Siapkan Karier Global Mahasiswa, CDC- Forestry UGM Gelar Short Course “Japanese for Workplace Readiness”

Yogyakarta, 27 Februari 2026 – Dalam upaya mendukung pengembangan kompetensi global mahasiswa, CDC-Forestry UGM menyelenggarakan program Short Course “Japanese for Workplace Readiness”, sebuah program pelatihan bahasa dan budaya kerja Jepang yang dirancang khusus bagi mahasiswa S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar bahasa Jepang serta pemahaman mengenai etika dan kesiapan kerja di lingkungan profesional Jepang.

Kegiatan ini menghadirkan dua tutor yang memiliki pengalaman akademik dan internasional, yaitu Tomoha Onuma dari Kyushu University serta Annisa Diva Rahmawati dari Fakultas Kehutanan UGM. Melalui sesi pembelajaran yang interaktif, peserta akan mendapatkan pengenalan bahasa Jepang praktis yang relevan dengan kebutuhan komunikasi di tempat kerja, sekaligus pemahaman mengenai budaya profesional di Jepang.

Program short course ini dilaksanakan setiap hari Jumat selama tiga bulan, yaitu pada periode Februari hingga April 2026 (kecuali hari libur nasional). Pertemuan perdana dilaksanakan pada 27 Februari 2026 pukul 10.00–11.00 WIB bertempat di Ruang Multimedia Fakultas Kehutanan UGM. Seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan secara lengkap akan memperoleh e-certificate sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka dalam program ini.

Sebagai program pengembangan karier yang bersifat eksklusif, kegiatan ini memiliki kuota terbatas hanya untuk 25 mahasiswa S1 Fakultas Kehutanan UGM. Untuk mengikuti program ini, peserta diwajibkan melampirkan surat motivasi serta komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan.

Melalui penyelenggaraan program ini, CDC Forestry UGM berharap mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa asing, tetapi juga memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkarier di tingkat internasional, khususnya di Jepang. Program ini juga menjadi bagian dari upaya CDC Forestry UGM dalam memperluas peluang karier global bagi mahasiswa kehutanan serta memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan institusi internasional.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mulai mempersiapkan langkah menuju karier global serta membuka peluang berkontribusi dalam sektor kehutanan di tingkat internasional.

Penulis: Hermudananto

Similar Posts

  • |

    Belajar dari Hutan Rakyat Tersertifikasi Internasional: Dua Mahasiswa Kehutanan UGM Magang di KOSTAJASA

    Yogyakarta, 28 Agustus 2025 – Pada tanggal 7 Juli hingga 2 Agustus 2025, dua mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM angkatan 2022, Naufal Ozora Dika Haris Sutopo (Naufal) dan Muhammad Galuh Ramadhan (Galuh), telah melaksanakan magang mandiri di Koperasi Serba Usaha Taman Wijaya Rasa (KOSTAJASA), Kebumen.

    KOSTAJASA merupakan salah satu koperasi pengelolaan hutan rakyat yang berdiri sejak tahun 2007 dan telah memperoleh sertifikasi FSC sejak 2009. Berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) KOSTAJASA 2025, koperasi ini berperan penting dalam menjaga kelestarian hutan rakyat melalui tata kelola yang berkelanjutan.

    Selama magang, para mahasiswa memperoleh pengalaman langsung terkait pengelolaan hutan rakyat bersertifikasi, meliputi tata usaha kayu, sistem lacak balak, penerapan prinsip-prinsip sertifikasi FSC, serta pengamatan aspek sosial dan lingkungan di kawasan hutan. Selain itu, mereka juga berkesempatan mengikuti kegiatan kebudayaan masyarakat setempat, mencerminkan upaya KOSTAJASA dalam menjaga keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

    Menurut Naufal, magang ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami praktik lapangan yang tidak diperoleh sepenuhnya di bangku kuliah: “Magang ini sangat bermanfaat untuk memperdalam pengetahuan, karena di kampus lebih banyak teori, sedangkan di lapangan kami bisa melihat penerapannya secara nyata.”
    Senada dengan itu, Galuh menambahkan: “Kegiatan ini membantu saya memahami kehidupan sosial masyarakat di sekitar hutan dan interaksinya dengan lingkungan, termasuk pengamatan kawasan dengan nilai konservasi tinggi.”

    Kegiatan magang ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas mahasiswa kehutanan dalam mengintegrasikan teori dengan praktik, serta menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan hutan rakyat yang lestari dan berkeadilan.
     
    Penulis:
    Naufal Ozora Dika Haris Sutopo (Naufal)
    Muhammad Galuh Ramadhan (Galuh)
    Hermudananto

  • Pererat Silaturahmi Ramadan, CDC-Forestry UGM Gelar Buka Bersama dan Ramah Tamah Bersama Volunteer Mahasiswa

    Yogyakarta, 6 Maret 2026 — Dalam suasana bulan suci Ramadan, CDC-Forestry UGM menyelenggarakan kegiatan Buka Bersama dan Ramah Tamah yang dilaksanakan di rumah makan Lombok Idjo Jogja Adisoetjipto.

    Acara ini dihadiri oleh tim serta para volunteer yang selama ini terlibat aktif dalam berbagai kegiatan dan program CDC-Forestry UGM. Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh anggota tim yang telah berkontribusi dalam berbagai program pengembangan karier mahasiswa di Fakultas Kehutanan UGM.

    Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM tidak hanya menghadirkan momen berbuka puasa bersama, tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kekompakan tim, serta mencairkan suasana formal yang selama ini terbentuk dalam aktivitas kerja sehari-hari. Suasana santai dan penuh keakraban memungkinkan setiap anggota tim untuk saling berinteraksi lebih dekat, berbagi cerita, serta mempererat hubungan emosional antaranggota.

    Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan buka bersama ini juga menjadi kesempatan bagi seluruh tim untuk melepas penat setelah menjalankan berbagai kegiatan dan program CDC-Forestry UGM, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan motivasi dalam mendukung berbagai inisiatif pengembangan karier mahasiswa kehutanan. Interaksi yang hangat dalam suasana Ramadan turut memperkuat rasa kebersamaan serta membangun kerja sama tim yang lebih solid ke depannya.

    Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan keberkahan Ramadan melalui momen berbagi makanan serta kebahagiaan bersama. Dengan terjalinnya hubungan yang semakin erat antaranggota tim, diharapkan semangat kolaborasi dalam mengembangkan berbagai program CDC-Forestry UGM dapat terus meningkat.

    Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, CDC- Forestry UGM berharap kebersamaan yang terbangun dapat menjadi fondasi kuat dalam menjalankan berbagai program yang mendukung pengembangan kompetensi serta kesiapan karier mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM di masa mendatang.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Kuliah Tamu Bersama Aida Greenbury: Mendalami Bioekonomi dan Transisi Hijau

    Yogyakarta, 13 Oktober 2025 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada melalui Career Development Center (CDC-Forestry UGM) bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan (KMMH) sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Kontestasi Bioekonomi Berkelanjutan dan Hilirisasi dalam Era Transisi Hijau” bersama Aida Greenbury, Board of Advisors di World Bioeconomy Forum.

    Kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dan akademisi untuk memperdalam pemahaman mengenai bioekonomi berkelanjutan, yang kini menjadi salah satu strategi global dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

    Acara dibuka oleh Hermudananto, selaku Ketua CDC-Forestry UGM, dilanjutkan dengan sambutan dari Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan UGM, serta Ketua KMMH Fakultas Kehutanan UGM yang menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga pengembangan karier dalam memperkuat wawasan global di bidang kehutanan dan bioekonomi.

    Turut hadir pula Prof. Dr. Ir. Sri Nugroho Marsoem, M.Agr., dosen pembimbing Ibu Aida Greenbury semasa beliau menempuh pendidikan S1 di Fakultas Kehutanan UGM, yang memberikan sambutan hangat dan apresiasi atas kontribusi Aida dalam memajukan isu keberlanjutan di tingkat internasional.

    Dalam pemaparannya, Aida Greenbury menguraikan pentingnya bioekonomi sirkular sebagai model ekonomi masa depan yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, dan konservasi keanekaragaman hayati. Ia menyoroti potensi besar Indonesia dalam pengembangan bioindustri berbasis kehutanan, agroforestri, dan biomassa, dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem hutan dan hak masyarakat lokal.

    Materi yang disampaikan juga menyoroti tren global bioekonomi, termasuk kebijakan dari berbagai negara seperti Jepang dan Finlandia, proyeksi pasar kayu dalam bioindustri, serta tantangan lingkungan yang harus diantisipasi agar transisi hijau benar-benar inklusif dan berkeadilan.

    Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi berlangsung. Lebih dari 100 peserta hadir secara luring dan daring, aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait peluang karier, inovasi, serta peran kehutanan dalam ekonomi berkelanjutan.

    Melalui kegiatan kolaboratif antara CDC-Forestry UGM dan KMMH, Fakultas Kehutanan UGM berkomitmen memperkuat jejaring akademik dan profesional mahasiswa dengan tokoh-tokoh global, guna membuka wawasan dan peluang karier di bidang kehutanan berkelanjutan dan bioekonomi masa depan.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Selamat! Mahasiswa UGM Diterima Program Magang di PT. Tectona Alas Makmur Tahun 2025

    Yogyakarta, 25 Agustus 2025 – CDC-Forestry Fakultas Kehutanan UGM mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah berhasil lolos seleksi program Magang Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) PT. Tectona Alas Makmur. Program ini akan dilaksanakan mulai Agustus 2025 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur dengan durasi 2–3 bulan.

    Mahasiswa yang diterima dalam program magang ini adalah:

    • Naufal Fikri Syamsuddin (Fakultas Kehutanan, 2023)
    • Aqilla Khaizuran Putra Sudrajat (Vokasi – Pengelolaan Hutan, 2022)
    • Amelia Ratu Berliana (Fakultas Kehutanan, 2022)
    • Muhammad Suryanto (Vokasi – Pengelolaan Hutan, 2022)

    Program magang ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), sekaligus memperdalam keterampilan GIS dan Pemetaan, serta memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan hutan di kawasan pembangunan IKN.

    Selamat kepada para mahasiswa terpilih, semoga pengalaman berharga ini dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan kompetensi akademik maupun profesional di bidang kehutanan dan lingkungan.

    Penulis : Hermudananto

  • |

    Sharing Session “Green Future, Green Career” Membangun Semangat Mahasiswa Menuju Karier Kehutanan Berkelanjutan

    Yogyakarta, 16 Oktober 2025 — Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertajuk “Green Future, Green Career: Membangun Masa Depan Berkelanjutan melalui Kehutanan” pada Kamis (16/10) di Selasar Gedung The Integrated Forest Farming Learning Centre (IFFLC) Fakultas Kehutanan UGM.

    Kegiatan ini diikuti secara hybrid, baik luring maupun daring, dan dihadiri oleh mahasiswa dan alumni. Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan mahasiswa tentang peluang karier di bidang kehutanan dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau.

    Pelatihan menghadirkan lima narasumber inspiratif dari latar belakang yang beragam, yakni:

    • Nurpana Sulaksono – Kasubag TU Taman Nasional Gunung Merbabu,
    • Rendy Agung Firmansyah – CEO PT Trifos Internasional Sertifikasi (TRIC),
    • Wiryawan – Owner MEDJORA Café & Resto,
    • Imam A. El Marzuq – Global Lead Thriving Landscapes, Rainforest Alliance,
    • Ragita Wirastri – Manajer Promosi, Marketing & Komunikasi, Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC).

    Acara dipandu oleh Hermudananto, Ketua CDC-Forestry UGM, yang juga bertindak sebagai moderator. Para narasumber membagikan pengalaman dan pandangan mereka tentang peran penting sektor kehutanan dalam menghadapi tantangan global, termasuk peluang karier di bidang konservasi, sertifikasi, wirausaha hijau, dan lembaga internasional.

    “Mahasiswa kehutanan memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam inovasi bisnis dan kebijakan berkelanjutan,” ujar Hermudananto dalam sambutannya.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Hero Marhaento, perwakilan alumni Kehutanan UGM angkatan 2000 (Wanawasa 2000) yang tengah merayakan reuni 25 tahun. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula seremonial penyerahan renovasi ruang CDC-Forestry UGM yang berlokasi di lantai 7 Gedung IFFLC, sebagai bentuk kontribusi alumni untuk mendukung pengembangan kapasitas dan kompetensi generasi muda forester.

    “Renovasi ruang CDC ini merupakan wujud nyata kepedulian alumni terhadap adik-adiknya di Fakultas Kehutanan. Kami berharap ruang ini dapat menjadi pusat pengembangan karier dan inovasi mahasiswa,” ujar Hero Marhaento.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU, memberikan sambutan penutup sekaligus apresiasi yang tinggi kepada alumni Kehutanan UGM angkatan 2000 atas dukungan dan kontribusinya bagi pengembangan kampus.

    “Sinergi antara mahasiswa, alumni, dan fakultas seperti ini adalah modal penting untuk membangun generasi forester yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Dwiko.

    Acara ditutup dengan penyerahan suvenir kepada para narasumber oleh Hairi Cipta, perwakilan CDC-Forestry UGM, serta sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia sebagai penanda berakhirnya kegiatan penuh inspirasi ini.

    Melalui kegiatan ini, CDC-Forestry UGM berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk menyiapkan karier di bidang kehutanan yang tidak hanya berorientasi pada pekerjaan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

    Penulis: Hermudananto

  • Magang Mandiri di Kawasan Konservasi: Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM Perkuat Pembelajaran Berbasis Praktik di Taman Nasional Gunung Merbabu

    Yogyakarta, 06 Maret 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program Magang Mandiri memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan magang sebagai sarana penguatan kompetensi dan pengalaman praktis di bidang kehutanan. Kegiatan magang tersebut dilaksanakan oleh tiga mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM, yaitu Nasywa Anindya Fauzi, Najwa Aulia Luthfi Safira, Khoeirien Riedha Faaza, di Balai Taman Nasional Gunung Merbabu pada periode 05 Januari – 06 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pengelolaan kawasan konservasi serta memperdalam pemahaman mengenai praktik pengelolaan hutan di lapangan.

    Pelaksanaan kegiatan magang ini juga mendapatkan dukungan dari Career Development Center Forestry UGM (CDC-Forestry UGM) yang berperan dalam memfasilitasi pengembangan karier mahasiswa melalui penyediaan informasi peluang magang, penguatan jejaring dengan berbagai institusi mitra, serta pendampingan mahasiswa dalam pelaksanaan program magang. Melalui dukungan CDC Forestry UGM, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman profesional yang relevan dengan bidang keilmuan kehutanan sekaligus memperluas wawasan mengenai dunia kerja di sektor kehutanan dan konservasi. Kegiatan magang mandiri ini dilaksanakan di wilayah kerja Balai Taman Nasional Gunung Merbabu tepatnya pada Resort Wonolelo yang berada di SPTN II Wilayah Krogowanan. Selama pelaksanaan magang, mahasiswa mendapatkan bimbingan dari staf dan pengelola kawasan serta terlibat dalam berbagai kegiatan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan konservasi.

    Dalam kegiatan magang ini, terdapat dua tema utama yang menjadi fokus pembelajaran, yaitu estimasi cadangan karbon dan inventarisasi sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Pada kegiatan estimasi cadangan karbon, mahasiswa melakukan pengambilan data lapangan untuk mendukung pendugaan cadangan karbon pada vegetasi hutan. Sementara itu, kegiatan inventarisasi sosial ekonomi dilakukan untuk memahami kondisi serta keterkaitan masyarakat sekitar dengan kawasan hutan, termasuk pemanfaatan sumber daya dan dinamika sosial yang berkembang di tempat wisata Top Selfie Pinusan Kragilan yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

    Selain kegiatan utama tersebut, mahasiswa juga berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Resort Wonolelo, salah satunya adalah patroli kawasan. Kegiatan patroli ini bertujuan untuk memantau kondisi kawasan serta menjaga kelestarian hutan dari berbagai potensi gangguan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung peran penting patroli dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi.

    Mahasiswa juga diperkenalkan dengan kegiatan pengelolaan persemaian yang ada di kawasan, termasuk proses pembibitan serta teknik penanaman beberapa jenis tanaman kehutanan. Salah satu kegiatan yang dipelajari adalah praktik penanaman bibit pulai sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pengayaan vegetasi di kawasan hutan. Kegiatan ini memberikan pemahaman praktis mengenai tahapan pembibitan hingga penanaman yang menjadi bagian penting dalam kegiatan rehabilitasi hutan.

    Melalui kegiatan magang mandiri ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif mengenai pengelolaan kawasan konservasi, mulai dari aspek ekologi hingga sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan. Pengalaman ini juga diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa dalam mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik pengelolaan hutan di lapangan.

    Kedepannya, kegiatan magang seperti ini diharapkan dapat terus mempererat hubungan kerja sama antara Fakultas Kehutanan UGM dengan pengelola kawasan konservasi seperti Taman Nasional, sehingga dapat mendukung pengembangan pendidikan kehutanan yang aplikatif serta berkontribusi pada pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Indonesia.

    Penulis: Nasywa Anindya Fauzi, Najwa Aulia Luthfi Safira, Khoeirien Riedha Faaza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *