Yogyakarta, 19 Oktober 2026 — Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Control Union Academy Indonesia untuk menyelenggarakan Forestry, Sustainability & Traceability Training pada 13–16 Oktober 2026 secara daring melalui Zoom. Pelatihan intensif selama empat hari penuh ini diikuti oleh enam peserta yang ingin memperdalam pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan hutan berkelanjutan, ketertelusuran hasil hutan, sertifikasi, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam rantai pasok kehutanan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya CDC-Forestry UGM dalam memperluas akses pembelajaran profesional, memperkuat kompetensi mahasiswa dan peserta dari berbagai latar belakang, serta menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia kerja di sektor kehutanan dan keberlanjutan.
Program pelatihan dirancang dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan industri (industry-oriented training), menggabungkan pembelajaran konseptual, studi kasus, diskusi, lokakarya, simulasi, dan latihan praktis. Peserta juga diarahkan untuk mengembangkan proyek akhir berbasis industri guna merumuskan solusi atas tantangan nyata dalam pengelolaan hutan berkelanjutan dan ketertelusuran rantai pasok.
Mengintegrasikan Perspektif Akademik dan Praktik Industri
Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari perspektif akademisi dan praktisi industri. Kombinasi kedua perspektif tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif, mulai dari prinsip dan kerangka konseptual hingga penerapan teknis di lapangan.
Pada hari pertama dan kedua, materi disampaikan oleh Ir. Hermudananto, S.Hut., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., akademisi Fakultas Kehutanan UGM. Pembelajaran pada dua hari pertama berfokus pada penguatan landasan konseptual dan analitis mengenai kehutanan berkelanjutan, sertifikasi, ketertelusuran, serta tantangan keberlanjutan dalam sektor kehutanan.
Pada hari ketiga, pelatihan menghadirkan Yanuar Wibowo, Certification Assistant di Control Union Indonesia sekaligus Carbon Verifier in Trainee, dan Sans Eva Clara Shinta, Forestry Certification Coordinator & Certifier di Control Union Indonesia. Diskusi juga melibatkan Ahmad Subandi selaku lead auditor. Sesi ini memberikan perspektif praktis mengenai pelaksanaan sertifikasi, verifikasi, dan tantangan implementasi standar keberlanjutan di industri.
Sementara itu, pada hari keempat, materi disampaikan oleh R. Firman Santoso, auditor kehutanan dari Control Union Indonesia. Sesi ini berfokus pada perspektif implementasi dan praktik audit kehutanan, sekaligus memperkuat pemahaman peserta tentang penerapan persyaratan keberlanjutan dalam kegiatan operasional dan rantai pasok.
Kehadiran para narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami hubungan antara prinsip ilmiah, persyaratan standar, proses penilaian kesesuaian, serta kebutuhan industri kehutanan.
Memperkuat Kompetensi dalam Keberlanjutan dan Ketertelusuran
Forestry, Sustainability & Traceability Training mencakup sejumlah topik penting yang relevan dengan perkembangan sektor kehutanan, antara lain pengelolaan hutan berkelanjutan, legalitas dan ketertelusuran kayu, implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), serta peluang karbon dan iklim di sektor kehutanan.
Materi tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan akan transparansi rantai pasok, pemenuhan persyaratan pasar, praktik pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, serta penguatan akuntabilitas lingkungan dan sosial. Pemahaman mengenai sertifikasi, audit, dan verifikasi juga menjadi bekal penting bagi calon tenaga profesional yang akan berkarier di bidang kehutanan, industri hasil hutan, konsultansi keberlanjutan, maupun penilaian kesesuaian.
Tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, pelatihan ini mendorong peserta untuk menerapkan pengetahuan melalui diskusi kasus, simulasi, latihan kelompok, dan proyek akhir berbasis tantangan industri. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analitis, pemecahan masalah, serta kesiapan peserta dalam menghadapi kebutuhan profesional di dunia kerja.
Dengan jumlah enam peserta, pelatihan ini juga membuka ruang interaksi dan diskusi yang lebih intensif antara peserta dan narasumber selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Membangun Kolaborasi untuk Pengembangan Karier Kehutanan
Penyelenggaraan pelatihan ini mencerminkan peran CDC-Forestry UGM dalam mengembangkan program peningkatan kompetensi yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi dengan Control Union Academy Indonesia, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari isu keberlanjutan dan ketertelusuran tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga melalui pengalaman dan perspektif praktisi yang bekerja di bidang sertifikasi, audit, dan verifikasi.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan program pelatihan profesional berikutnya, sekaligus memperluas kesempatan bagi mahasiswa, lulusan, dan masyarakat umum untuk meningkatkan kompetensi di sektor kehutanan yang semakin menuntut keahlian multidisipliner.
Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM terus mendorong pengembangan sumber daya manusia kehutanan yang adaptif, kompeten, dan mampu berkontribusi terhadap praktik pengelolaan hutan yang bertanggung jawab serta pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Hermudananto