalui riset, kajian ilmiah, serta pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, UGM sebagai salah satu institusi pendidikan kehutanan terkemuka di Indonesia memiliki posisi strategis untuk berkontribusi dalam pengembangan dan evaluasi penerapan sertifikasi FSC di tingkat nasional maupun global.

    Melalui pertemuan ini, CDC-Forestry UGM berperan sebagai penghubung awal dalam merumuskan bentuk-bentuk kerja sama yang potensial, baik dalam bentuk penelitian bersama, diskusi ilmiah, kuliah tamu, maupun pengembangan program kolaboratif lainnya. Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemitraan yang berkelanjutan antara FSC dan Fakultas Kehutanan UGM.

    Pada siang hari di tanggal yang sama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Hartono Prabowo dengan judul “Hutan Masa Depan Indonesia: Antara Kelestarian, Sertifikasi, dan Tanggung Jawab Global.” Kuliah umum ini membahas tantangan dan peluang pengelolaan hutan Indonesia ke depan dalam konteks tuntutan global terhadap keberlanjutan, peran sertifikasi hutan, serta tanggung jawab Indonesia dalam menjaga kelestarian hutan dunia.

    Ke depan, hasil diskusi dan kegiatan ini akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dan perumusan agenda kerja sama yang lebih konkret, sejalan dengan komitmen bersama untuk mendorong pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    DRONE 101: FROM GROUND TO SKY

    DRONE 101: FROM GROUND TO SKY
    Basic Flight Training for Forestry and Environmental Applications
    Learn the Basics. Master the Flight. Explore New Perspectives.

    Want to learn how to fly a drone from the basics? Join a drone training program that combines theoretical knowledge, flight preparation, and hands-on practice with experienced instructors. This training is designed for beginners who wish to learn how to operate drones and explore their potential in supporting forestry, mapping, and environmental monitoring activities.

    EVENT DETAILS
    📅 Date: Tuesday, 3 November 2026
    ⏰ Time: 09.00–15.00 WIB
    📍 Venue: Faculty of Forestry, Universitas Gadjah Mada (UGM)

    SPEAKERS & INSTRUCTORS
    Ir. M. Chrisna Satriagasa, S.Si., M.Sc., M.Ec.Dev., Ph.D.
    Certified Drone Pilot

    REGISTRATION FEE
    Participant Category

    Active Students
    Early Bird* Regular
    Rp150,000 Rp200,000

    General Public
    Early Bird* Regular
    Rp250,000 Rp300,000

    Early bird registration is available until 23 October 2026.
    Limited seats : Maximum 30 participants!

    Registration link : ugm.id/cdc101drone

    WHAT YOU WILL GET
    E-certificate of participation
    Basic drone operation theory
    Pre-flight inspection and flight safety procedures
    Hands-on drone flying practice
    Introduction to drone applications in forestry and environmental monitoring

    Take your first step into the world of drone technology!
    Register now and secure your spot.
    Organized by:
    CDC-Forestry UGM

  • WORKSHOP CDC X IFSA LC UGM

    [WORKSHOP CDC X IFSA LC UGM 2025]

    Petakan karier impianmu sekarang !

    Hey, Future Leaders!
    Apakah kamu siap untuk mengembangkan perjalanan karirmu?

    Workshop CDC Forestry x IFSA LC UGM merupakan program inisiasi yang dikembangkan melalui kolaborasi dari Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan UGM dengan International Forestry Students’ Association Local Committee (IFSA LC) UGM dengan tujuan untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Bertemakan “Find Your Forest Flow: Mapping Out Your Dream Career with LinkedIn”,
    Workshop ini menghadirkan ilmu tentang karir secara praktis, inspiratif, dan berfokus pada masa depan, yang akan dilaksanakan pada :

    📆 Tanggal : Rabu, 30 April 2025
    ⏰ Waktu : 14.30 – 18.00 WIB
    📍 Tempat : Auditorium, Fakultas Kehutanan UGM

    💡 Rangkaian kegiatan:
    Sesi 1
    Mengungkap kekuatan relasi di tempat kerja: mengapa itu penting dan bagaimana itu membentuk karirmu.
    Sesi 2
    Belajar membuat CV yang layak untuk Linkedin dan menarik perhatian perekrut.

    ✨Jangan lupa membawa device untuk membuka Linkedin (Laptop/Handphone) dan juga notes ya!

    Kuota terbatas, ayo daftarkan diri kalian!
    Daftar sekarang dengan Link : https://ugm.id/PendaftaranPelatihanCDCForestryUGMApril2025
    Deadline pendaftaran : 29 April 2025

    Mari tumbuh bersama, belajar dari para ahli, dan bersiap untuk dunia yang profesional. Sampai jumpa nanti! 🌱

    Contact Person :
    Celine : 082329795060
    Risa : 089669499010

    #IFSALCUGMXCDCFORESTRY
    #IFSALCUGM

  • |

    Persiapan Menuju Magister dan Doktor Kehutanan UGM melalui EPIC Workshop 2026

    Yogyakarta, 08 Mei 2026 – Dalam upaya mendukung pengembangan kapasitas akademik mahasiswa dan lulusan kehutanan yang berencana melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana, International Forestry Students’ Association Local Committee Universitas Gadjah Mada (IFSA LC UGM) berkolaborasi dengan Unit Kerja Pengembangan Karir Fakultas Kehutanan UGM (CDC-Forestry UGM) menyelenggarakan EPIC Workshop 2026 bertajuk “Your Pathway to Forestry Graduate Studies at UGM: Mastering AcEPT & PAPs, Admissions, and Academic Readiness”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026 ini menghadirkan berbagai narasumber berpengalaman untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses penerimaan mahasiswa pascasarjana UGM, strategi menghadapi AcEPT dan PAPs, serta persiapan akademik yang diperlukan untuk menempuh pendidikan magister dan doktoral. Workshop ini menjadi wadah yang bermanfaat bagi peserta dalam merencanakan langkah studi lanjut secara lebih terarah dan matang.

    Gambar 1. Sesi pembukaan.

    Sesi pembukaan terdiri atas empat rangkaian utama dan secara resmi dimulai pada pukul 08.00 WIB, dipandu oleh Master of Ceremony (MC). Kegiatan diawali dengan sambutan dari Project Officer, Radityas Pradnya P., yang menyampaikan tujuan pelaksanaan acara sekaligus menekankan pentingnya persiapan akademik dan administratif bagi calon mahasiswa pascasarjana dimana sekitar 50 peserta yang hadir secara daring berpartisipasi dalam kegiatan workshop ini.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan CDC, Dr. Hairi Cipta, S.Hut., M.Agr., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini serta harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang bermakna bagi seluruh peserta. Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU., turut memberikan sambutan dengan menekankan pentingnya mengikuti workshop sebagai sarana untuk memahami lebih dalam proses penerimaan program magister (S2) dan doktoral (S3) khususnya di Fakultas Kehutanan UGM.

    Beliau juga menjelaskan pentingnya AcEPT dalam mendukung pengembangan akademik dan profesional, serta peran PAPs dalam mempersiapkan mahasiswa untuk melanjutkan studi pascasarjana. Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan workshop ini secara optimal sebagai langkah awal dalam melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada.

    Gambar 2. Sesi pertama, Master’s Degree Application Process and octoral Degree Application Process.

    Sesi pertama bertajuk Master’s Degree Application Process and Doctoral Degree Application Process dilaksanakan pada pukul 08.20–09.20 WIB dan diikuti oleh seluruh peserta. Sesi ini menghadirkan Emma Soraya, S.Hut., M.For., Ph.D., IPU sebagai pemateri mengenai proses pendaftaran program magister (S2) serta Prof. Ir. Eny Faridah, M.Sc., Ph.D., IPM sebagai pemateri mengenai proses pendaftaran program doktoral (S3).

    Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai proses penerimaan mahasiswa pascasarjana di UGM, meliputi persyaratan administrasi, prosedur seleksi, mekanisme pengumpulan dokumen, hingga tahapan akhir registrasi mahasiswa. Selain itu, kedua pemateri juga menyoroti berbagai aspek teknis penting yang perlu diperhatikan oleh calon pendaftar agar proses pendaftaran dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dokumentasi sesi pleno pertama ini disajikan pada Gambar 2.

    Gambar 3. Sesi ke-2, AcEPT: What is AcEPT?

    Workshop dilanjutkan dengan sesi kedua yang berlangsung pada pukul 09.30–11.30 WIB dan berfokus pada AcEPT (Academic English Proficiency Test), yang disampaikan oleh Novi Wulandari, S.S.,M.A. dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. Pada sesi ini, peserta memperoleh pengenalan komprehensif mengenai struktur dan aspek teknis ujian AcEPT, meliputi format tes, jenis soal yang umum diujikan, serta strategi efektif dalam menjawab soal.

      Selain itu, pemateri juga membagikan berbagai tips dan metode pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris akademik peserta sebagai persiapan melanjutkan studi pascasarjana. Untuk memperdalam pemahaman peserta, sesi ini turut dilengkapi dengan diskusi interaktif dan tanya jawab, sehingga peserta dapat berkonsultasi secara langsung mengenai strategi belajar dan teknik persiapan menghadapi ujian AcEPT.

    Gambar 4. Sesi tiga, PAPs (Preparation, Technical Skills, and Question Review)

    Pada pukul 13.30–15.30 WIB, sesi ketiga mengenai PAPs (Graduate Academic Potential Test) dilaksanakan dengan materi yang disampaikan oleh Lusiana Yashinta Ellysa Putri, S.Psi., M.Sc. dari Fakultas Psikologi UGM. Sesi ini memberikan gambaran umum kepada peserta mengenai ujian PAPs, meliputi metode persiapan, strategi efektif dalam menyelesaikan soal, serta pembahasan contoh-contoh soal yang umum dijumpai dalam ujian. Selain pemaparan materi, peserta juga terlibat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab secara langsung, sehingga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pendekatan yang efektif dalam menjawab soal PAPs serta mempersiapkan diri menghadapi proses ujian.

    Gambar 5. Sesi empat, Quiz and Evaluation

    Pada pukul 15.30–15.50 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC) bersama pemateri AcEPT, Novi Wulandari, M.A. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta sekaligus mengevaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan selama rangkaian workshop.

    Selanjutnya, pada pukul 15.50–15.55 WIB, peserta diminta untuk mengisi formulir evaluasi terkait pelaksanaan EPIC Workshop & Test. Evaluasi ini bertujuan untuk memperoleh umpan balik serta mengukur tingkat kepuasan peserta, yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program serupa di masa mendatang.

    Pada pukul 15.55–16.00 WIB, EPIC Workshop secara resmi ditutup oleh Master of Ceremony (MC), yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemateri, peserta, sponsor, serta panitia atas kontribusi dan dukungan selama kegiatan berlangsung. Dalam sesi penutupan, peserta juga memperoleh informasi penting mengenai pelaksanaan serta prosedur administratif ujian AcEPT dan PAPs. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bagian dari dokumentasi pelaksanaan workshop.

    Melalui rangkaian sesi yang informatif dan interaktif, EPIC Workshop 2026 berhasil memberikan wawasan, motivasi, serta bekal praktis bagi peserta yang bercita-cita melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini tidak hanya membantu peserta memahami proses seleksi dan persyaratan akademik, tetapi juga mendorong mereka untuk mempersiapkan diri secara lebih optimal dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi. Sejalan dengan komitmen dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, EPIC Workshop 2026 turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas dan penguatan kapasitas akademik generasi muda. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan untuk mendukung lahirnya calon-calon akademisi, peneliti, dan profesional kehutanan yang kompeten serta berdaya saing global.

    Penulis:

    Radityas Pradnya Prabawatirta

    Hermudananto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *