Pelatihan Persiapan Tes Bahasa Inggris Tingkatkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Ujian Akademik dan Profesional

Yogyakarta, 21 April 2025

Pelatihan Persiapan Tes Bahasa Inggris Tingkatkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Ujian Akademik dan Profesional

Yogyakarta, 21 April 2025

Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) sukses menyelenggarakan Pelatihan Persiapan Tes Bahasa Inggris pada Senin, 21 April 2025. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Pusat Bahasa UGM sebagai narasumber, bertempat di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM.
 
Pelatihan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan strategi dan pemahaman terkait berbagai tipe soal dalam tes bahasa Inggris, baik untuk keperluan akademik maupun profesional. Dr. Ashika Prajnya Paramita, sebagai narasumber utama, menyampaikan berbagai tips dan trik efektif dalam menghadapi tes bahasa Inggris. Dalam sesi penutup, Dr. Aprillia Firmonasari turut memberikan penjelasan singkat mengenai layanan yang tersedia di Pusat Bahasa UGM yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa.
 
Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, panitia juga menyelenggarakan post-test di akhir sesi pelatihan. Dari sekitar 148 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 104 peserta dinyatakan berhak menerima sertifikat berdasarkan hasil form evaluasi yang dikumpulkan.
 
Pelatihan ini memberikan hasil positif dengan meningkatnya kesiapan peserta dalam menghadapi berbagai tes bahasa Inggris. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala guna mendukung kesiapan dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.
 

Similar Posts

  • |

    Selamat! Mahasiswa UGM Diterima Program Magang di PT. Tectona Alas Makmur Tahun 2025

    Yogyakarta, 25 Agustus 2025 – CDC-Forestry Fakultas Kehutanan UGM mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah berhasil lolos seleksi program Magang Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) PT. Tectona Alas Makmur. Program ini akan dilaksanakan mulai Agustus 2025 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur dengan durasi 2–3 bulan.

    Mahasiswa yang diterima dalam program magang ini adalah:

    • Naufal Fikri Syamsuddin (Fakultas Kehutanan, 2023)
    • Aqilla Khaizuran Putra Sudrajat (Vokasi – Pengelolaan Hutan, 2022)
    • Amelia Ratu Berliana (Fakultas Kehutanan, 2022)
    • Muhammad Suryanto (Vokasi – Pengelolaan Hutan, 2022)

    Program magang ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), sekaligus memperdalam keterampilan GIS dan Pemetaan, serta memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan hutan di kawasan pembangunan IKN.

    Selamat kepada para mahasiswa terpilih, semoga pengalaman berharga ini dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan kompetensi akademik maupun profesional di bidang kehutanan dan lingkungan.

    Penulis : Hermudananto

  • |

    Workshop “From Paper to Career: Ubah CV, Ubah Nasib” membekali Mahasiswa dengan Keterampilan Menyusun CV Profesional

    Yogyakarta, 18 Oktober 2025 — Career Development Center Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (CDC-Forestry UGM) bekerja sama dengan Forestry Study Club (FSC) FKT UGM mengadakan workshop bertajuk “From Paper to Career: Ubah CV, Ubah Nasib” pada Sabtu (18/10) di ruang Multimedia, Gedung A Lantai 3 Fakultas Kehutanan UGM.
    Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Workshop bertujuan membekali peserta dengan keterampilan menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, profesional, dan kompetitif di dunia kerja maupun untuk pendaftaran beasiswa.

    Bedah Langsung CV Peserta oleh Narasumber
    Workshop menghadirkan Irenna Elizabeth, S.Ak., MBA sebagai narasumber. Dengan pengalaman profesional di bidang karier dan pengembangan sumber daya manusia, Irenna berbagi tips praktis tentang bagaimana menulis CV yang mampu menonjolkan potensi dan keunikan diri setiap mahasiswa.
    Menariknya, selama sesi berlangsung, Irenna juga melakukan review langsung terhadap beberapa CV peserta yang telah dikirim sebelumnya. Peserta mendapat masukan konkret mengenai format, konten, dan cara menyesuaikan CV dengan kebutuhan posisi kerja atau beasiswa yang diincar.
    “CV bukan sekadar dokumen, tapi cerminan profesionalisme dan arah karier kita,” ujar Irenna dalam sesi interaktif yang penuh antusiasme.

    Kolaborasi Positif untuk Pengembangan Karier Mahasiswa
    Ketua CDC-Forestry UGM, Hermudananto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara CDC dan FSC. Ia menilai workshop seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa sedini mungkin menghadapi dunia kerja.
    “Workshop ini menjadi contoh sinergi yang baik antara organisasi mahasiswa dan CDC dalam membangun kesiapan karier mahasiswa kehutanan, baik untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan studi dengan beasiswa,” ungkap Hermudananto.
    Sebagai bentuk apresiasi, CDC-Forestry memberikan suvenir narasumber, sementara narasumber Irenna Elizabeth turut memberikan cendera mata khusus dari Korea kepada tim panitia di akhir sesi.

    Pada kesempatan tersebut, turut dilaksanakan seremonial penandatanganan kerja sama antara Fakultas Kehutanan UGM dan MIRI DIH, perusahaan induk dari MiriCanvas. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia serta penyelenggaraan pelatihan di bidang kehutanan dan lingkungan, sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri teknologi kreatif.

    Antusiasme dan Manfaat Nyata bagi Peserta
    Selain mendapatkan e-sertifikat, peserta juga memperoleh merchandise menarik dan akses gratis satu tahun MiriCanvas Pro untuk menunjang pembuatan CV dan portofolio digital.
    Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan banyak peserta aktif bertanya dan berdiskusi. Melalui workshop ini, CDC-Forestry UGM berharap mahasiswa semakin siap dan percaya diri menghadapi persaingan karier di masa depan.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    CDC-Forestry UGM Gelar Serangkaian Kegiatan Pengembangan Karier dan Kolaborasi Internasional di Bulan Juni 2025

    Pada bulan Juni 2025, Career Development Center (CDC) Fakultas Kehutanan UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni menghadapi dunia kerja melalui serangkaian kegiatan pengembangan karier dan kolaborasi internasional. Kegiatan ini meliputi berbagai program inspiratif yang bertujuan memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun jejaring strategis di tingkat nasional dan internasional.
     
    Salah satu kegiatan utama adalah Global Education Pathways yang diselenggarakan pada 14 Juni 2025. Dalam kegiatan ini, empat alumni UGM yang sedang menempuh studi di Australia, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat berbagi pengalaman mereka mendapatkan beasiswa internasional seperti LPDP, ADB-JSP, DAAD, dan Fulbright. Peserta yang mengikuti secara daring sebanyak 96 orang ini memperoleh wawasan lengkap mengenai peluang beasiswa, strategi aplikasi, serta pengalaman studi di luar negeri, sehingga dapat memotivasi dan mempersiapkan mereka untuk studi lanjutan di berbagai benua.
     
    Selain itu, CDC-Forestry UGM bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar kegiatan Knowledge Sharing bertajuk “Raih Peluang, Jemput Mimpi, dan Jadilah Generasi Emas Indonesia” pada 18 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta secara luring di Fakultas Kehutanan UGM dan bertujuan memotivasi generasi muda agar mampu mengembangkan potensi terbaiknya melalui berbagai peluang yang tersedia.
     
    Dalam rangka pengembangan talenta, CDC-Forestry UGM juga menyelenggarakan Talent Development Class: Collabora-talk – The Art of Networking pada 26 Juni 2025. Kerja sama dengan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM ini menghadirkan narasumber seperti Dr. Rangga Dachlan dan Hermudananto. Kegiatan daring ini membekali 35 peserta dari kelompok AGRO di UGM dengan strategi membangun jejaring profesional sejak masa kuliah, sehingga mereka dapat lebih siap bersaing di dunia kerja.
     
    Selain kegiatan pengembangan individu, CDC-Forestry UGM turut aktif dalam mendukung pelaksanaan Tracer Study UGM 2025. Program ini bertujuan memetakan relevansi pendidikan, kesiapan kerja, dan kontribusi alumni Fakultas Kehutanan di berbagai bidang profesi. Data yang terkumpul akan menjadi dasar untuk pengembangan kurikulum dan strategi peningkatan daya saing lulusan, memastikan bahwa pendidikan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
     
    Sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses informasi dan layanan karier, sejak 30 Juni 2025, situs resmi CDC-Forestry UGM dapat diakses di https://cdc-forestry.fkt.ugm.ac.id. Website ini menjadi pusat informasi mengenai peluang karier, pelatihan, lowongan pekerjaan, serta kegiatan kolaboratif yang relevan bagi mahasiswa dan alumni.
     
    Dalam rangka memperluas jejaring dan peluang kolaborasi, CDC-Forestry UGM menjalin komunikasi awal dengan berbagai mitra potensial, seperti MiriCanvas (platform desain grafis online berbasis AI), Beehive Drones (solusi pemetaan dan monitoring berbasis drone), Daemeter (konsultan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan), dan CarbonEthic (pengembang proyek karbon berbasis alam). Kemitraan ini diharapkan dapat membuka peluang magang, penelitian, kompetisi, dan program pengembangan kapasitas di bidang kehutanan dan lingkungan.
     
    Seluruh rangkaian kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13 tentang Aksi Iklim, SDG 15 terkait Kehidupan di Darat, dan SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Tujuan. Melalui berbagai program ini, CDC-Forestry UGM berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan kapasitas, memperkuat kesiapan karier mahasiswa dan alumni, serta memperluas jejaring kerjasama demi masa depan yang lebih berkelanjutan.
     
    Penulis: Hermudananto

  • Belajar Rehabilitasi Hutan dari Lapangan: Pengalaman Magang di PT Tectona Alas Makmur

    Yogyakarta, 16 Maret 2026 – Program Magang menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung di dunia kerja. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperdalam pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengasah keterampilan praktis di bidang kehutanan.

    Salah satu mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Muhammad Suryanto, mahasiswa Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) semester 7. Ia berkesempatan melaksanakan kegiatan magang di PT Tectona Alas Makmur, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang rehabilitasi hutan dan lahan. Kegiatan magang ini berlangsung selama empat bulan, yaitu dari 10 September 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan lokasi kegiatan di wilayah operasional perusahaan di Kalimantan Timur.

    Kesempatan mengikuti magang di PT Tectona Alas Makmur diperoleh melalui dukungan Career Development Center Forestry UGM (CDC Forestry UGM) yang secara aktif membagikan informasi terkait peluang magang bagi mahasiswa. Informasi mengenai open recruitment magang pertama kali diketahui melalui media sosial Instagram CDC Forestry UGM. Setelah melihat informasi tersebut, Muhammad Suryanto tertarik untuk mendaftar dan mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan.

    Setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi, Muhammad Suryanto menerima kabar melalui email konfirmasi bahwa dirinya dinyatakan lolos untuk mengikuti program magang di PT Tectona Alas Makmur. Pengumuman tersebut menjadi momen yang membahagiakan sekaligus membuka kesempatan berharga untuk belajar langsung di lingkungan kerja profesional.

    Sebelum memulai kegiatan magang, Muhammad Suryanto melakukan koordinasi awal dengan pihak PT Tectona Alas Makmur dan CDC Forestry UGM untuk melengkapi berbagai persyaratan administrasi serta mempersiapkan keberangkatan menuju lokasi kegiatan di Kalimantan Timur. Selama menjalani program magang di PT Tectona Alas Makmur, Muhammad Suryanto memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran yang berharga, khususnya dalam bidang rehabilitasi dan reklamasi hutan. Ia berkesempatan untuk mempelajari berbagai kegiatan teknis, mulai dari perencanaan rehabilitasi hutan, pengelolaan lahan rehabilitasi, perawatan dan pemeliharaan tanaman rehabilitasi hutan di lapangan dan kegiatan evaluasi tanaman rehabilitasi, yang bertujuan untuk menilai perkembangan dan keberhasilan program rehabilitasi hutan.

    Melalui pengalaman ini, Muhammad Suryanto dapat memahami secara langsung bagaimana konsep pengelolaan hutan yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam praktik di lapangan. Kegiatan magang ini juga memberikan wawasan baru mengenai pentingnya rehabilitasi hutan dalam menjaga kondisi lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

    Di akhir kegiatan magang, Muhammad Suryanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Tectona Alas Makmur yang telah memberikan kesempatan belajar serta pengalaman berharga selama magang. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada CDC Forestry UGM yang telah memfasilitasi mahasiswa dalam memperoleh informasi dan kesempatan magang.

    Penulis: Muhammad Suryanto

  • Strategi Menembus Karier Global di Negeri Sakura bersama Praktisi Langsung

    Yogyakarta, 11 April 2026 – Dalam rangkaian perayaan 1st Anniversary CDC Forestry UGM, Career Development Center Fakultas Kehutanan UGM sukses menyelenggarakan kegiatan Sharing Session: Goes to Japan! pada Sabtu, 11 April 2026 secara daring. Kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dan alumni yang memiliki minat untuk berkarier di Jepang, khususnya di sektor kehutanan dan bidang terkait.

    Acara ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman yang saat ini berkarier di Jepang, yaitu Andreas Ade Kristian dari Sumitomo Forestry Co., Ltd. dan Imaduddin Yusuf Hanif dari Asia Skill Exchange Association. Keduanya membagikan wawasan komprehensif mengenai peluang kerja, sistem rekrutmen, hingga tantangan bekerja di Jepang.

    Mengenal Sistem Rekrutmen dan Peluang Karier di Jepang

    Dalam pemaparannya, Andreas menjelaskan bahwa sistem rekrutmen di Jepang memiliki karakteristik yang sangat terstruktur dan terjadwal. Proses job hunting bahkan dimulai sekitar satu tahun sebelum kelulusan, di mana mahasiswa sudah dapat memperoleh job offer sebelum wisuda. Sistem ini dikenal dengan konsep mass recruitment untuk fresh graduate (shinsotsu), yang menekankan pada potensi, kepribadian, dan kesesuaian dengan perusahaan, bukan semata-mata keterampilan teknis.

    Ia juga menyoroti bahwa sektor kehutanan di Jepang memiliki cakupan luas, mulai dari traditional forestry, industri hasil hutan seperti pulp dan kertas, hingga riset dan konsultansi. Hal ini membuka peluang besar bagi lulusan kehutanan Indonesia untuk berkarier secara global.

    Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang perlu dipersiapkan, antara lain kemampuan bahasa Jepang (minimal JLPT N2/N1), kemampuan komunikasi, serta adaptasi terhadap budaya kerja Jepang yang dikenal disiplin dan terstruktur.

    Jalur Specified Skilled Worker (SSW): Peluang Alternatif

    Sementara itu, Imaduddin menjelaskan tentang program Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW) yang mulai diperkenalkan sejak 2019 untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Program ini memberikan peluang bagi tenaga kerja asing untuk bekerja di berbagai sektor, termasuk kehutanan dan industri kayu.

    Program SSW terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

    • SSW Tipe 1: Masa tinggal maksimal 5 tahun tanpa membawa keluarga
    • SSW Tipe 2: Dapat diperpanjang tanpa batas dan memungkinkan membawa keluarga

    Untuk mengikuti program ini, peserta harus memenuhi beberapa persyaratan seperti lulus ujian keterampilan, memiliki kemampuan bahasa Jepang (minimal JLPT N4), serta berusia minimal 18 tahun.

    Imaduddin juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan budaya, termasuk memahami prinsip kerja Jepang seperti hourensou (komunikasi, laporan, dan konsultasi), serta menjaga kedisiplinan dan profesionalisme dalam bekerja.

    Tips Sukses Berkarier di Jepang

    Beberapa poin penting yang dibagikan oleh narasumber sebagai kunci sukses antara lain:

    • Konsisten meningkatkan kemampuan bahasa Jepang
    • Aktif membangun jaringan (networking) melalui alumni dan dosen
    • Memanfaatkan platform pencarian kerja dan career center
    • Memiliki sikap disiplin, tepat waktu, dan bertanggung jawab
    • Terbuka terhadap budaya baru dan siap beradaptasi

    Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan

    Kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang tinggi, tercatat lebih dari 50 peserta mendaftar dan mengikuti kegiatan secara daring. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mengembangkan karier di tingkat global, khususnya menuju Jepang sebagai salah satu negara dengan sistem industri kehutanan yang maju.

    Melalui kegiatan ini, CDC Forestry UGM berharap dapat terus memfasilitasi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja internasional serta memperluas jejaring profesional lintas negara.

    Penulis: Hermudananto

  • |

    Kuliah Tamu Bersama Aida Greenbury: Mendalami Bioekonomi dan Transisi Hijau

    Yogyakarta, 13 Oktober 2025 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada melalui Career Development Center (CDC-Forestry UGM) bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan (KMMH) sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Kontestasi Bioekonomi Berkelanjutan dan Hilirisasi dalam Era Transisi Hijau” bersama Aida Greenbury, Board of Advisors di World Bioeconomy Forum.

    Kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dan akademisi untuk memperdalam pemahaman mengenai bioekonomi berkelanjutan, yang kini menjadi salah satu strategi global dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

    Acara dibuka oleh Hermudananto, selaku Ketua CDC-Forestry UGM, dilanjutkan dengan sambutan dari Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan UGM, serta Ketua KMMH Fakultas Kehutanan UGM yang menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga pengembangan karier dalam memperkuat wawasan global di bidang kehutanan dan bioekonomi.

    Turut hadir pula Prof. Dr. Ir. Sri Nugroho Marsoem, M.Agr., dosen pembimbing Ibu Aida Greenbury semasa beliau menempuh pendidikan S1 di Fakultas Kehutanan UGM, yang memberikan sambutan hangat dan apresiasi atas kontribusi Aida dalam memajukan isu keberlanjutan di tingkat internasional.

    Dalam pemaparannya, Aida Greenbury menguraikan pentingnya bioekonomi sirkular sebagai model ekonomi masa depan yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, dan konservasi keanekaragaman hayati. Ia menyoroti potensi besar Indonesia dalam pengembangan bioindustri berbasis kehutanan, agroforestri, dan biomassa, dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem hutan dan hak masyarakat lokal.

    Materi yang disampaikan juga menyoroti tren global bioekonomi, termasuk kebijakan dari berbagai negara seperti Jepang dan Finlandia, proyeksi pasar kayu dalam bioindustri, serta tantangan lingkungan yang harus diantisipasi agar transisi hijau benar-benar inklusif dan berkeadilan.

    Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi berlangsung. Lebih dari 100 peserta hadir secara luring dan daring, aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait peluang karier, inovasi, serta peran kehutanan dalam ekonomi berkelanjutan.

    Melalui kegiatan kolaboratif antara CDC-Forestry UGM dan KMMH, Fakultas Kehutanan UGM berkomitmen memperkuat jejaring akademik dan profesional mahasiswa dengan tokoh-tokoh global, guna membuka wawasan dan peluang karier di bidang kehutanan berkelanjutan dan bioekonomi masa depan.

    Penulis: Hermudananto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *