| |

Kuliah Umum Fakultas Kehutanan UGM Bahas Masa Depan Hutan Adat dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan

Yogyakarta, 13 Agustus 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Kuliah Umum yang menghadirkan dua narasumber dari unsur pemerintah dan organisasi non-pemerintah. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM ini mengangkat isu strategis mengenai hutan adat, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, serta pendekatan bentang alam terpadu (Integrated Landscape Approach).
Kegiatan kuliah umum dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan KemahasiswaanFakultas Kehutanan UGM, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya mahasiswa memperoleh wawasan langsung dari para praktisi dan pemangku kebijakan mengenai dinamika pengelolaan hutan, khususnya terkait hutan adat, masyarakat, kebijakan kehutanan, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Kehadiran dua narasumber dari unsur pemerintah dan NGO diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif kepada mahasiswa mengenai hubungan antara kebijakan, praktik pengelolaan di tingkat tapak, serta kebutuhan kolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Kuliah umum diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM dari jenjang S1, S2, S3, dan Insinyur. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara kebijakan kehutanan, praktik pengelolaan di tingkat tapak, masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem.

Memahami Masa Depan Hutan Adat: Antara Praktik dan Kebijakan

Sesi pertama menghadirkan Julmansyah, S.Hut., M.A.P., Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan RI. Materi yang disampaikan bertajuk “Menatap Masa Depan Hutan Adat: Antara Praktik dan Kebijakan.”
Dalam paparannya, dijelaskan bahwa hutan adat adalah hutan yang berada di wilayah masyarakat hukum adat (MHA). Penetapan hutan adat memiliki tujuan penting, antara lain menjamin ruang hidup masyarakat hukum adat, melestarikan ekosistem, melindungi kearifan lokal dan pengetahuan tradisional, serta menjadi salah satu instrumen dalam penyelesaian konflik yang berkaitan dengan masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan.
Pembahasan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Proses penetapan hutan adat membutuhkan kepastian hukum mengenai subjek masyarakat hukum adat, identifikasi dan verifikasi wilayah adat, serta dukungan produk hukum daerah.
Hingga Juli 2026, materi mencatat telah terdapat 174 unit hutan adat dengan luas sekitar 368.877 hektare, yang memberikan manfaat kepada sekitar 92.955 kepala keluarga.
Paparan tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa bahwa pengelolaan hutan adat tidak hanya berkaitan dengan aspek ekologis, tetapi juga menyangkut kepastian hak, tata kelola, kelembagaan, kebijakan, dan hubungan antara masyarakat dengan negara.

Peran NGO dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan

Sesi kedua menghadirkan Dr. Edi Purwanto, Direktur Tropenbos Indonesia, dengan materi “Peran NGO dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan: Pembelajaran dari Tropenbos Indonesia di Kalimantan Barat melalui pendekatan Integrated Landscape Approach.”
Dr. Edi menjelaskan bahwa Integrated Landscape Approach (ILA) merupakan pendekatan pengelolaan bentang alam yang berupaya menyeimbangkan kebutuhan konservasi, produksi, dan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi multipihak, koordinasi lintas sektor, dan pengelolaan sumber daya alam secara terpadu. Pendekatan ini bertumpu pada tiga pilar, yaitu kepastian hak dan tata kelola, lanskap yang tangguh, serta ekonomi regeneratif.
Dalam konteks tersebut, NGO memiliki peran sebagai fasilitator, penghubung pengetahuan, serta katalis kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan mitra pembangunan. Pengalaman Tropenbos Indonesia di Kalimantan Barat menunjukkan penerapan pendekatan tersebut melalui berbagai program, antara lain perhutanan sosial, konservasi berbasis masyarakat, perlindungan koridor orangutan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, tata kelola gambut, sawit berkelanjutan, dan agroforestri.
Salah satu pembelajaran penting yang disampaikan adalah bahwa pengelolaan sumber daya alam tidak dapat dilakukan secara sektoral. Persoalan lingkungan, sosial, dan ekonomi saling berkaitan sehingga membutuhkan pendekatan terpadu pada tingkat bentang alam. Keberlanjutan juga tidak hanya bergantung pada konservasi hutan, tetapi juga pada penguatan hak masyarakat, pemeliharaan fungsi ekosistem, pengembangan ekonomi lokal, dan kolaborasi multipihak.

Membekali Calon Rimbawan dengan Perspektif Lintas Sektor

Kegiatan ini memberikan pembelajaran penting bagi mahasiswa kehutanan bahwa tantangan pengelolaan hutan di masa depan membutuhkan kompetensi yang lebih luas daripada aspek teknis kehutanan semata. Calon rimbawan perlu memahami kebijakan, aspek sosial dan tenurial, pengelolaan bentang alam, pengembangan ekonomi masyarakat, serta kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai beragam peluang kontribusi profesional di bidang kehutanan, baik di pemerintahan, NGO, lembaga pembangunan, masyarakat, maupun sektor swasta.
Bagi Career Development Center (CDC-Forestry) UGM, kegiatan semacam ini sejalan dengan upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia profesional kehutanan sekaligus memperkenalkan kompetensi dan peran yang dibutuhkan dalam menghadapi transformasi pengelolaan hutan dan sumber daya alam.
Kuliah umum ini menegaskan bahwa masa depan kehutanan membutuhkan rimbawan yang mampu bekerja lintas sektor dan membangun kolaborasi. Pengelolaan hutan yang berkelanjutan pada akhirnya bukan hanya tentang menjaga hutan, tetapi juga memastikan hak masyarakat, kesehatan ekosistem, dan kesejahteraan dapat berjalan secara seimbang dalam satu kesatuan bentang alam.

Penulis: Hermudananto

Similar Posts

  • Belajar Rehabilitasi Hutan dari Lapangan: Pengalaman Magang di PT Tectona Alas Makmur

    Yogyakarta, 16 Maret 2026 – Program Magang menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung di dunia kerja. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperdalam pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengasah keterampilan praktis di bidang kehutanan.

    Salah satu mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Muhammad Suryanto, mahasiswa Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) semester 7. Ia berkesempatan melaksanakan kegiatan magang di PT Tectona Alas Makmur, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang rehabilitasi hutan dan lahan. Kegiatan magang ini berlangsung selama empat bulan, yaitu dari 10 September 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan lokasi kegiatan di wilayah operasional perusahaan di Kalimantan Timur.

    Kesempatan mengikuti magang di PT Tectona Alas Makmur diperoleh melalui dukungan Career Development Center Forestry UGM (CDC Forestry UGM) yang secara aktif membagikan informasi terkait peluang magang bagi mahasiswa. Informasi mengenai open recruitment magang pertama kali diketahui melalui media sosial Instagram CDC Forestry UGM. Setelah melihat informasi tersebut, Muhammad Suryanto tertarik untuk mendaftar dan mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan.

    Setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi, Muhammad Suryanto menerima kabar melalui email konfirmasi bahwa dirinya dinyatakan lolos untuk mengikuti program magang di PT Tectona Alas Makmur. Pengumuman tersebut menjadi momen yang membahagiakan sekaligus membuka kesempatan berharga untuk belajar langsung di lingkungan kerja profesional.

    Sebelum memulai kegiatan magang, Muhammad Suryanto melakukan koordinasi awal dengan pihak PT Tectona Alas Makmur dan CDC Forestry UGM untuk melengkapi berbagai persyaratan administrasi serta mempersiapkan keberangkatan menuju lokasi kegiatan di Kalimantan Timur. Selama menjalani program magang di PT Tectona Alas Makmur, Muhammad Suryanto memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran yang berharga, khususnya dalam bidang rehabilitasi dan reklamasi hutan. Ia berkesempatan untuk mempelajari berbagai kegiatan teknis, mulai dari perencanaan rehabilitasi hutan, pengelolaan lahan rehabilitasi, perawatan dan pemeliharaan tanaman rehabilitasi hutan di lapangan dan kegiatan evaluasi tanaman rehabilitasi, yang bertujuan untuk menilai perkembangan dan keberhasilan program rehabilitasi hutan.

    Melalui pengalaman ini, Muhammad Suryanto dapat memahami secara langsung bagaimana konsep pengelolaan hutan yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam praktik di lapangan. Kegiatan magang ini juga memberikan wawasan baru mengenai pentingnya rehabilitasi hutan dalam menjaga kondisi lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

    Di akhir kegiatan magang, Muhammad Suryanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Tectona Alas Makmur yang telah memberikan kesempatan belajar serta pengalaman berharga selama magang. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada CDC Forestry UGM yang telah memfasilitasi mahasiswa dalam memperoleh informasi dan kesempatan magang.

    Penulis: Muhammad Suryanto

  • |

    Selamat! Mahasiswa UGM Diterima Program Magang di PT. Tectona Alas Makmur Tahun 2025

    Yogyakarta, 25 Agustus 2025 – CDC-Forestry Fakultas Kehutanan UGM mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah berhasil lolos seleksi program Magang Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) PT. Tectona Alas Makmur. Program ini akan dilaksanakan mulai Agustus 2025 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur dengan durasi 2–3 bulan.

    Mahasiswa yang diterima dalam program magang ini adalah:

    • Naufal Fikri Syamsuddin (Fakultas Kehutanan, 2023)
    • Aqilla Khaizuran Putra Sudrajat (Vokasi – Pengelolaan Hutan, 2022)
    • Amelia Ratu Berliana (Fakultas Kehutanan, 2022)
    • Muhammad Suryanto (Vokasi – Pengelolaan Hutan, 2022)

    Program magang ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), sekaligus memperdalam keterampilan GIS dan Pemetaan, serta memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan hutan di kawasan pembangunan IKN.

    Selamat kepada para mahasiswa terpilih, semoga pengalaman berharga ini dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan kompetensi akademik maupun profesional di bidang kehutanan dan lingkungan.

    Penulis : Hermudananto

  • |

    Forest Empowerment and Sustainability Intern at Asia Pulp & Paper (APP)

    Are you a final-year student or fresh graduate majoring in Forestry / Natural
    Resources or related fields? Looking to start your career in APP? This opportunity is
    for you!
    Job Responsibility:

    1. Internal Documentation & Evidence Support
    2. Data Management & Internal Project Support
    3. Research & Knowledge Support
    4. Administrative & Coordination Support
      Job Requirements:
    5. Final year students and Fresh Graduates with a minimum Bachelor’s degree in
      Forestry or any related fields are welcome to apply
    6. Strong interest in sustainability, forest governance and FSC certification
    7. Good in English, both writing and speaking (is a must)
    8. Excellence skills in Excel, Word and PowerPoint
      Working Arrangement:
      Work From Office (WFO), Monday-Friday, 08:00-17:00 WIB
      Contract Duration: 6-8 months
      Location: Alam Sutera
      If you are interested, please send your CV to Noviana_I_Sari@app.co.id and cc it to
      @Irena_Fortunata@app.co.id and Sisca_Pratama@app.co.id with the subject: ” FES
      Intern – Name – Domicile”
      Start your journey with us!

  • |

    Kesempatan Magang Periode Agustus 2026 di PT Bumitama Gunajaya Agro

    MAGANG DI INDUSTRI PERKEBUNAN? WHY NOT!

    PT Bumitama Gunajaya Agro membuka kesempatan Magang Mandiri 2026 untuk kamu yang ingin mendapatkan pengalaman nyata di dunia kerja.

    📍 Penempatan: Kalimantan Barat / Kalimantan Tengah
    📅 Durasi: Juli – Desember 2026 (min. 5 bulan)

    🎓 Untuk mahasiswa minimal semester 5 dari jurusan:
    Agronomi • Agroteknologi • Ilmu Tanah • Teknik Pertanian • Kehutanan • Agribisnis • Teknik Mesin / Elektro

    📲 Daftar sekarang:
    bit.ly/BGAMagangMandiri2026
    atau scan QR pada poster.

    ✨ Saatnya belajar langsung dari industri dan memperluas pengalamanmu!

  • Siapkan Karier Global Mahasiswa, CDC- Forestry UGM Gelar Short Course “Japanese for Workplace Readiness”

    Yogyakarta, 27 Februari 2026 – Dalam upaya mendukung pengembangan kompetensi global mahasiswa, CDC-Forestry UGM menyelenggarakan program Short Course “Japanese for Workplace Readiness”, sebuah program pelatihan bahasa dan budaya kerja Jepang yang dirancang khusus bagi mahasiswa S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar bahasa Jepang serta pemahaman mengenai etika dan kesiapan kerja di lingkungan profesional Jepang.

    Kegiatan ini menghadirkan dua tutor yang memiliki pengalaman akademik dan internasional, yaitu Tomoha Onuma dari Kyushu University serta Annisa Diva Rahmawati dari Fakultas Kehutanan UGM. Melalui sesi pembelajaran yang interaktif, peserta akan mendapatkan pengenalan bahasa Jepang praktis yang relevan dengan kebutuhan komunikasi di tempat kerja, sekaligus pemahaman mengenai budaya profesional di Jepang.

    Program short course ini dilaksanakan setiap hari Jumat selama tiga bulan, yaitu pada periode Februari hingga April 2026 (kecuali hari libur nasional). Pertemuan perdana dilaksanakan pada 27 Februari 2026 pukul 10.00–11.00 WIB bertempat di Ruang Multimedia Fakultas Kehutanan UGM. Seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan secara lengkap akan memperoleh e-certificate sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka dalam program ini.

    Sebagai program pengembangan karier yang bersifat eksklusif, kegiatan ini memiliki kuota terbatas hanya untuk 25 mahasiswa S1 Fakultas Kehutanan UGM. Untuk mengikuti program ini, peserta diwajibkan melampirkan surat motivasi serta komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan.

    Melalui penyelenggaraan program ini, CDC Forestry UGM berharap mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa asing, tetapi juga memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkarier di tingkat internasional, khususnya di Jepang. Program ini juga menjadi bagian dari upaya CDC Forestry UGM dalam memperluas peluang karier global bagi mahasiswa kehutanan serta memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan institusi internasional.

    Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mulai mempersiapkan langkah menuju karier global serta membuka peluang berkontribusi dalam sektor kehutanan di tingkat internasional.

    Penulis: Hermudananto

  • Berita: Pelatihan Tes Bahasa Inggris

    Pelatihan Persiapan Tes Bahasa Inggris Tingkatkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Ujian Akademik dan Profesional

    Yogyakarta, 21 April 2025

    Pelatihan Persiapan Tes Bahasa Inggris Tingkatkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Ujian Akademik dan Profesional

    Yogyakarta, 21 April 2025

    Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) sukses menyelenggarakan Pelatihan Persiapan Tes Bahasa Inggris pada Senin, 21 April 2025. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Pusat Bahasa UGM sebagai narasumber, bertempat di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM.
     
    Pelatihan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan strategi dan pemahaman terkait berbagai tipe soal dalam tes bahasa Inggris, baik untuk keperluan akademik maupun profesional. Dr. Ashika Prajnya Paramita, sebagai narasumber utama, menyampaikan berbagai tips dan trik efektif dalam menghadapi tes bahasa Inggris. Dalam sesi penutup, Dr. Aprillia Firmonasari turut memberikan penjelasan singkat mengenai layanan yang tersedia di Pusat Bahasa UGM yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa.
     
    Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, panitia juga menyelenggarakan post-test di akhir sesi pelatihan. Dari sekitar 148 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 104 peserta dinyatakan berhak menerima sertifikat berdasarkan hasil form evaluasi yang dikumpulkan.
     
    Pelatihan ini memberikan hasil positif dengan meningkatnya kesiapan peserta dalam menghadapi berbagai tes bahasa Inggris. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala guna mendukung kesiapan dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *