Penandatanganan MoU Fakultas Kehutanan UGM dan PT PCU Indonesia (Control Union) Perkuat Kolaborasi Pengembangan SDM Kehutanan

Yogyakarta, 02 April 2026  – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada melalui Career Development Center (CDC-Forestry UGM) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT PCU Indonesia pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini berlangsung di Ruang Sidang Dekanat, Fakultas Kehutanan UGM.

Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU., serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM.. Turut hadir pula Ketua CDC-Forestry UGM, Ir. Hermudananto, S.Hut., M.Sc., IPM, ASEAN Eng., dan Wakil Ketua CDC-Forestry UGM, Dr. Hairi Cipta, S.Hut., M.Agr.

Dari pihak Control Union Indonesia, kegiatan ini dihadiri oleh Gayan Wejesiriwardana selaku Managing Director, Arif Pamungkas selaku Business Development Manager, Gayan Ranasinghe selaku Scheme Manager of Assurance Services, serta Muhamad Rifki selaku Senior Business Development Executive.

Kerja sama ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan pelatihan di sektor kehutanan dan lingkungan, sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Implementasi kerja sama akan mencakup berbagai kegiatan, seperti penyelenggaraan pelatihan profesional, kuliah tamu (guest lecture), serta program kolaboratif lainnya yang relevan dengan kebutuhan industri kehutanan dan lingkungan yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kehutanan UGM menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab tantangan global, khususnya terkait isu keberlanjutan, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Sementara itu, Gayan Wejesiriwardana selaku Managing Director Control Union Indonesia, menyampaikan komitmennya untuk mendukung peningkatan kapasitas mahasiswa dan tenaga profesional kehutanan melalui standar internasional dan praktik terbaik di bidang sertifikasi dan verifikasi.

Sebagai bentuk realisasi awal dari kerja sama ini, pada hari yang sama setelah penandatanganan MoU, diselenggarakan kegiatan kuliah umum bertajuk “Carbon Management for Businesses: Ensuring Credible Action through Validation and Verification Body”.

Kuliah umum ini menghadirkan Gayan Ranasinghe dari Control Union, yang membahas secara komprehensif pentingnya pengelolaan karbon bagi sektor bisnis serta peran lembaga validasi dan verifikasi dalam memastikan aksi iklim yang kredibel dan terukur.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dan civitas akademika Fakultas Kehutanan UGM, serta menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat sinergi antara akademisi dan praktisi dalam menghadapi tantangan keberlanjutan global.

Melalui kerja sama ini, diharapkan lulusan Fakultas Kehutanan UGM semakin siap menghadapi dunia kerja dengan kompetensi yang relevan, sekaligus berkontribusi dalam pengelolaan hutan dan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis: Hermudananto

Similar Posts

  • |

    Sosialisasi 3MT Virtual Competition 2025 dan Pengenalan Aplikasi MiriCanvas

    Yogyakarta, 18 September 2025 – Career Development Center (CDC) Forestry UGM bersama Fakultas Kehutanan UGM sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi 3MT Virtual Competition 2025 sekaligus sosialisasi penggunaan aplikasi MiriCanvas. Acara ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh mahasiswa dari jenjang S1, S2, dan S3 di bidang kehutanan serta rumpun ilmu terkait.

    Kegiatan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Siti Hanifah Mahdiyanti (Ketua Panitia 3MT Fakultas Kehutanan UGM) dan Irenna Elizabeth S.Ak., MBA (Partnership Development Manager MiriCanvas). Keduanya membagikan wawasan dan tips mengenai cara menyampaikan hasil riset secara singkat, padat, dan menarik dalam format Three Minute Thesis (3MT).
    Dr. Siti Hanifah menekankan pentingnya kemampuan komunikasi ilmiah bagi mahasiswa dan peneliti, terutama dalam menjembatani riset dengan audiens yang lebih luas. Sementara itu, Irenna Elizabeth memperkenalkan MiriCanvas sebagai aplikasi inovatif yang dirancang untuk membantu peserta menyiapkan presentasi dan video 3MT dengan lebih efektif dan kreatif.
    Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana menyusun pesan riset dalam waktu terbatas, sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung penyampaian yang lebih impresif.

    Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM, serta menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa untuk berkompetisi dalam ajang 3MT Virtual Competition 2025.
    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk menyampaikan gagasan risetnya secara sederhana, singkat, dan bermakna—membuktikan bahwa riset hebat bisa dipahami oleh semua kalangan.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    CDC-Forestry UGM Bersama Kagama HSE Selenggarakan Short Course dan Sharing Session K3 Pertambangan

    Career Development Center Fakultas Kehutanan UGM (CDC-Forestry UGM) bersama Kagama HSE sukses menggelar HSE Short Course and Sharing Session bertema Dasar-Dasar Keselamatan Pertambangan & Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan, serta Manajemen Risiko pada Jumat, 4 Juli 2025. Bertempat di Dome IFFLC Lt. 7 Fakultas Kehutanan UGM, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman, yaitu Faizal Reza (Corporate Manager HSE System & Audit PT PAM Mineral, Tbk.), Hamzah Subekti (Corporate Superintendent HSE System & Audit PT PAM Mineral), dan Jihan Alfiera (Project Planner).
    Kegiatan ini menjadi wadah interaktif bagi mahasiswa, praktisi, dan pegiat HSE untuk memperdalam pengetahuan, berdiskusi, sekaligus memperluas wawasan mengenai isu-isu terkini seputar kesehatan, keselamatan, dan lingkungan, khususnya di sektor pertambangan. Peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai prinsip dasar keselamatan pertambangan, penerapan sistem manajemen keselamatan yang menjadi fondasi keberlanjutan operasional, serta strategi manajemen risiko untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan ramah lingkungan.

    Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 78 orang. Hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami serta menerapkan prinsip-prinsip HSE di lapangan. Tidak hanya memperkaya wawasan, kegiatan ini juga memperkuat jejaring profesional lintas sektor, menciptakan ruang kolaborasi yang produktif, dan menumbuhkan semangat untuk mengembangkan budaya keselamatan kerja yang lebih kuat di industri.
    Melalui kolaborasi yang solid antara CDC-Forestry UGM dan Kagama HSE, acara ini diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin dan praktisi HSE yang kompeten, berintegritas, serta berkomitmen terhadap penerapan standar keselamatan dan pengelolaan risiko yang berkelanjutan di berbagai sektor industri.


    Penulis: Hermudananto

  • |

    Belajar dari Hutan Rakyat Tersertifikasi Internasional: Dua Mahasiswa Kehutanan UGM Magang di KOSTAJASA

    Yogyakarta, 28 Agustus 2025 – Pada tanggal 7 Juli hingga 2 Agustus 2025, dua mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM angkatan 2022, Naufal Ozora Dika Haris Sutopo (Naufal) dan Muhammad Galuh Ramadhan (Galuh), telah melaksanakan magang mandiri di Koperasi Serba Usaha Taman Wijaya Rasa (KOSTAJASA), Kebumen.

    KOSTAJASA merupakan salah satu koperasi pengelolaan hutan rakyat yang berdiri sejak tahun 2007 dan telah memperoleh sertifikasi FSC sejak 2009. Berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) KOSTAJASA 2025, koperasi ini berperan penting dalam menjaga kelestarian hutan rakyat melalui tata kelola yang berkelanjutan.

    Selama magang, para mahasiswa memperoleh pengalaman langsung terkait pengelolaan hutan rakyat bersertifikasi, meliputi tata usaha kayu, sistem lacak balak, penerapan prinsip-prinsip sertifikasi FSC, serta pengamatan aspek sosial dan lingkungan di kawasan hutan. Selain itu, mereka juga berkesempatan mengikuti kegiatan kebudayaan masyarakat setempat, mencerminkan upaya KOSTAJASA dalam menjaga keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

    Menurut Naufal, magang ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami praktik lapangan yang tidak diperoleh sepenuhnya di bangku kuliah: “Magang ini sangat bermanfaat untuk memperdalam pengetahuan, karena di kampus lebih banyak teori, sedangkan di lapangan kami bisa melihat penerapannya secara nyata.”
    Senada dengan itu, Galuh menambahkan: “Kegiatan ini membantu saya memahami kehidupan sosial masyarakat di sekitar hutan dan interaksinya dengan lingkungan, termasuk pengamatan kawasan dengan nilai konservasi tinggi.”

    Kegiatan magang ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas mahasiswa kehutanan dalam mengintegrasikan teori dengan praktik, serta menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan hutan rakyat yang lestari dan berkeadilan.
     
    Penulis:
    Naufal Ozora Dika Haris Sutopo (Naufal)
    Muhammad Galuh Ramadhan (Galuh)
    Hermudananto

  • Pererat Silaturahmi Ramadan, CDC-Forestry UGM Gelar Buka Bersama dan Ramah Tamah Bersama Volunteer Mahasiswa

    Yogyakarta, 6 Maret 2026 — Dalam suasana bulan suci Ramadan, CDC-Forestry UGM menyelenggarakan kegiatan Buka Bersama dan Ramah Tamah yang dilaksanakan di rumah makan Lombok Idjo Jogja Adisoetjipto.

    Acara ini dihadiri oleh tim serta para volunteer yang selama ini terlibat aktif dalam berbagai kegiatan dan program CDC-Forestry UGM. Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh anggota tim yang telah berkontribusi dalam berbagai program pengembangan karier mahasiswa di Fakultas Kehutanan UGM.

    Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM tidak hanya menghadirkan momen berbuka puasa bersama, tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kekompakan tim, serta mencairkan suasana formal yang selama ini terbentuk dalam aktivitas kerja sehari-hari. Suasana santai dan penuh keakraban memungkinkan setiap anggota tim untuk saling berinteraksi lebih dekat, berbagi cerita, serta mempererat hubungan emosional antaranggota.

    Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan buka bersama ini juga menjadi kesempatan bagi seluruh tim untuk melepas penat setelah menjalankan berbagai kegiatan dan program CDC-Forestry UGM, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan motivasi dalam mendukung berbagai inisiatif pengembangan karier mahasiswa kehutanan. Interaksi yang hangat dalam suasana Ramadan turut memperkuat rasa kebersamaan serta membangun kerja sama tim yang lebih solid ke depannya.

    Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan keberkahan Ramadan melalui momen berbagi makanan serta kebahagiaan bersama. Dengan terjalinnya hubungan yang semakin erat antaranggota tim, diharapkan semangat kolaborasi dalam mengembangkan berbagai program CDC-Forestry UGM dapat terus meningkat.

    Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, CDC- Forestry UGM berharap kebersamaan yang terbangun dapat menjadi fondasi kuat dalam menjalankan berbagai program yang mendukung pengembangan kompetensi serta kesiapan karier mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM di masa mendatang.

    Penulis: Hermudananto

  • Berita: Pelatihan Tes Bahasa Inggris

    Pelatihan Persiapan Tes Bahasa Inggris Tingkatkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Ujian Akademik dan Profesional

    Yogyakarta, 21 April 2025

    Pelatihan Persiapan Tes Bahasa Inggris Tingkatkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Ujian Akademik dan Profesional

    Yogyakarta, 21 April 2025

    Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) sukses menyelenggarakan Pelatihan Persiapan Tes Bahasa Inggris pada Senin, 21 April 2025. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Pusat Bahasa UGM sebagai narasumber, bertempat di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM.
     
    Pelatihan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan strategi dan pemahaman terkait berbagai tipe soal dalam tes bahasa Inggris, baik untuk keperluan akademik maupun profesional. Dr. Ashika Prajnya Paramita, sebagai narasumber utama, menyampaikan berbagai tips dan trik efektif dalam menghadapi tes bahasa Inggris. Dalam sesi penutup, Dr. Aprillia Firmonasari turut memberikan penjelasan singkat mengenai layanan yang tersedia di Pusat Bahasa UGM yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa.
     
    Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, panitia juga menyelenggarakan post-test di akhir sesi pelatihan. Dari sekitar 148 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 104 peserta dinyatakan berhak menerima sertifikat berdasarkan hasil form evaluasi yang dikumpulkan.
     
    Pelatihan ini memberikan hasil positif dengan meningkatnya kesiapan peserta dalam menghadapi berbagai tes bahasa Inggris. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala guna mendukung kesiapan dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.
     

  • | |

    Kuliah Umum Fakultas Kehutanan UGM Bahas Masa Depan Hutan Adat dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan

    Yogyakarta, 13 Agustus 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Kuliah Umum yang menghadirkan dua narasumber dari unsur pemerintah dan organisasi non-pemerintah. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM ini mengangkat isu strategis mengenai hutan adat, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, serta pendekatan bentang alam terpadu (Integrated Landscape Approach).
    Kegiatan kuliah umum dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan KemahasiswaanFakultas Kehutanan UGM, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya mahasiswa memperoleh wawasan langsung dari para praktisi dan pemangku kebijakan mengenai dinamika pengelolaan hutan, khususnya terkait hutan adat, masyarakat, kebijakan kehutanan, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
    Kehadiran dua narasumber dari unsur pemerintah dan NGO diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif kepada mahasiswa mengenai hubungan antara kebijakan, praktik pengelolaan di tingkat tapak, serta kebutuhan kolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
    Kuliah umum diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM dari jenjang S1, S2, S3, dan Insinyur. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara kebijakan kehutanan, praktik pengelolaan di tingkat tapak, masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem.

    Memahami Masa Depan Hutan Adat: Antara Praktik dan Kebijakan

    Sesi pertama menghadirkan Julmansyah, S.Hut., M.A.P., Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan RI. Materi yang disampaikan bertajuk “Menatap Masa Depan Hutan Adat: Antara Praktik dan Kebijakan.”
    Dalam paparannya, dijelaskan bahwa hutan adat adalah hutan yang berada di wilayah masyarakat hukum adat (MHA). Penetapan hutan adat memiliki tujuan penting, antara lain menjamin ruang hidup masyarakat hukum adat, melestarikan ekosistem, melindungi kearifan lokal dan pengetahuan tradisional, serta menjadi salah satu instrumen dalam penyelesaian konflik yang berkaitan dengan masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan.
    Pembahasan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Proses penetapan hutan adat membutuhkan kepastian hukum mengenai subjek masyarakat hukum adat, identifikasi dan verifikasi wilayah adat, serta dukungan produk hukum daerah.
    Hingga Juli 2026, materi mencatat telah terdapat 174 unit hutan adat dengan luas sekitar 368.877 hektare, yang memberikan manfaat kepada sekitar 92.955 kepala keluarga.
    Paparan tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa bahwa pengelolaan hutan adat tidak hanya berkaitan dengan aspek ekologis, tetapi juga menyangkut kepastian hak, tata kelola, kelembagaan, kebijakan, dan hubungan antara masyarakat dengan negara.

    Peran NGO dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan

    Sesi kedua menghadirkan Dr. Edi Purwanto, Direktur Tropenbos Indonesia, dengan materi “Peran NGO dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan: Pembelajaran dari Tropenbos Indonesia di Kalimantan Barat melalui pendekatan Integrated Landscape Approach.”
    Dr. Edi menjelaskan bahwa Integrated Landscape Approach (ILA) merupakan pendekatan pengelolaan bentang alam yang berupaya menyeimbangkan kebutuhan konservasi, produksi, dan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi multipihak, koordinasi lintas sektor, dan pengelolaan sumber daya alam secara terpadu. Pendekatan ini bertumpu pada tiga pilar, yaitu kepastian hak dan tata kelola, lanskap yang tangguh, serta ekonomi regeneratif.
    Dalam konteks tersebut, NGO memiliki peran sebagai fasilitator, penghubung pengetahuan, serta katalis kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan mitra pembangunan. Pengalaman Tropenbos Indonesia di Kalimantan Barat menunjukkan penerapan pendekatan tersebut melalui berbagai program, antara lain perhutanan sosial, konservasi berbasis masyarakat, perlindungan koridor orangutan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, tata kelola gambut, sawit berkelanjutan, dan agroforestri.
    Salah satu pembelajaran penting yang disampaikan adalah bahwa pengelolaan sumber daya alam tidak dapat dilakukan secara sektoral. Persoalan lingkungan, sosial, dan ekonomi saling berkaitan sehingga membutuhkan pendekatan terpadu pada tingkat bentang alam. Keberlanjutan juga tidak hanya bergantung pada konservasi hutan, tetapi juga pada penguatan hak masyarakat, pemeliharaan fungsi ekosistem, pengembangan ekonomi lokal, dan kolaborasi multipihak.

    Membekali Calon Rimbawan dengan Perspektif Lintas Sektor

    Kegiatan ini memberikan pembelajaran penting bagi mahasiswa kehutanan bahwa tantangan pengelolaan hutan di masa depan membutuhkan kompetensi yang lebih luas daripada aspek teknis kehutanan semata. Calon rimbawan perlu memahami kebijakan, aspek sosial dan tenurial, pengelolaan bentang alam, pengembangan ekonomi masyarakat, serta kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
    Melalui kuliah umum ini, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai beragam peluang kontribusi profesional di bidang kehutanan, baik di pemerintahan, NGO, lembaga pembangunan, masyarakat, maupun sektor swasta.
    Bagi Career Development Center (CDC-Forestry) UGM, kegiatan semacam ini sejalan dengan upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia profesional kehutanan sekaligus memperkenalkan kompetensi dan peran yang dibutuhkan dalam menghadapi transformasi pengelolaan hutan dan sumber daya alam.
    Kuliah umum ini menegaskan bahwa masa depan kehutanan membutuhkan rimbawan yang mampu bekerja lintas sektor dan membangun kolaborasi. Pengelolaan hutan yang berkelanjutan pada akhirnya bukan hanya tentang menjaga hutan, tetapi juga memastikan hak masyarakat, kesehatan ekosistem, dan kesejahteraan dapat berjalan secara seimbang dalam satu kesatuan bentang alam.

    Penulis: Hermudananto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *