|

Selamat! Mahasiswa UGM Diterima Program Magang di PT. Tectona Alas Makmur Tahun 2025

Yogyakarta, 25 Agustus 2025 – CDC-Forestry Fakultas Kehutanan UGM mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah berhasil lolos seleksi program Magang Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) PT. Tectona Alas Makmur. Program ini akan dilaksanakan mulai Agustus 2025 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur dengan durasi 2–3 bulan.

Mahasiswa yang diterima dalam program magang ini adalah:

  • Naufal Fikri Syamsuddin (Fakultas Kehutanan, 2023)
  • Aqilla Khaizuran Putra Sudrajat (Vokasi – Pengelolaan Hutan, 2022)
  • Amelia Ratu Berliana (Fakultas Kehutanan, 2022)
  • Muhammad Suryanto (Vokasi – Pengelolaan Hutan, 2022)

Program magang ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), sekaligus memperdalam keterampilan GIS dan Pemetaan, serta memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan hutan di kawasan pembangunan IKN.

Selamat kepada para mahasiswa terpilih, semoga pengalaman berharga ini dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan kompetensi akademik maupun profesional di bidang kehutanan dan lingkungan.

Penulis : Hermudananto

Similar Posts

  • |

    CDC-Forestry UGM Bersama Kagama HSE Selenggarakan Short Course dan Sharing Session K3 Pertambangan

    Career Development Center Fakultas Kehutanan UGM (CDC-Forestry UGM) bersama Kagama HSE sukses menggelar HSE Short Course and Sharing Session bertema Dasar-Dasar Keselamatan Pertambangan & Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan, serta Manajemen Risiko pada Jumat, 4 Juli 2025. Bertempat di Dome IFFLC Lt. 7 Fakultas Kehutanan UGM, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman, yaitu Faizal Reza (Corporate Manager HSE System & Audit PT PAM Mineral, Tbk.), Hamzah Subekti (Corporate Superintendent HSE System & Audit PT PAM Mineral), dan Jihan Alfiera (Project Planner).
    Kegiatan ini menjadi wadah interaktif bagi mahasiswa, praktisi, dan pegiat HSE untuk memperdalam pengetahuan, berdiskusi, sekaligus memperluas wawasan mengenai isu-isu terkini seputar kesehatan, keselamatan, dan lingkungan, khususnya di sektor pertambangan. Peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai prinsip dasar keselamatan pertambangan, penerapan sistem manajemen keselamatan yang menjadi fondasi keberlanjutan operasional, serta strategi manajemen risiko untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan ramah lingkungan.

    Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 78 orang. Hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami serta menerapkan prinsip-prinsip HSE di lapangan. Tidak hanya memperkaya wawasan, kegiatan ini juga memperkuat jejaring profesional lintas sektor, menciptakan ruang kolaborasi yang produktif, dan menumbuhkan semangat untuk mengembangkan budaya keselamatan kerja yang lebih kuat di industri.
    Melalui kolaborasi yang solid antara CDC-Forestry UGM dan Kagama HSE, acara ini diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin dan praktisi HSE yang kompeten, berintegritas, serta berkomitmen terhadap penerapan standar keselamatan dan pengelolaan risiko yang berkelanjutan di berbagai sektor industri.


    Penulis: Hermudananto

  • Siapkan Karier Global Mahasiswa, CDC- Forestry UGM Gelar Short Course “Japanese for Workplace Readiness”

    Yogyakarta, 27 Februari 2026 – Dalam upaya mendukung pengembangan kompetensi global mahasiswa, CDC-Forestry UGM menyelenggarakan program Short Course “Japanese for Workplace Readiness”, sebuah program pelatihan bahasa dan budaya kerja Jepang yang dirancang khusus bagi mahasiswa S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar bahasa Jepang serta pemahaman mengenai etika dan kesiapan kerja di lingkungan profesional Jepang.

    Kegiatan ini menghadirkan dua tutor yang memiliki pengalaman akademik dan internasional, yaitu Tomoha Onuma dari Kyushu University serta Annisa Diva Rahmawati dari Fakultas Kehutanan UGM. Melalui sesi pembelajaran yang interaktif, peserta akan mendapatkan pengenalan bahasa Jepang praktis yang relevan dengan kebutuhan komunikasi di tempat kerja, sekaligus pemahaman mengenai budaya profesional di Jepang.

    Program short course ini dilaksanakan setiap hari Jumat selama tiga bulan, yaitu pada periode Februari hingga April 2026 (kecuali hari libur nasional). Pertemuan perdana dilaksanakan pada 27 Februari 2026 pukul 10.00–11.00 WIB bertempat di Ruang Multimedia Fakultas Kehutanan UGM. Seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan secara lengkap akan memperoleh e-certificate sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka dalam program ini.

    Sebagai program pengembangan karier yang bersifat eksklusif, kegiatan ini memiliki kuota terbatas hanya untuk 25 mahasiswa S1 Fakultas Kehutanan UGM. Untuk mengikuti program ini, peserta diwajibkan melampirkan surat motivasi serta komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan.

    Melalui penyelenggaraan program ini, CDC Forestry UGM berharap mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa asing, tetapi juga memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkarier di tingkat internasional, khususnya di Jepang. Program ini juga menjadi bagian dari upaya CDC Forestry UGM dalam memperluas peluang karier global bagi mahasiswa kehutanan serta memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan institusi internasional.

    Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mulai mempersiapkan langkah menuju karier global serta membuka peluang berkontribusi dalam sektor kehutanan di tingkat internasional.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Delegasi Tokyo Metropolitan Government Jajaki Potensi SDM di Fakultas Kehutanan UGM

    Yogyakarta, 2 Desember 2025 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM) menerima kunjungan strategis dari delegasi Pemerintah Prefektur Tokyo Metropolitan (Tokyo Metropolitan Government/TMG) pada Selasa (2/12). Delegasi dari Biro Industri dan Tenaga Kerja, khususnya Divisi Kehutanan, ini hadir dengan didampingi oleh staf KBRI Tokyo dan Kementerian Luar Negeri RI.

    Kunjungan ini bertujuan memetakan potensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia guna menjawab kebutuhan tenaga kerja sektor kehutanan di Jepang yang tengah menghadapi tantangan defisit tenaga terampil. Agenda kunjungan meliputi diskusi terbatas, kuliah umum, hingga peninjauan fasilitas laboratorium.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi terbatas yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, Dr. Kaharuddin; Direktur KHDTK Wanagama I, Rini Pujiarti, Ph.D.; Ketua CDC-Forestry FKT UGM, Hermudananto.; serta dosen FKT UGM lainnya, Dr. Ratih Madya Septiana dan Dr. Hairi Cipta.

    Diskusi tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis, antara lain program magang mahasiswa, pengembangan kurikulum yang relevan dengan sektor kehutanan dan industri kayu di Jepang, serta inisiatif pelatihan kompetensi.

    Agenda berlanjut dengan kuliah umum yang dihadiri oleh mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2). Dalam sesi yang dimoderatori oleh Dr. Hairi Cipta ini, perwakilan TMG, Mr. Ryota Higashi, memaparkan situasi terkini industri kehutanan di Tokyo. Dengan dibantu oleh Bapak Andri Sumaryadi selaku penerjemah, materi tersampaikan dengan baik dan memicu antusiasme peserta. Hal ini terlihat dari jalannya diskusi yang interaktif serta tingginya minat mahasiswa untuk berkarier di Jepang.

    Sebagai penutup rangkaian acara, delegasi diajak meninjau infrastruktur riset dan pembelajaran di sejumlah laboratorium. Kunjungan dilakukan ke Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan yang dipandu oleh Dr. Ratih Madya Septiana dan Hermudananto.; Laboratorium Pengolahan Hasil Hutan dipandu oleh Denny Irawati, Ph.D. dan Dr.Agr.Sc. Siti Hanifah Mahdiyanti; serta Laboratorium Silvikultur Intensif yang dipandu oleh Ananto Triyogo, Ph.D.

    Meski peluang terbuka lebar, kedua belah pihak menyoroti tantangan teknis terkait prosedur pendaftaran dan persyaratan kerja yang perlu segera dijembatani agar kerja sama ini dapat terealisasi dengan optimal.

    Penulis: Hairi Cipta

  • Magang Mandiri di Kawasan Konservasi: Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM Perkuat Pembelajaran Berbasis Praktik di Taman Nasional Gunung Merbabu

    Yogyakarta, 06 Maret 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program Magang Mandiri memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan magang sebagai sarana penguatan kompetensi dan pengalaman praktis di bidang kehutanan. Kegiatan magang tersebut dilaksanakan oleh tiga mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM, yaitu Nasywa Anindya Fauzi, Najwa Aulia Luthfi Safira, Khoeirien Riedha Faaza, di Balai Taman Nasional Gunung Merbabu pada periode 05 Januari – 06 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pengelolaan kawasan konservasi serta memperdalam pemahaman mengenai praktik pengelolaan hutan di lapangan.

    Pelaksanaan kegiatan magang ini juga mendapatkan dukungan dari Career Development Center Forestry UGM (CDC-Forestry UGM) yang berperan dalam memfasilitasi pengembangan karier mahasiswa melalui penyediaan informasi peluang magang, penguatan jejaring dengan berbagai institusi mitra, serta pendampingan mahasiswa dalam pelaksanaan program magang. Melalui dukungan CDC Forestry UGM, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman profesional yang relevan dengan bidang keilmuan kehutanan sekaligus memperluas wawasan mengenai dunia kerja di sektor kehutanan dan konservasi. Kegiatan magang mandiri ini dilaksanakan di wilayah kerja Balai Taman Nasional Gunung Merbabu tepatnya pada Resort Wonolelo yang berada di SPTN II Wilayah Krogowanan. Selama pelaksanaan magang, mahasiswa mendapatkan bimbingan dari staf dan pengelola kawasan serta terlibat dalam berbagai kegiatan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan konservasi.

    Dalam kegiatan magang ini, terdapat dua tema utama yang menjadi fokus pembelajaran, yaitu estimasi cadangan karbon dan inventarisasi sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Pada kegiatan estimasi cadangan karbon, mahasiswa melakukan pengambilan data lapangan untuk mendukung pendugaan cadangan karbon pada vegetasi hutan. Sementara itu, kegiatan inventarisasi sosial ekonomi dilakukan untuk memahami kondisi serta keterkaitan masyarakat sekitar dengan kawasan hutan, termasuk pemanfaatan sumber daya dan dinamika sosial yang berkembang di tempat wisata Top Selfie Pinusan Kragilan yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

    Selain kegiatan utama tersebut, mahasiswa juga berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Resort Wonolelo, salah satunya adalah patroli kawasan. Kegiatan patroli ini bertujuan untuk memantau kondisi kawasan serta menjaga kelestarian hutan dari berbagai potensi gangguan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung peran penting patroli dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi.

    Mahasiswa juga diperkenalkan dengan kegiatan pengelolaan persemaian yang ada di kawasan, termasuk proses pembibitan serta teknik penanaman beberapa jenis tanaman kehutanan. Salah satu kegiatan yang dipelajari adalah praktik penanaman bibit pulai sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pengayaan vegetasi di kawasan hutan. Kegiatan ini memberikan pemahaman praktis mengenai tahapan pembibitan hingga penanaman yang menjadi bagian penting dalam kegiatan rehabilitasi hutan.

    Melalui kegiatan magang mandiri ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif mengenai pengelolaan kawasan konservasi, mulai dari aspek ekologi hingga sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan. Pengalaman ini juga diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa dalam mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik pengelolaan hutan di lapangan.

    Kedepannya, kegiatan magang seperti ini diharapkan dapat terus mempererat hubungan kerja sama antara Fakultas Kehutanan UGM dengan pengelola kawasan konservasi seperti Taman Nasional, sehingga dapat mendukung pengembangan pendidikan kehutanan yang aplikatif serta berkontribusi pada pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Indonesia.

    Penulis: Nasywa Anindya Fauzi, Najwa Aulia Luthfi Safira, Khoeirien Riedha Faaza

  • |

    EPIC Test 2025: Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kompetensi Bahasa Inggris Mahasiswa Kehutanan UGM

    Yogyakarta, 29 Oktober 2025 – Asosiasi Mahasiswa Kehutanan Internasional (International Forestry Students’ Association/IFSA) berkolaborasi dengan Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan UGM sukses menyelenggarakan EPIC TEST 2025 “Conquer & Connect: Bridging Worlds with Confident Communication”, sebuah rangkaian kegiatan peningkatan kemampuan bahasa Inggris yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peserta memahami tingkat kemahiran berbahasa mereka serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang akademik dan profesional. Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi utama, bekerja sama dengan OMNI English Indonesia, menghadirkan Hary Prasojo Syafa’atillah, CEO & Founder OMNI English Indonesia, sebagai narasumber.

    Rangkaian acara dimulai dengan Masterclass Session pada Jumat, 24 Oktober, bertempat di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM. Pada sesi ini, peserta mendapatkan strategi efektif, tips praktis, dan wawasan mendalam mengenai cara menghadapi tes kemampuan bahasa Inggris secara optimal. Kegiatan ini tidak hanya membekali peserta dengan teknik menghadapi ujian, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai komunikasi yang percaya diri dan efektif dalam konteks global.

    Selanjutnya, pada Rabu, 29 Oktober, dilaksanakan sesi English Proficiency Test, yaitu tes kemampuan bahasa Inggris sesungguhnya yang memberikan hasil objektif sekaligus sertifikat resmi bagi peserta. Sertifikat tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari syarat kelulusan, beasiswa, hingga persiapan memasuki dunia kerja. Selain itu, peserta juga memperoleh sertifikat masterclass serta kesempatan untuk berjejaring dan mendapatkan panduan personal dalam meningkatkan skor mereka di masa mendatang.

    Kegiatan EPIC Test 2025 diikuti oleh 57 peserta, yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris serta kesiapan menghadapi tantangan global. CDC–Forestry UGM berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa dan peserta lain untuk mengembangkan potensi diri, memperluas peluang masa depan, serta membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi di tingkat internasional.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    CDC Forestry UGM Gelar Pelatihan “Carbon & Green Career” Bersama Form International

    Yogyakarta, 26 September 2025 – Career Development Center (CDC) Forestry UGM bersama Form International sukses menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Carbon & Green Career: Tren Global dan Peluang Karier di Sektor Kehutanan Hijau” pada Jumat, 26 September 2025 di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM.

    Pelatihan ini menghadirkan Nistia Sekar Ningati, Indonesia Country Director Form International, sebagai narasumber utama. Dalam sesi berdurasi dua jam (14.00–16.00 WIB), beliau berbagi wawasan mengenai tren global kehutanan berkelanjutan, peluang kerja, dan strategi membangun karier di sektor kehutanan hijau.

    Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa. Tercatat lebih dari 50 peserta hadir dan aktif berdiskusi, menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap isu dan profesi di bidang karbon dan kehutanan berkelanjutan.

    Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya CDC Forestry UGM dalam memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, khususnya pada sektor kehutanan yang terus berkembang mengikuti agenda global pembangunan berkelanjutan.

    Peserta yang belum sempat mendaftar diharapkan untuk mengikuti kegiatan serupa berikutnya melalui laman resmi dan media sosial CDC Forestry UGM.

    Penulis: Hermudananto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *